manfaat menulis. Ayo mulai menulis dari sekarang!!

Tema: Kenapa harus menulis?

Karya Rinanggi Mustika

Menulis dapat mengabadikan kejadian yang dialami. Dalam artian dengan menulis, kita dapat mengabadikan moment-moment indah agar tetap abadi. Mampu kita rasa perjuangna kita melalui sesuatu dengan perasaan pahit, manis, anyir dan getirnya waktu yang mampu kita lalui untuk dapat dikenang sepanjang jaman. Yang membuat saya bangkit untuk melakukan dunia literasi adalah cambukan kata dari Pramudya Anantatoer. Beliau pernah bilang bahwa sekolah setingi langit jika kau tidak menuliskannya maka kau dapat disamakan dengan binatang yang pintar. Kalimat tersebut layaknya tamparan keras bagi saya untuk selalu belajar dunia literasi. Melalui KMO ini saya harap mampu lulus sesuai dengan janji ikhrar saya di awal. Aamiin

Menulis melatih otak untuk selau dekat dengan buku dan menambah wawasan dengan perbanyak membaca. Banyak yang bermimpi menjadi penulis profesional, namun enggan untuk membaca banyak literature. Maka yang terjadi adalah hal langka. Mengapa? Karena otak memerlukan asahan dan masukan kosa kata kosa kata baru untuk menyusun sebuah pengetahuan baru. Selain itu pula pepatah lama mengatakan, membaca adalah jendela dunia. Dengan perbanyak membaca maka kita akan mengetahui dunia.

Menulis adalah media berbagi. Dengan menulis kita berarti membagikan apa yang kita dapat, pahami pelajari, imajinasikan dan ide-ide yang kita tangkap. Seperti pembuatan buku oleh Asma Nadia, awalnya beliau menulis untuk berbagi kepada anaknya tentang pengetahuan menyikapi masalah-masalah rumah tangga. Dengan menuliskan ide, pengetahuan dan pikirannya dalam menyikapi keadaan, buku Asma Nadia selalu menjadi best seller. Yang lebih indah lagi, sebagian dari novel beliau dijadikan film. Keren ya.. semoga kita termasuk makhluk yang mampu dan beruntung untuk menjadi best seller ataupun yang lebih baik dari itu. hehehe

Menulis mampu menjadi obat kejenuhan. Aktifitas yang padat merayap yang dapat dianalogikan seperti lalu lintas Kota Jakarta, dengan menulis mampu menjadi obat kejenuhan. Hal ini dapat terjadi jika seorang tersebut merasa enjoy dengan menulis. Ketika menulis sudah menjadi ruhnya, maka rutinitas yang seabrek mampu dia tuliskan dengan rapi dan tersistematis. Hal ini dapat juga disebut pembuatan buku deary.

Menulis dapat menjadi media penyampaian perasaan. Ini biasanya dirasakan oleh remaja-remaja yang punya perasaan berbeda terhadap lawan jenis. Memang keberadaan agama Islam yang semuanya serba diatur dengan aturan-aturannya yang tidak lain hanya untuk kebaikan kehidupan manusia itu sendiri. Dengan menulis bisa menjadi luapan apa yang harus diungkapkan. Karya yang dihasilkan bisa berupa karya fiksi maupun nonfiksi. Biasanya, memnulis yang menggunakan perasaan akan sampai kepada pembacanya juga sampai keperasaan. Dan biasanya buku yang nulisnya pakai perasaan/hati biasanya menjadi best seller.

Jika menulisnya sudah taraf ahli dan profesional maka dengan menulis dapat dijakan sumber penghasilan. Belajar menulis harus dilakukan berhari-hari agar mencapai tahap mahir, ahli bahkan profesional. Jika jika menulis sudah dijadikan hobi maka melakukannya tidak akan pernah menjadi beban. Ketika karya yang kita ciptakan mampu terbit dan diterima di pasar, maka bertapa bahagianya bagi para penulis. Ketika apa yang mereka tekuni menjadi sebuah penghasilan yang lumayan

Demikian keterangan saya mengenai, kenapa harus menulis. Semoga menambah pengetahuan bagi para pembaca dan mempu memberikan manfaat untuk kedepannya.

Tulungagung, 16 Desember 2016

Tags:

Leave a Reply