Membesarkan dengan Tawadlu adalah Hadiah Perjuangan Saat Melahirkan

Setelah perjuangan panjang melewati masa kehamilan hingga saat melahirkan, hadiah apa yang pantas diberikan seorang ibu pada apa yang diperjuangakannya? Cukupkah hanya pembuktian, bahwa dia bisa hamil? Atau usai sudah perjuangan setelah melahirkan? Rasanya tidak pernah cukup bagi seorang wanita.

Akhirnya saat lahir ke dunia ini. Air mata tangismu yang bercampur dengan air mata kegembiraan seorang ibu telah menghapus seluruh derita dan luka yang wanita rasakan selama itu. Lahirnya sang bayi menjadi tonggak perjuangan baru, membesarkan dengan tawadlu. Menjadi hadiah setelah perjuangan saat melahirkan, butuh ketawadluan melanjutkan perjuangan selanjutnya membesarkan bayi yang dilahirkan.

Perjuangan seorang ibu tidak berhenti setelah dirinya melahirkan saja, pasalnya setelah anaknya lahir ia harus merawat, membesarkan dan mendidik anaknya hingga anaknya tersebut tumbuh menjadi dewasa. Pada saat membesarkan dan mendidik anaknya banyak sekali rintangan yang harus dihadapi, terlebih lagi di jaman seperti sekarang ini. Tren gaya hidup saat ini sudahlah berubah seperti sebelumnya, dimana jika seorang ibu tidak bisa mendidik anaknya dengan baik maka anaknya tersebut bisa masuk ke jalan yang salah.

Karena sejatinya guru besar dalam hidup seorang anak adalah orang tua, yang menjadikan sebuah universitas kehidupan untuk menggapai nilai terbaik pada ruang kelas dunia fatamorgana. Tugas orang tua berupa mendidik, mengarahkan dan membimbing untuk mewujudkan investasi dalam memperoleh prestasi tertinggi pada derajad yang telah ditempatkan Allah SWT. Seorang wanita, baik ibu maupun saudari perempuan adalah pilar masyarakat. Mereka memiliki peranan besar dalam mendidik dan mengawasi pertumbuhan anak-anak. Mereka pula yang membantu para suami fokus kala bekerja.

Itulah mengapa dikatakan, ibu adalah sekolah pertama bagi sang anak yang dilahirkannya. Karena ibulah yang pertama kali mengenalkan manis pahitnya dunia fana ini, sebagai tempat sementara, menimba ilmu dan meraih kemuliaan amal ibadah, sebagai bekal menuju keabadian tempat yaitu kampung akhirat.
Semua ibu adalah pahlawan atau orang yang telah berjuang di balik kesuksesan anak-anaknya. Mereka adalah sosok tangguh yang menanamkan nilai-nilai kebaikan dan mengenalkan kasih sayang serta cinta kepada anaknya hingga akhirnya mereka bisa menjadi sosok yang mandiri dan mengerti akan segala hal. Ini adalah hadiah seorang ibu setelah perjuangan saat melahirkan, melanjutkan mendidik dan memberikan yang terbaik untuk anaknya dengan tawadlu.

Segala cara ibu lakukan untuk memberikan semua yang terbaik untuk anaknya. Mendidik anak-anaknya dan mengenalkan segala hal baru kepada anaknya. Meskipun terkadang anaknya melakukan kenakalan tetapi jangan pernah mengeluh, selalu sabar menghadapi sikap anak. Meskipun kita tahu bahwa itu melelahkan, tetapi jangan pernah menujukan semuanya itu dihadapan anak. Lakukan semuanya dengan tulus dan ikhlas. Hingga suatu hari, anak-anak tersebut akan menyadarinya bahwa Allah telah memberikan malaikat di dalam hidup mereka dan malaikat tersebut adalah IBU.

Itu adalah hadiah akhir atas segala perjuanganmu wahai wanita. Hadiah tak ternilai atas semua pengorbananmu sejak mulai kehamilan, melahirkan hingga membesarkan. Anak yang kelak menduplikasi segala perjuanganmu pada mereka, ke anak-anak yang kelak mereka lahirkan pula. Karena siklus hidup manusia akan terus berulang. Lahir-dewasa-melahirkan dan seterusnya secara turun temurun. Mari meraih hadiah Allah melalui perjuanganmu tanpa akhir dalam rumah tanggamu, wahai wanita.

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply