Mantrai sebuah Tulisan!

Mantrai sebuah Tulisan!

Menulis merupakan sebuah aktivitas yang tak lagi asing bagi manusia. Sejak kecil kita diwajibkan untuk bisa menulis. Sehingga sejak kecil kita belajar menulis, mulai dari huruf, suku kata, kata, lalu kalimat kemudian sebuah pargraf. Seiring berjalannya waktu kegiatan menulis bukan lagi sebuah kewajiban bagi orang-orang tertentu tapi sudah menjadi hobby. Hobby inipun kemudian oleh beberapa orang dijadikan sebagai lahan pekerjaan.

Kegiatan menulis tidak bisa didefinisikan hanya sebatas kemampuan seseorang untuk menggunakan alat tradisional seperti pensil, pupen, spidol ataupun menggunakan alat canggih seperti ponsel, dan laptop untuk merangkai huruf, layakya saat kita masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Juga, bukan hanya sekadar sebuah kegiatan menyampaikan maksud dari perasaan dan pikiran kita kepada orang lain, sehingga orang lain bisa memahami atau setidaknya tahu tentang hal yang ada di pikiran kita. Menulis tidak sesimpel itu.

Hakikat menulis yang sebenarnya adalah jalan yang ditempuh seseorang untuk menemukan orang lain yang tersesat lalu mengantarkan orang lain tersebut ke tempat orang tersebut seharusnya kembali. Kita perlu menggaris bawahi lalu menebalkan klausa “Mengembalikan orang tersebut ke tempat seseorang harus kembali”.

Sebuah tulisan yang tampaknya sederhana sebenarnya jika diramu dengan mantra-mantra bisa berubah menjadi sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Kita jelas tahu akhir-akhir ini kata “hate speech” sedang menjadi kata-kata yang popular. Kegiata “hate speech” jika dilakukan secara lisan dan tidak ada yang merekam tentu tidak akan menjadi soal yang besar. Berbeda halnya jika seseorang melakukannya dengan menulis di media sosial seperti di facebook ataupun twitter. Orang lain akan dengan mudahnya men-share ataupun me-retweet status atau tweet kita. Kita mungkin berpikir status yang kita tulis hanya sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan, tapi orang lain bisa berpikir ataupun menanggapi lain. Itulah mengapa seseorang harus memikirkan dan memahami lalu memaknai azas manfaat dari tulisannya. Karena tanpa kita sadari tulisan itu memiliki kekuatan luar biasa yang mampu mengubah sesuatu hal yang sederhana menjadi sesuatu yang bermanfaat atau justru membahayakan.

Lewat tulisan seseorang bisa mengenal orang lain. Melalui tulisan seseorang bisa mengetahui banyak hal. Dengan tulisan orang bisa tertawa, menangis bahkan marah. Lewat tulisan seseorang bisa menjadi tersangka. Lewat tulisan pula seseorang bisa menjadi pahlawan. Melalui tulisan seseorang bisa mendapat musuh. Dengaan tulisan pula seseorang bisa mendapat sahabat. Lewat tulisan seseorang bisa dibenci, lalu lewat tulisan jua seseorang bisa menjadi idola. Lewat tulisan seorang bisa dianggap bodoh, lewat tulisan pula seseoarng bisa dikatakan cendekiawan.

Sebuah tulisan kadang seperti dua mata uang yang berbeda, satu baik dan dibalik yang lain tampak buruk. Tapi tentu saja hal ini bisa kita ubah menjadi efek yang baik saja. Kita hanya perlu mengubah mantra tulisan kita agar kegiatan menulis bukanlah sesuatu hal yang menakutkan, malah menjadi menyenangkan dan memberi manfaat.

Jadi pada akhirnya kita harus menyadari bahwa menulis tidak hanya sekadar sarana mengungkaapkan perasaaan atapun pikiran, bukan juga sebagai hobby ataupun lahan pekerjaan. Tetapi menulis adalah sebuah jalan untuk menemukan orang lain yang tersesat agar bisa diantarkan kembali ke tempat ia seharusnya berada. Caranya cukup mudah, kita hanya perlu membubuhi tulisan kita dengan mantra manfaat. Mari menulis dan meramu mantra agar kita tahu, memahami dan mampu memaknai tujuan dari menulis yang sebenarnya!

Rate this article!
Mantrai sebuah Tulisan!,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: