KUTERHIPNOTIS GADGET DAN MEDIA SOSIAL

BISMILAH… Artikel saya kali ini diangkat dari kisah saya sendiri dan berdasarkan pengamatan dari orang sekitar,dan khusus saya hadiahkan buat diri sendiri sebagai bahan perenungan tentang bahayanya gadget dan media sosial bila kita salah dalam menggunakannya.Siapa tahu bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya,sejak kehadiran barang pintar ini terasa kehidupan semakin semarak.Kita bisa tahu dunia manapun,berita apapun,dan berkenalan dengan orang-orang seluruh dunia.Hanya dengan barang yang kelihatan tidak terlalu besar tapi kita bisa menemukan apapun disitu.Kenapa saya katakan gadget dan media sosial bisa menghipnotis diri,karena yang saya amati dari diri saya sendiri kemana-mana tanpa gadget rasanya ada yang lain ,terasa hampa. Yang paling saya ingat ketika mau bepergian bukan perlengkapan yang lain tapi nomer satu adalah gadget, memasak disamping ada gadget,bersih-bersih rumah disaku baju ada gadget,bicara sama suami dan anak sebelah ada gadget,tidurpun ada gadget pula,yang parah sedang sholat gadget berbunyi sudah tidak khusuk lagi karena ingin tahu siapa yang kirim wa atau telepon.

Dan itu bukan saya sendiri anak-anak dan suami ikut seperti itu pula,tingkahnya semakin aneh setelah ada wifi dan perlengkapan lengkap dirumah kami.Berbincang-bincang dengan keluargapun disebelah kami masing-masing ada gadget pula. Begitulah setelah saya pikir-pikir kok hidup tersita disini,seakan-akan teman,suami,anak dan keluarga diganti dengan sebuah gadget. Gadget membuat tidak fokus dalam melakukan sesuatu karena otak hanya tertuju pada barang pintar itu.Seakan kita seperti robot yang dituntun mendekati barang pintar itu.

Memang semua informasi penting apapun ada digadget tapi kalau kita tidak bisa fokus pada yang kita hadapi, akan membuat waktu tidak berkualitas. Dan kita akan semakin jauh dengan orang-orang sekitar lebih nyaman ngobrol dengan teman dunia maya, yang kita belum tau sosok sebenarnya. Yang terkadang bisa membuat dampak negatif atau perselingkuhan terjadi. Kalau orang tidak punya pondasi iman dan takut pada diri sendiri dan Alloh. Yang sangat sedikit teman dunia maya memang mau menjadi sahabat yang bisa menginspirasi kita, yang bisa betul-betul mau memotivasi kita secara positif.

Media sosial menurut saya bila tidak dimanfaatkan sesuai kebutuhan berujung dengan kesenangan,dan kesenangan adalah bersifat nafsu. Nafsu identik dengan sesuatu yang minta kepuasan. Kita menjadi budak teknologi, hari-hari akan habis berlalu sedemikian rupa tanpa menumbuhkan kualitas hidup lebih baik. Kita lebih nyaman dengan gadget kita daripada olahraga atau mengerjakan hal yang lebih positif. Kalau mempergunakannya sebagai bahan motivasi dan informasi tidak masalah. Tapi kalau hanya sekedar menguplod yang tidak penting misalnya kita lagi marah sama pasangan buat status difb atau bbm, lagi kepanasan buat status,lagi ndak punya uang bikin status,minta sama ALLOH ada distatus juga. Menurut saya hal yang tidak bermanfaat seperti itu malah menjatuhkan harga diri kita kenapa..? Karena apa yang kiata alami orang lain akan mengerti kalau dibantu tidak masalah tapi kalau dikomen yang macam-macam apa tidak membuat sakit hati, ya kalau yang bisa terima , kalau tidak masalah akan semakin bertambah.

Semoga kedepan kita mampu memanfaatkan jejaring media sosial ini dengan lebih baik sesuai kebutuhan tanpa menimbulkan ketergantungan dan diri menjadi terhipnotis sehingga bisa menjadi budak teknologi. Sehingga kita mampu menciptakan norma-norma yang baik dalam mendidik keluarga kita. Ini hanya sebagai bahan perenungan kita saja semoga bisa bermanfaat, bila ada salah kata dalam penggunaan kata didalamnya mohon maaf karena diri ini masih harus selalu belajar, dan jangan lupa dikomen atau saran dari teman-teman semuanya. Semoga apa yang saya tulis tidak menimbulkan efek negatif bagi orang lain. Karena yang saya harapkan hanya saling meningatkan bila kita melangkah salah jalan.

Terima kasih dan salam sayang buat semuanya

Writter

Teratai

Rate this article!
author

Author: 

One Response

  1. author

    ikaprat1 year ago

    bener mba…kalau kata anak saya, gadget itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

    Reply

Leave a Reply