MedSos VS Us

Medsos alias media sosial yang tak asing lagi di telinga kita, yang sepertinya tak bisa lepas dari keseharian kita. Banyak yang menggunakannya untuk berbagai hal dari yang hal remeh temeh (dalam keseharian) sampai isu yang besar (dalam lingkup yang lebih luas), tapi aku tak akan membahas lingkup yang luas cukup keseharian saja. Kita tahu kalau menjamurnya medsos, membuat kita jadi ikut pula biar tak ketinggalan zaman. Bagus sebenarnya, medsos digunakan untuk media silaturahim bertemu dengan teman-teman lama atau saudara-saudara kita yang jauh, media untuk menebarkan kebaikan dengan memposting hal-hal bermanfaat, media untuk mencari rezeki (online shop) yang memang mudah dan tanpa modal yang besar.Tetapi jika medsos sendiri digunakan dengan bijak. Pada kenyataannya memang medsos digunakan untuk hal-hal diatas, tetapi tidak menutup kemungkinan banyak juga yang menggunakannya untuk ajang tempat curhat, ajang tebar harta kekayaan (bukan sedekah tapi hanya pamer). Ok! Kita tinggalkan dulu bagian ini, bagaimana dengan akun medsos yang pemiliknya adalah anak-anak dibawah umur (dibawah 17 tahun).

Kita pasti tahu untuk mengakses setiap akun medsos, kita harus registrasi terlebih dahulu, dan sepengetahuanku untuk dapat registrasi dan masuk usia si pemilik akun harus minimal 17 tahun (atau sekarang sudah tidak lagi?), dan yang aku lihat banyak sekali anak-anak yang belum masuk usia itu sudah memiliki akun medsos, tak usah jauh bicara anak di luar sana, murid-muridku sendiri rata-rata punya akun medsos ( anak-anak ABG yang mengaku sudah dewasa), kalau aslinya usia mereka diantara 13 sampai 17 tahun, untuk usia yang 17 tahun gak masalah ya sudah pas mereka sudah punya KTP dan diakui dewasa deh. Bagaimana dengan usia dibawahnya? Ketika aku tanya, ‘teman, bagaimana bisa punya akun? Usianya belom cukup?’ Biasanya jawabnya sambil nyengir ‘he… ngubah taon lahir Bu, bisalah Bu’. Rasanya mau langsung di omeli deh dan langsung di ceramahi karena itu sama saja dengan berbohong. Tapi, usia sekitaran itu memang masa-masanya mau tahu segalanya, pengen coba hal yang baru, pengen selalu ‘kekinian’, masa puber pengen selalu diakui dan pengen nunjukin diri. Nge-rem sejenak, karena Bu guru ini juga bukan orang yang selalu benar.

Selalu cari ide, selalu cari cara bagaimana bagusnya nih. Biasanya hal pertama yang dilakukan menghubungi orang tua mereka, apakah orang tua tahu kalau anaknya punya akun medsos? Aku bersyukur jika orang tuanya tahu, jadi kita biasanya bisa cari solusi sama-sama. Karena memang ini zaman sudah canggih, mau tidak mau kita sudah masuk di dalamnya, tidak menutup juga anak-anak. Terkontaminasi, ikut-ikutan teman, takut nanti tidak dibilang up date dan banyak sekali alasan lainnya. Bu guru ini juga bingung bagaimana ini? Untuk di omelin sepertinya anak zaman sekarang gak bisa deh, karena mereka lebih canggih, nanti malah lebih parah di depan kita OK katanya, tapi di belakang kita malah sebaliknya. Dilema juga, cara yang biasa aku lakukan biasanya diskusi, aku ajak mereka diskusi bercerita alasan mereka pentingkah mempunyai akun Medsos?, jawaban mereka sama semua yaitu biar bisa punya banyak teman, teman-teman yang jauh jadi bisa komunikasi, up to date Bu!

Tentu saja setelah mereka menjelaskan semuanya, selain keuntungannya tentu juga mereka harus tahu juga hal-hal yang tidak baiknya. Emmm…disinilah posisi kita masuk kedalamnya, mulai bercerita apa yang kurang benar terjadi dan bagaimana nanti ke depannya, setelah diskusi penutupannya kita tidak pernah langsung menyuruh mereka berhenti atau memblokir semua akun medsosnya, waaahhh…kita jadi sama dengan penjajah dong. Biasanya dari hasil diskusi ini akan ada yang sadar dengan kekhilafan mereka itu, dengan sendirinya mereka akan keluar dari akun-akun medsos itu. Bagaimana dengan yang masih mempunyai akun medsos? Kita bahas nanti.

Rate this article!
MedSos VS Us,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply