Memandang Pedrosa Di Sirkuit Sepang Kuala Lumpur Malaysia

Memandang Pedrosa di sirkuit Sepang Kuala Lumpur

Kuala Lumpur adalah ibukota dari negara Malaysia, seperti layaknya ibukota semua kegiatan perekonomian terpusat disana. Pusat-pusat perbelanjaan, rumah sakit modern,gedung-gedung percakar langit dengan arsitektur mengagumkan, bahkan sebuah sirkuit balap bertaraf Internasional ada disana.
Kepergianku kali ini memang murni dalam rangka me time, menyempatkan diri untuk traveling ditengah padatnya pekerjaan kala itu.Aku ingin me-recharge otak yang sepertinya sudah mulai nge-hange karena terlalu banyak yang dipikirkan.
Aku pergi ke Kuala Lumpur bertepatan dengan event diselenggarakannya Moto GP di sirkuit Sepang Kuala Lumpur. Tetapi aku juga tak mau rugi hanya bisa menonton Pedrosa (pembalap favoritku disana), aku juga ingin sejenak berkeliling kota dan mendatangi tempat-tempat wisata yang sempat kusinggahi meski hanya sekejap. Aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke Petaling street dan belanja kaos serta cendera mata khas KL, dan juga sejenak mendatangi twin tower yang jadi icon nya KL.
Aku pergi ke KL dari balikpapan, dari bandara KLIA2 aku menuju ke KL central dengan kereta yang terintegrasi juga, persis sama dengan di kota-kota lain di Malaysia. Dari KL central aku naik monorail ke bukit bintang untuk mencari hotel budjet yang sebelumnya sudah ku pesan via online, ya lumayan lah meski sempit dan kamar mandi di luar tapi masih ada ac dan pemiliknya kebetulan india muslim dan ganteng lagi hihihi…….
Setelah menyimpan ransel, aku langsung keluar dan menunggu bus gratis khusus turis di halte tak jauh dari hotel (sekali lagi pemerintah Malaysia menyediakan fasilitas transportasi gratis untuk memicu perkembangan pariwisata disana). Tiba di petaling street belanja ini itu dan akhirnya aku memutuskan naik taksi menuju KLCC / Twin Tower karena hujan lebat sekali.Tiba di Twin Tower sudah magrib, mungkin sekitar jam 7 malam, dan sesudah puas selfie aku duduk di tepi kolam mengamati para wisatawan yang sibuk selfie dan berfoto, enaknya mereka bisa berfoto sekenyangnya karena banyak teman yang motoin, sementara aku cuma bisa selfie karena pergi sendiri. Sedang enak-enak melamun, tiba-tiba pertunjukan air mancur digelar, kaget juga karena aku belum pernah baca tentang ini di internet. Aku beruntung karena sempat memvideokan pertunjukan tersebut, lumayan buat diperlihatkan sama anak-anakku agar mereka termotivasi untuk bisa traveling seperti emaknya.Hari sudah malam, aku bergegas meninggalkan KLCC karena takut ketinggalan bus terakhir, meski sempat nyasar sekitar setengah jam akhirnya aku bisa sampai juga ke hotel tempatku menginap. Lumayan memicu adrenalin juga ya ternyata kalo nyasar di negeri orang haha. Besok subuhnya aku sudah pergi menuju stasiun monorail bukit bintang (tujuan sebenarnya), tapi karena gelap dan sekali lagi nyasar, aku malah sampai ke stasiun setelah bukit bintang, mungkin jaraknya sekitar 500 mtr-an lah. Ya sudah yang penting stasiun monorail, intinya aku harus sampai di sirkuit sebelum acara Moto GP dimulai. Tadinya aku bingung dari KL central ke sirkuit sepang naik apa?, tapai ternyata di monorail banyak juga orang yang mau kesana (terlihat dari seragam VR46 dan bendera yang meraka bawa) dan berasal dr indonesia. Akhirnya aku nimbrung ngobrol aja sama bapak-bapak itu dan mereka ngajak bareng, mereka bilang ada bus khusus yang disediakan pemerintah di KL central menuju sirkuit sepang kalau lagi ada Moto GP kaya begini (bener-bener mesti di contoh nich pemerintah Malaysia).Singkat kata acara dimulai, aku sengaja duduk di depan sirkuit yang ada layar tv nya biar bisa liat keseluruhan sirkuit saat lomba. Ternyata nonton live di sirkuit gak ada enak-enaknya sama sekali, karena kita cuma bisa liat pembalap lewat dalam hitungan detik ngeeeeng…..ngeeeeeng, tanpa tau itu siapa dan di peringkat berapa. Jadi pingin ketawa sendiri, asli mending lihat di tv ajah dech lain kali heuheu. Tapi satu moment yang lebih menyedihkan adalah aku liat Pedrosa jatuh 2x di kelokan yang sama tepat di depan mataku, jatuh pertama dia bisa balap lagi, jatuh ke 2 habislah riwayatnya hick hick. Aku saksikan si ganteng pedrosa berjalan gontai menuju mobil pick up yang membawa motornya untuk kembali ke pit stopnya.
Pedrosaaaaa….meskipun kau keluar dari pertandingan, aku tetap padamu (lebay dikit gak papa ya).
Nonton GP ditengah sirkuit yang panasnya gila-gilaan bikin haus dan lapar mendera, lagi2 harus bersabar karena ternyata stand makanan juga ngantri kaya mau bagi sembako. Hari itu asli menyenangkan dan melelahkan, tapi worted sich buat jadi kenangan. Karena katanya traveling itu menyisakan kenangan yang tak akan pernah hilang, itu yang priceless. Besoknya pagi2 sekali aku sudah harus ke bandara and back to realita, yup setumpuk pekerjaan di sebuah pelosok Indonesia negaraku tercinta.
Bagi yang mau traveling ke KL selamat mengexplore KL, pesanku persiapkan segala-galanya dengan matang dan tentukan dahulu tujuan objek wisata yang akan dituju dan usahakan sebisa mungkin ikuti rencana yang telah anda buat agar perjalanan anda lebih efektif selama disana. Sampai ketemu besok dalam cerita traveling yang lainnya……….

Tags:
author

Author: