Lingkungan Bersih

Tingkat kesadaran masyarakat zaman sekarang sepertinya begitu minim, apalagi mengenai lingkungan. Contoh kecil dari minimnya kesadaran masyarakat mengenai lingkungan ialah tentang kebersihan. Padahal kita tahu kebersihan itu sebagian dari iman, Ingat loh sebagian bukan keseluruhan. Bayangkan hanya dengan menciptakan dan menjaga kebersihan kita sudah mengisi sebagian rasa keimanan kita, itu pemikiran secara religi.
Tapi sayangnya masih banyak orang yang mengabaikan hal tersebut. Padahal lingkungan yang bersih mencerminkan kehidupan yang sehat. Ada juga orang yang suka dengan kebersihan tapi malas menciptakannya, alhasil bukan suasana bersih dan nyaman yang tercipta melainkan tempat yang kotor dimana-mana. Nah, yang seperti ini penyakit susah diobati. Kalau sudah malas menyerang tiada obat selain niat dalam diri masing-masing untuk melakukan dan membuang kemalasan.
Kembali ke topik sebelumnya, sebenarnya ada sebagian orang juga yang sudah mampu menciptakan kebersihan di lingkungan rumahnya, tapi belum mampu menciptakan kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya. Contoh sederhana nya adalah dengan membuang sampah atau limbah rumah tangga tidak pada tempatnya atau sembarangan.
Sedikit cerita beberapa waktu lalu saat aku berangkat kerja, seperti biasa aku melewati jalan terdekat menuju kantor. Aku melihat rumput di sepanjang jalan sudah mulai tinggi dan aku berpikir sudah saatnya para petugas memotong rumput di sepanjang jalan itu. Berhubung berangkat kerja naik motor lengkap dengan helm, aku yang saat itu tidak memakai masker tidak sengaja mencium aroma yang amat menyengat seperti bau busuk dan seketika itu pula aku menutup hidung dengan tangan kiriku.
Rasanya mau muntah bila di pagi hari mencium aroma yang tidak mengenakkan, padahal pagi itu kan waktunya menghirup udara segar sebelum tercemar dengan berbagai polusi udara. Karena menghindari aroma yang tidak sedap itu akhirnya kecepatan pun bertambah. Biar dinginnya pagi menusuk tulang yang penting cepat terbebas dari bau busuk.
Siang hari waktunya istirahat, jam makan siang saatnya kembali ke rumah. Melintasi jalan yang sama saat pergi kerja, aku pun mempercepat kendaraan agar tidak mencium bau busuk lagi. Namun kecepatan motor terpaksa aku turunkan, ketika itu dari kejauhan aku melihat seorang wanita berusia sekitar empat puluh tahun mengendarai motor membawa bungkusan plastik besar berwarna hitam berhenti di pinggir jalan. Kepalanya menoleh ke kanan dan kiri seperti melihat situasi di sekitarnya, kemudian ia mencampakkan bungkusan besar itu ke rerumputan yang menjulang tinggi dan setelah aksinya selesai ia pun pergi membawa motornya dengan cepat.
Aku merasa heran, apa yang ia lempar ke sana? Dan jawaban pun terkuak keesokan harinya beberapa petugas kebersihan daerah memotong sebagian rumpun yang panjang dan menjulang. Aku melihat banyak sekali tumpukan sampah dengan berbagai macam warna bungkusannya. Aku baru tersadar bahwa sampah inilah yang menciptakan aroma busuk sehingga dada menjadi sesak bila menghirupnya.
Ulah siapakah ini? Tidak mungkin sampah itu berjalan sendiri, pasti ada yang membawanya. Mereka yang membawa sampah itu adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa tanggung jawab, rasa kepedulian dan kesadaran diri untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Padahal petugas kebersihan selalu mendatangi perumahan masyarakat untuk mengangkut sampah setiap rumah. Ya dengan bayaran tentunya, tapi tidak mahal juga. Kalau hanya lima belas ribu rupiah per bulan aku anggap sih wajar . Tapi kenapa berat banget mengeluarkan uang untuk kebersihan. Padahal buat diri sendiri loh bukan orang lain.
Nah, jika merasa rugi banget mengeluarkan uang sebegitu banyak hanya untuk sampah sendiri, pemerintah daerah juga sudah menyediakan tempat pembuangan khusus untuk sampah. Tempatnya biasa terbuat dari tong besar atau dari bata dengan bentuk petak dan besar. Para petugas juga selalu mengangkut dari sana.
Beginikah masyarakat sekarang, yang hampir keseluruhannya memiliki pendidikan tinggi tapi tingkat kesadarannya rendah. Dan bisa di pastikan dengan tumpukan sampah sebanyak itu bukan hanya satu atau dua orang yang melakukan dan di lakukan dengan sangat sering pastinya.
Tidak hanya kasus di atas, terkadang tanpa kita sadari kita juga telah mencemari lingkungan orang lain dengan sampah kita. Terkadang saat kita dalam perjalanan kita sering lupa untuk menyimpan sampah kita untuk di buang ke tempatnya, lebih sering membuang sampah di jalanan dengan alasan lebih praktis ketimbang harus menyimpannya sebentar dan membuangnya nanti di tempatnya. Bayangkan jika setiap orang membuang sampah sembarangan setiap harinya dan sampah itu semakin banyak menumpuk dampak nya pasti sangat buruk bagi lingkungan. Mulai dari lingkungan yang tidak sehat hingga banjir.
Sudah banyak contoh dari dampak sampah yang dibuang sembarangan, dan kita semua pastinya sangat tahu akan hal itu. Untuk itu mari sama-sama menciptakan kebersihan dari kita dan untuk kita sendiri. Tidak ada salahnya mengingatkan diri untuk selalu menciptakan dan menjaga kebersihan.
Lihat apa yang akan terjadi jika setiap orang memiliki pemikiran seperti itu, dengan sendirinya mereka telah mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Mulailah dari diri sendiri dan ajak orang lain untuk ikut serta. Namun pastikan mengajak orang lain dalam kebaikan tidak mudah, gunakan kata-kata yang baik dan lembut. Dengan mempraktikkan sendiri orang lain akan mudah mengikuti.
Semoga apa yang saya tulis bermanfaat dan dapat menyadarkan kita semua, bahwa menciptakan lingkungan baik, bersih dan sehat itu mudah di mulai dari diri sendiri. Jadilah orang yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Pangkalan Kerinci, 04 Juli 2018.

Liza Anjani

Rate this article!
Lingkungan Bersih,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: