Ku Khitbah Kau Dengan Bismillah

Ku pinang dengan bismallah, sebuah kata yang singkat namun bermakna. Mungkin tidak semua orang atau laki- laki yang siap mengutarakan niatnya kepada kaum wanita. Ketika laki- laki sudah siap maka maka bagi mereka mengungkapkannya dengan niat dan atas restu Allah Swt, ketika ada seseorang yang siap dan mengutarakan ungkapan tersebut kita tidak serta merta menjawab dengan mudah. Namun harus dengan kaidah yang Allah berikan kepada kita.

Dalam proses khitbah, saaling mengenal adalah anugerah. Darinya hadir rasa bahagia, dihargai dan bisa saling berbagi. Saling mengenal atau dalam islam sering disebut sebagai ta’aruf. Ta’aruf bisa terjadi kapan saja dan tanpa diduga-duga, bisa terjadi lewat pertemuan yang tanpa disengaja ataupun diengaja. Dari sekedar tersenyum, bertegur sapa, say hello, dan bahkan ada yang saling mencinta.

Ratusan bahkan jutaan orang yang ada di sekeliling dan sekitar kita dapat mengenal satu sama lain jika mereka mau. Allah SWT. berfirman: “ Hai manusia sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal ” (Q.S. Al-Hujuraat : 13).

Seorang laki-laki muslim yang akan menikahi seorang muslimah, hendaklah ia meminang terlebih dahulu karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain. Dalam hal ini Islam melarang seorang laki-laki muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيْعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيْهِ، حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya.”

Mungkin banyak saat ini yang sedang menanti hadirnya seseorang, atau lebih tepatnya seorang pendamping hidup, kita berbicara ruang lingkup ta’aruf bukan pacaran kalo pacaran bukan menunggu seorangnya pendamping tapi lebih tepatnya menunggu siapa yang selanjutnya untuk  disakiti hatinya.

Tentu orang yang menanti hadirnya seseorang melalui ta’aruf  akan berbeda maknanya dibandingkan dengan orang yang menanti lewat proses berpacaran. Ta’aruf cinta adalah proses perkenalan yang bertujuan untuk mewujudkan dan menyempurnakan agama yaitu pernikahan. Tidak hanya ingin kenal. Dan bukan pula coba-coba siapa tau memang berjodoh. Lebih dari semua itu. Ta’aruf menjadi sangat mulia karena niat pelakunya yang suci. “Innamal a’maalu binniyaat”, segala sesuatu tergantung niatnya. Seseorang akan memperoleh apa yang diniatkannya jika memang belum mendapatkannya mungkin Allah sedang menguji kita dan Allah mengetahui yang terbaik untuk kita. Dan“ Man Shabara Zhafira” Siapa yang bersabar akan beruntung. Percaya kepada Allah karena Allah tahu yang terbaik untuk kita.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply