Membiasakan anak dengan adab-adab seorang muslim (Bag. 1) – Adab makan dan minum

Membekali anak-anak dengan ilmu agama adalah kewajiban bagi orangtua. Namun, jika orangtua tidak mampu mengajar sendiri anak-anak mereka, maka mereka wajib mencari seorang guru yang dapat mengajar anak-anak mereka segala hal yang wajib diketahui tentang agama. Sebagian orangtua lantas mempercayakan pengajaran ilmu agama ini dengan cara memanggil guru agama ke rumah, sebagiannya lagi dengan cara menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah-sekolah berbasis agama. Namun tentunya sebagai orangtua kita tidak seharusnya lalu berlepas diri dan menyerahkan masalah pendidikan agama ini sepenuhnya kepada guru agama dan pihak sekolah.

Kita harus menyadari bahwa keberadaan guru dan sekolah dalam kehidupan anak-anak hanyalah dalam waktu-waktu tertentu, sedangkan sebagian besar waktu keseharian mereka adalah di rumah dan bersama orangtuanya. Maka sangat penting bagi orangtua untuk dapat memberikan keteladanan yang baik kepada mereka dalam kehidupan sehari-hari, karena pada dasarnya, anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka akan meniru dan mengadaptasi semua yang mereka lihat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

Salah satu cabang ilmu pendidikan agama islam yang sangat penting harus dipahami oleh anak adalah ilmu tentang adab-adab bagi seorang muslim. Secara teori mungkin anak sudah mendapatkannya dari guru agama mereka atau mengetahuinya dari pelajaran di sekolah. Tapi dalam penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, peran serta orangtua sangat diperlukan untuk dapat mengoreksi dan tidak bosan-bosannya mengingatkan mereka jika sikap yang mereka lakukan tidak sesuai dengan adab-adab seorang muslim.

Salah satu adab seorang muslim yang dalam keseharian sering kita saksikan tidak sesuai dengan ajaran agama islam dan banyak dilakukan bahkan oleh orang dewasa sekalipun, adalah dalam hal adab makan dan minum. Sering kita lihat betapa banyak muslim dan muslimah yang makan dan minum dengan tangan kiri, makan sambil berjalan, atau lupa membaca basmalah sebelum memulai makan dan minum. Padahal, hal-hal tersebut bertentangan dengan adab-adab yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 21:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Berdasarkan ayat di atas, jelaslah bahwa segala sikap dan perbuatan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan sempurna bagi setiap muslim. Jadi, marilah kita membiasakan anak-anak kita untuk mencontoh adab-adab makan dan minum seperti yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan. InsyaaAllah segala bentuk pengamalan terhadap sunnah-sunnah Rasulullah akan membawa kebaikan dan membuahkan pahala.

Beberapa adab makan dan minum berikut ini dapat mulai kita kenalkan kepada anak-anak dalam kesehariannya.

1.Hanya memilih makanan dan minuman yang halal dan thoyyib. 

Pengenalan akan jenis-jenis makanan dan minuman yang halal dapat dimulai sedari kecil. Untuk anak yang sudah lebih besar, orangtua juga dapat mengajak anak melakukan permainan memilih makanan ringan yang sudah memiliki logo halal saat mengajak mereka berbelanja di supermarket, sehingga mereka terbiasa untuk bersikap hati-hati dalam memilih makanan dan minuman.

 

2. Jangan berlebih-lebihan saat menyantap makanan.  

Berikan porsi makan yang sesuai dengan kapasitas anak, dan ajarkan mereka untuk berhenti makan sebelum kenyang, walaupun misalnya makanan tersebut adalah makanan yang sangat mereka sukai. Mereka dapat memakan makanan tersebut lagi nanti jika mereka masih menginginkannya. Membiasakan memberikan porsi makan yang sesuai dengan kapasitas anak juga menghindarkan kita dari sikap membuang-buang makanan yang merupakan rejeki dari Allah subhanahu wa ta’ala.

3. Mencuci tangan sebelum makan.  

Walaupun Rasulullah shallallahi ‘alaihi wa sallam tidak mencontohkan hal ini, namun para salaf (generasi shalih terdahulu), melakukan kebiasaan ini. Mencuci tangan sebelum makan berguna untuk menjaga kesehatan dan menjauhkan diri dari berbagai penyakit.

4. Jangan menyantap makanan dan minuman dalam keadaan masih sangat panas ataupun sangat dingin.

Ajarkan anak untuk tidak meniup makanan atau minuman yang panas untuk mendinginkannya, namun ajarkan anak untuk bersikap sabar menunggu sesaat sebelum menyantapnya.

5. Ajarkan anak untuk tidak mencela makanan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sama sekali. Apabila beliau menyukainya, maka beliau memakannya. Dan apabila beliau tidak suka terhadapnya, maka beliau meninggalkannya. (HR. Muslim).

6. Membaca basmallah sebelum makan.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi’ (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir -aku makan-)” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

7. Makan dan minum dengan tangan kanan dan dilarang dengan tangan kiri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

 8. Makan mulai dari makanan yang terdekat.

Umar Ibnu Abi Salamah radhiyallahu’anhuma berkata, “Saya dulu adalah seorang bocah kecil yang ada dalam bimbingan (asuhan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tangan saya (kalau makan) menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menegur saya, ‘Wahai bocah bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu.’ Maka demikian seterusnya cara makan saya setelah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Memungut makanan yang jatuh, membersihkannya, kemudian memakannya.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika salah satu dari kalian makan lalu makanan tersebut jatuh, maka hendaklah ia memungutnya dan membuang kotorannya kemudian memakannya. Jangan ia biarkan makanan itu untuk setan.” (HR. At-Tirmidzi).

10. Makan dengan tiga jari (yaitu dengan ibu jari, telunjuk, dan jari tengah), kemudian menjilati jari-jarinya setelah selesai makan.

Ka’ab bin Malik radhiyallahu ’anhu berkata, “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan tiga jarinya. Apabila beliau telah selesai makan, beliau menjilatinya.” (HR. Muslim).

11. Cara duduk untuk makan adalah tidak bersandar.  

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku tidak makan dengan bersandar.” (HR. Bukhari). Maksudnya adalah duduk dengan sikap yang serius untuk makan. Sikap makan yang baik juga menghindarkan diri dari kemungkinan tersedak saat makan.

12. Tidak makan sambil berdiri, dan boleh minum sambil berdiri, tetapi yang lebih utama sambil duduk.

 

Dari Amir Ibn Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya radhiyallahu ’anhum, dia berkata, “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri dan sambil duduk.” (HR. Tirmidzi).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seorang laki-laki minum sambil berdiri. Qatadah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami bertanya kepada Anas, ‘Kalau makan?’ Dia menjawab, ‘Itu lebih buruk -atau lebih jelek lagi-.’” (HR. Muslim).

Biasakan anak sedari kecil untuk selalu menyantap  makanan sambil duduk, dan jangan pernah menyuapi anak makanan sambil berjalan-jalan.

13. Minum dalam tiga kali tegukan. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sebanyak tiga kali, menyebut nama Allah di awalnya dan memuji Allah di akhirnya. (HR.Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaumi wallailah (472).

14. Bersyukur kepada Allah Ta’ala

 

Ajarkan anak untuk selalu bersikap mensyukuri segala makanan dan minuman yang mereka santap sebagai bentuk nikmat rejeki berupa makanan yang telah Allah subhanhu wa ta’ala karuniakan.

Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita semua sebagai orangtua dalam mengajarkan serta membiasakan anak-anak untuk berperilaku sesuai dengan adab-adab seorang muslim dan muslimah dalam kehidupan sehari-hari. Barakallahu fikum, aamiin allahumma aamiin.

author

Author: 

Leave a Reply