Membentuk karakter anak sejak dini

Pendidikan karakter yang banyak digaungkan akhir-akhir ini bukanlah proses yang instan untuk dapat melihat hasilnya. Butuh tahapan yang panjang dan berkesinambungan agar karakter pada diri anak dapat terbentuk.

Penyimpangan prilaku remaja, kenakalan-kenakalan anak yang banyak diberitakan akhir-akhir ini merupakan salah satu dampak kurangnya penanaman karakter pada anak. Akibatnya anak tidak memiliki pendirian yang baik dan mudah terbawa pada hal-hal yang kurang baik.

Karakter harus ditanamkan sejak dini, bukan hanya mengandalkan pendidikan di sekolah untuk menanamkan karakter pada anak. Perlu adanya kesesuaian antara pendidikan di rumah dan di sekolah agar karakter dapat terbentuk pada anak. Proses berkesinambungan dari mulai pendidikan usia dini, pendidikan dasar, menengah sampai pendidikan tinggi dalam penanaman pendidikan karakter.

Pendidikan karakter pertama kali ditanamkan pada anak dimulai dari rumah. Ibu lah yang menjadi guru pertama untuk anak. Maka sangat penting bagi ibu untuk mengetahui cara-cara membentuk karakter anak sejak dini.

Berikut ini beberapa  cara dalam membentuk karakter anak sejak dini :

  1. Mengenal apa itu karakter

Karakter erat kaitannya dengan prilaku dan moral. Anak yang berkarakter mempunyai kepribadian yang dapat dipercaya, dan diandalkan. Karakter terlihat dari sikap, prilaku, akhlak, budi pekerti dan tindakan anak. Sehingga orang tua dapat menanamkan karakter anak melalui hal di atas. Orang tua yang berkarakter akan membentuk anak-anak yang berkarakter pula.

  1. Mengamati prilaku anak

Karena karakter tercermin dalam sikap dan prilaku, maka orang tua harus sering mengamati prilaku anak. Jika anak banyak berprilaku menyimpang maka sedini mungkin orang tua mengarahkan anak agar anak terbiasa. Namun jika anak berprilaku sudah sesuai dengan norma maka orang tua harus memberi penguatan dan penghargaan pada anak agar anak bisa mempertahankan karakternya.

  1. Pembiasaan dalam kegiatan sehari-hari

Pembentukan karakter pada anak tidak langsung terlihat hasilnya. Oleh sebab itu pembentukan karakter harus terus berlangsung hinga anak dewasa. Salah satu caranya dengan melakukan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Karena karakter terlihat dari sikap dan prilaku maka sikap dan prilaku ini lah yag harus dilatih setiap hari agar menjadi kebiasaan setiap hari yang baik sehingga membentuk karakter anak.

  1. Penguatan karakter anak

Karakter harus selalu dikuatkan dengan cara memberikan pujian jika anak berhasil dan memberikan peringatan jika anak berprilaku kurang baik. Teruslah bimbing anak jika prilaku anak belum mencerminkan sikap yang baik.

Teladan atau contoh orang tua sangat berperan penting, apalagi untuk anak usia dini. Anak akan menjadi peniru orang tuanya paling handal, sampai hal-hal terkecilpun mereka akan menirukannya.

  1. Catatan aktivitas anak sehari-hari

Orang tua perlu memiliki catatan khusus tentang karakter anaknya. Dengan mencatat aktifitas anak sehari-hari maka orang tua dapat melihat karakter apa yang belum terbentuk pada anak. Orang tua bisa mengambil keputusan tindakan apa yang harus dilakukan melalui pedoman catatan ini.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Selamat mencoba mengamalkannya.

 

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply