Kisah seorang sahabat

Ini adalah kisah dari seorang sahabat. Yah, sebut saja dengan panggilan “Hamba Allah”. Aku tak ingin membuat dia malu dengan tulisan yang ku buat di artikel ini. Aku memang telah mengenal dia sejak lama. Tanpa, aku sadari aku telah mengerti arti hidup yang sesungguhnya. dia adalah hamba Allah yang selalu terlihat ceria dihadapan sahabat-sahabatnya. Dia tak pernah menunjukan rasa sedihnya di depan orang banyak dan begitu hebatnya ketika dia menyembunyikan semua keluh kesahnya di depan sahabat-sahabatnya.
Telah banyak kisah-kisah dia yang menjadi motivasi dalam hidupku. Mungkin, buat orang yang baru pertama kenal dia, orang lain dapat menilai dia sebagai orang yang aneh bahkan abstrak. Yah, karena ku sendiri sejak mengenal dia. Aku merasa dia orang yang aneh yang tak layak untuk di jadikan sebagai teman. Jika, aku terus berprasangka buruk dengan oran lain. begitu naif dan sombongnya diri ini. Entah, dimulai dari mana perkenalan ku dengannya. Tapi, ini adalah anugerah yang Tuhan berikan pada diriku. Supaya aku selalu memperbaiki jalan hidupku dari seorang sahabat.
Oh tuhan,,,Begitu pahitnya perjalanan hidup dia (seorang sahabat). Aku kira dia adalah orang yang tak pernah terluka dan sedih. Tapi, ternyata aku salah besar. Karena begitu banyak kesedihan yang ia simpan dalam hatinya. Senyuman, canda, tawa yang ia berikan selama ini kepada sahabat-sahabatnya. Itu semua hanyalah senyuman dan canda, tawa palsu. Karena ia tak ingin sahabat-sahabatnya tau jika ia sedang terluka dan sedih.
Sungguh luar biasanya dirimu, sahabatku. Mungkin aku harus belajar banyak olehmu, yah’belajar bagaimana untuk bisa memaknai hidup dan tanpa harus mengumbar kesedihan di hadapan orang-orang banyak.
Satu kisah tentang dia, ketika ia menceritakan semua tentang dirinya kepadaku. Entah, aku harus kecewa atau sedih kepadanya. Oh, Tuhan sesungguhnya hanya diriMulah yang pantas untuk menghakimi sifat buruk dan baiknya dari diri seseorang.dia mengatakan jika ia adalah orang yang banyak berbuat dosa, pergaulan bebas yang telah ia lakukan di luar sana. Dan Melakukan perbuatan yang benar-benar dilarang oleh perintah Agama. Yang membuat ia lupa diri dan terhanyut oleh nikmatnya dunia pergaulan bebas.
Jujur aku sendiri bingung dengan apa yang ia lakukan dengan semua tingkah lakunya, aku pun begitu jijik dengan perbuatannya, ingin rasanya ku tampar mukanya sekuat-kuatya supaya ia sadar. Jika, semua itu tidak baik dan berdosa. Pantaskah aku jika aku berbuat seperti itu kepadanya? Rasanya, tidak pantas. Yah, tak mungkin aku menamparnya dengan tanganku, jika semua perlakuan itu terjadi terhadapnya. Sama saja aku telah meludahi diriku sendiri. Tuhan memang baik padaku, Dia ( Tuhan) mengirimkan seorang sahabat untukku, supaya aku bisa intropeksi diri dari semua tingkah laku ia yang terlihat olehku dan semua yang telah ia ceritakan padaku.
Waktu itu ia menceritakan kisahnya yang membuatku terenyuh. Yah, terucap dari bibirnya” kenapa ya yan (pyan namaku) hidup gue kok sepertinya sulit bangat dan gini bangat ya ? begitu banyak cobaan yang gue alami dan rasakan, gue serasa bekerja sendiri ? gue harus membiayai kakak gue yang seharusnya menjaga gue sebagai adiknya. gue rindu bangat sosok dari seorang kakak. Maka dari itu kenapa gue memilih jalan seperti ini, pergaulan bebas. Hanya untuk gue bisa melupakan semua masalah-masalah hidup gue dan bahkan hidup gue terlalu hina di mata Tuhan”.
Sayapun terhentak kaget dengan semua cerita yang terucap dari bibirnya. Saya pikir hanya saya yang mengalami masalah dan coban yang berat dari Tuhan. Apa ini jawaban Tuhan, kenapa aku kenal dia. Apa mungkin Tuhan Menyuruh aku untuk melihat perjalanan hidup dari seorang sahabat ini “Hamba Allah”
Oh, Tuhan maafkan aku jika, selama ini aku kurang bersyukur atas nikmat yang telah engkAU berikan. Begitu banyak nikmat-nikmat yang terjadi dalam hidupku ini. Tanpa-Mu aku lemah dan Tanpa-MU aku rapuh. Terima kasih teman dan terima kasih untuk sahabatku yang selalu mengajarakan bagaimana untuk bisa memaknai hidup yang sebenarnya.

Rate this article!
Kisah seorang sahabat,5 / 5 ( 1votes )
Tags: