MedSos Vs Us

Media sosial dan anak-anak sepertinya sudah sangat wajar untuk saat ini, dan tak jarang orang tua sendiri yang membuatkan akun media sosial itu untuk anaknya. Alih-alih untuk mengabadikan perkembangan dan pertumbuhan si anak, justru itu membuat dampak yang negatif bagi si anak, tak jarang akun media sosial si anak disalah gunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab. Bagaimana Ayah dan Bunda masih mau membuatkan Medsos buat anak-anaknya?

Bahasan kita kemarin tentang bagaimana kalau anak remaja yang punya medsos, kalau seperti ini sebenarnya orang tua juga harus tahu bukan mempercayakan utuh sepenuhnya pada mereka (bukan pula membuat mereka jadi dibayang-bayangi sama orang tua). Anak-anak remaja ABG itu paling tidak suka jika ada yang sok tahu dengan kehidupan mereka, tapi kita sebagai orang tua dan guru harus bisa mencari sela bagaimana bisa cari tahu tapi bukan sok tahu, mereka juga tidak suka diatur-atur (pengalaman pribadi masa lalu saya pas masih ABG). Mencari tahu apakah mereka mempunyai akun MedSos, biasanya lewat cerita-cerita santai di sela mereka ngobrol, bercerita tentang Media Sosial yang sedang hits. Dahului untuk meminta akun sosial media mereka, tambahkan sebagai teman di akun kita saat itu juga. Biasanya mereka akan senang hati memberikannya, sejak saat itu kita akan mudah untuk berkomunikasi di luar waktu di sekolah, mendampingi mereka di dunia maya tersebut (walau mungkin mereka tidak tahu).

Dunia remaja itu tak akan bisa terlepas dari yang namanya pubertas, masa dimana semua hormon dalam diri mereka berkembang, masa dimana ingin selalu menjadi yang terbaik, ingin menjadi pusat perhatian, pokoknya semuanya ingin di nomor satukan. Jangan terlalu keras memperlakukan mereka tetapi tidak juga terlalu membebaskan mereka, tarik ulur seperti layang-layang biar tetap stabil di angkasa. Berbincang di akun sosial media dengan mereka itu seperti merasa kita juga seumur mereka (Ngayal…). Tapi untuk lebih dekat dengan mereka ya memang harus begitu, mengikuti perkembangan dunia maya yang lagi up to date atau sekadar menyapa mereka, walau mungkin seperti tak ada arti tetapi itu sangat berarti, setidaknya mereka tahu ada kita bersama mereka. Jangan kaget jika suatu saat kita akan menjadi dekat dengan mereka, bisa jadi kita akan dijadikan sahabat buat mereka. Jika sudah dalam posisi ini jangan sampai batas antara guru dan murid itu hilang, tetap harus ada batasnya, bedakan kapan kita memposisikan diri sebagai sahabat dan ada saat dimana kita posisikan diri sebagai gurunya.

Hal lain yang sangat kita khawatirkan dari mereka ini, ketika sudah sangat kegandrungan dengan sosial media, pasti kita pernah lewat di daerah pusat perbelanjaan yang familiar kita sebut Mall, disana banyak tempat khusus kongkow-kongkow. Berkumpul dengan teman satu geng mereka, beramai-ramai memenuhi tempat itu. Satu yang tak lepas dari mereka Gadget, kumpul sih tapi semua menunduk dengan khusuk (kupikir berdo’a) ternyata samua kompak mengamati Handphone masing-masing. Banyak meme yang tersebar di dunia maya tentang hal ini, buat apa kumpul kalau harus khusus tertegun pada benda itu dan masih sibuk dengan akun sosmed masing-masing, pulang saja duduk manis di rumah atau sambil tiduran di kamar dan buka sosmed saling chat untuk ngobrol dengan teman, daripada bertemu tapi tak saling menyapa langsung. Jika ada teman remaja yang membaca tulisan ini, gunakan akun sosmedmu dengan hal positif, jangan biarkan dunia maya membuat kita lalai dengan sekitar kita.

Rate this article!
MedSos Vs Us,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply