Melatih Anak Punya Sikap Self Defense ( Membela diri )

Suatu hari ketika ibunya Rendi menjemput ke sekolah, terlihat Rendi sedang menangis. Dia bilang rotinya diambil Dion. Bukan sekali ini saja Rendi menangis karena dijahili sama temannya. Sudah berulang kali ibunya memberi tahu agar Rendi memberi tahu ibu gurunya apabila ada temannya yang jahil, tapi Rendi terlalu takut untuk melapor, sehingga dia sering menjadi bulan-bulanan teman-temannya karena cengeng.

     Nah, bagaimana bila hal itu terjadi pada anak anda?

Setiap anak punya karakter yang berbeda-beda, oleh karena itu kita tidak bisa menyuruh teman-teman yang suka menjahili tadi agar jangan menjahili Randi. Kalau sekedar memberi tahu gurunya mungkin bisa, akan tetapi lebih baik jika anda sendiri yang mengajari anak agar mereka punya sikap membela diri.

Sikap Self Defense adalah tindakan untuk membela diri/ melakukan pertahanan ketika kita mendapatkan suatu tekanan. Sikap ini juga perlu dilatih sedini mungkin. Di jaman sekarang dimana kejahatan marak dimana-mana, penculikan anak, pelecehan seksual, bullying dll, maka anak juga perlu dilatih untuk memunculkan sikap self defense mereka.

Sikap ini tidak serta merta bisa langsung diterapkan akan tetapi ini perlu latihan dan orangtua lah yang bertugas melatihnya pada anak anda. Apa saja yang bisa dilakukan untuk memunculkan sikap self defense ini?

  • Ajarkan anak untuk bersikap berani.

Berikan pengertian pada anak bahwa jika dia tidak melakukan kesalahan maka dia harus bersikap berani. Berani membela diri apabila mendapatkan perlakuan yang merugikannya atau menyakitinya. Apabila ada yang merebut makanan secara paksa, ajarkan anak untuk bilang “ Tidak boleh, ini punyaku. Kalau kamu mau nanti akan kubagi tapi tidak boleh memaksa”. Jika ada yang memukulnya ajarkan anak untuk menangkisnya dan bilang bahwa dia akan melapor pada guru. Kalau si teman masih juga nakal bilang bahwa nanti dia tidak mau berteman dengannya dan anak lain pun tidak ada yang mau berteman dengannya.

  • Ajarkan anak untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang asing.

Bagaimanapun juga, kita harus mengajari anak punya sikap hati-hati. Tidak menerima makanan atau benda apapun kalau itu dari orang yang sama sekali tidak dikenali anak. Ajarkan juga anak berani menolak ajakan apapun dari orang yang mencurigakan.

  • Jangan memakaikan perhiasan mencolok dan membekali anak dengan benda-benda berharga yang mengundang para pelaku kejahatan

Seringkali para pelaku kejahatan melihat peluang apabila melihat korban atau mangsanya memakai perhiasan yang mencolok atau benda berharga lainnya. Oleh karena itu janganlah anda sebagai orangtua mengambil resiko ini. Bersikap bijaklah dengan tidak membekali hp yang bagus pada anak ataupun mengenakan perhiasan .

  • Jika perlu, anak bisa dilatih olahraga beladiri.

 Ingat, olahraga ini hanya untuk pertahanan saja dan bukan untuk bersikap Attack/menyerang apalagi itu terhadap teman di sekolah. Berikan juga pengertian pada anak bahwa olahraga ini bukan untuk berkelahi tetapi untuk mempertahankan dirinya.

  • Ajari anak menghapal no hp anda/no telepon rumah

Biasakan anak untuk bisa mengambil tindakan seperti berteriak atau minta tolong bila mereka mendapat perlakuan atau tekanan yang merugikannya. No Hp atau telepon rumah perlu mereka ingat untuk berjaga-jaga kapanpun mereka membutuhkan bantuan anda

  • Bangun komunikasi yang terbuka dengan anak

Biasakan anda melakukan komunikasi dengan anak secara terbuka, agar dia merasa nyaman mengungkapkan semua pengalamannya dan perasaannya yang dia rasakan.

  • Latih anak untuk memunculkan sikap percaya dirinya

Anak dengan sikap percaya diri misalnya berjalan tegap, berani berbicara, berani bersikap dan bertindak akan membuat teman ataupun orang yang akan menjahilinya untuk berpikir dua kali. Sedangkan anak yang cengeng dan mudah mengalah, membuat dirinya menjadi bulan-bulanan ataupun objek kenakalan temannya .  

Apapun karakter anak anda sekarang , akan berpengaruh terhadap kehidupannya kelak. Anda sebagai orangtuanya harus terus memperbaiki sifatnya yang lemah dan memupuk terus sikap positifnya.

Salam,

Tita Dewi Utara

KMO 07

Sarapan Kata ke 22

 

 

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply