Membesarkan Anak Yang Ingin Tahu

Setiap orangtua pasti senang jika anaknya aktif dan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Hal ini menunjukkan bahwa anak memperhatikan dan mempelajari sekelilingnya.

Namun ketika anak dengan keingintahuan besar, terus mengeluarkan pertanyaan dari mulut kecilnya, tidak jarang orangtua kesal. Apa pasal? Kebanyakan orangtua kesal karena rentetan pertanyaan anak biasanya semakin lama, semakin sulit. Akhirnya yang terjadi adalah orangtua menyuruh anak agar tidak cerewet dan diam saja.

Hal ini, tanpa disadari akan memangkas rasa ingin tahu anak. Dan ketika rasa ingin tahunya memudar, anak tidak ubahnya seperti robot yang hanya menjalankan instruksi. Mereka berhenti mempertanyakan ini dan itu serta tidak lagi bersikap kritis. Tentu kita tidak ingin melihat hal tersebut, kan?

Ada beberapa hal yang bisa membantu anak agar terus memelihara rasa ingin tahunya.

1. Berikan jawaban yang tepat sesuai usia anak.
Ketika anak bertanya, betapapun anehnya pertanyaan tersebut, jawablah dengan tepat usia. Misal, jika anak bertanya terbuat dari apakah awan itu? Jawablah bahwa awan terbuat dari miliaran uap air yang naik ke udara. Dan bukannya menjawab bahwa awan adalah asap pesawat.

2. Jika tidak tahu, jangan paksakan menjawab.
Jika tidak tahu jawaban dari pertanyaan anak, jangan paksakan menjawab. Karena informasi yang salah, bisa mengendap dalam ingatan anak dalam waktu yang sangat lama. Ada beberapa pilihan jika kita tidak mengetahui jawaban:
– Mencari jawaban di ensiklopedia/mesin pencari online/buku.
– Mencari tahu kepada orang cerdik cendikia.

Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang mempertanyakan asap itu terbuat dari apa? Yang mendengarnya menjawab bahwa asap itu terbuat dari api. Jawabannya ini sedikit kurang tepat. Karena asap knalpot mobil, tentu bukan dari api. Namun jawaban asap terbuat dari api ini, harus dibenarkan selama bertahun-tahun. Padahal buat orang dewasa yang mendengarnya, pertanyaan tersebut terkesan sepele.

3. Sabar dalam menjawab.
Anak adalah ladang pahala orangtuanya. Menghadapi anak yang luar biasa kritis dengan banyak pertanyaan juga melatih kesabaran anak. Jika anak mengajukan pertanyaan di waktu yang kurang tepat, bisa berikan pengertian ke anak bahwa jawabannya akan diberikan setelah beraktivitas atau setelah waktu luang. Ini juga menghindari agar anak tidak takut bertanya di lain waktu.

Di bulan Ramadhan ini pun kesabaran orangtua diuji jika anak sangat kritis dan senang bertanya. Biasanya pertanyaan-pertanyaan seputar agama kerap dilontarkan anak. Ini juga yang membuat orangtua harus pandai mencari jawaban dari pertanyaan anak.

Itulah 3 tips menjaga agar anak memiliki rasa ingin tahu. Dengan rasa ingin tahu yang terjaga, anak akan berkembang menjadi anak yang memiliki pikiran kritis dan cerdas. Insya Allah.

(Ayas Ayuningtias)

#SahurKata #KMO14

Rate this article!
Tags: