MAAF-1

MAAF-1

kata maaf ini tentunya erat kaitannya dengan suatu kesalahan

Ternyata kata yang terdiri dari 4 huruf ini tak sependek dari deretan hurufnya saja, karena berbicara tentang kata maaf itu sendiri adalah karena banyaknya faktor sehingga kata maaf bisa sulit untuk diucapkan, apa saja faktornya? nanti saya akan coba jabarkan beberapa diantaranya

Karena keseharian saya berhadapan dengan anak-anak balita, sebenarnya pelajaran ini kembali kepada saya untuk lebih membuka diri menerima segala kesalahan yang mungkin saja ada pada diri saya

Berawal dari kejadian beberapa hari ini yang selalu membuat salah satu anak saya nangis kesal, ternyata setelah saya tanya jawabannya adalah
” Adik sih salah terus, ga ngerti-ngerti” nah ini sebabnya ia kesal karena adiknya salah menurutnya akhirnya ia malah memarahi dan akhirnya nangis karena kesal
Lalu saya tanya lagi : ” Kalau adik salah dimarahi apa dikasihtau ya Kak?” begitu kuranglebih pertanyaan saya ke kakak. Sambil saya bicara ini saya coba ingat-ingat pernahkah saya melakukan hal yang sama?

Ternyata spontanitas suatu sikap ini bisa saja karena ketidaksadaran akan apa yang dilakukan, karena emosi telah menguasainya

Kecenderungan bertindak tanpa disertai berfikir terlebih dahulu bisa jadi sumber kesalahan yang tidak solutif, bahkan malah tambah masalah selanjutnya. Bisa dimaklumi karena ini terjadi pada anak-anak, mungkin memang saatnya mengajarkan tentang kata maaf

Coba kita urai dari kasus di atas ya?
kesalahan – orang yang berbuat salah – orang yang mengetahui kesalahan

Bagi anak kecil salah benar ya yang sesuai dirinya, padahal ada standar mana dikatakan salah dan mana dikatakan benar, mereka memang belum memahami ini
Jadi wajar jika ia melihat suatu kesalahan malah tambah dimarahi karena tidak sesuai dengan dirinya

Sebenarnya untuk meluruskan sebuah kesalahan itu sederhana, yaitu dengan membangun komunikasi 2 arah, akhirnya setelah saya coba ngobrol dan diskusi berdua akhirnya ia menyadari apa yang seharusnya ia lakukan

Komunikasi menjadi hal yang sangat urgent dalam menyelesaikan suatu perselisihan pendapat, jelas dikembalikan pada standar yang sama pasti akan ketemu. namun kalau masing-masing menjadikan ego sebagai parameternya ya akan jadi debat kusir 🙂

Mari belajar menerima kritikan jika memang kita salah dan belajar meluruskan kesalahan dengan membangun komunikasi yang sehat

#Sahurkata
#KMO03

Rate this article!
MAAF-1,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply