KETULUSAN YANG MENJADI TULISAN

Masa kuliah, apalagi kuliahnya di Jurusan Arkeologi, itu identik dengan jalan-jalan. Ngga boleh lihat tanggal merah di kalender, pasti sudah ada jadwal ‘perjalanan’.  Yang dimaksud ‘perjalanan’ di sini adalah pergi keluar kota, untuk mempelajari situs-situs purbakala. Sekedar informasi, Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda purbakala peninggalan masa lalu. Tujuannya untuk  mengetahui kebudayaan nenek moyang kita. Lebih jauh, diharapkan kita bisa belajar dari sejarah masa lalu.

Hasil perjalanan biasanya kutulis menjadi sebuah artikel. Kebetulan aku adalah salah satu redaktur di majalah jurusan, bertugas di sini selama dua tahun. Namanya majalah “Romantika Arkeologia”.   Majalah ini membantu teman-teman lain yang mencari data-data untuk penulisan tugas,  skripsi atau hanya ingin membaca laporan perjalanan.  Mengetiknya masih menggunakan mesin tik manual, dengan kertas carbonize lhoo… Oh iya, aku kuliah di Arkeologi FSUI. Tercatat sebagai mahasiswi angkatan 1986 dan lulus tahun 1991 (jangan kaget ya bacanya, karena mungkin ada yang belum lahir ya?).

Berjalannya waktu, setelah lulus kuliah, kesibukan bekerja (di bidang non-arkeologi),  menikah, dan mengurus anak, membuatku lupa atau tak sempat menyalurkan hobi menulisku. Tak terasa, usiaku kini  sudah 47 tahun. Bahasa gaulnya adalah “Emak-emak  JELITA” , artinya “ibu-ibu Jelang Lima puluh Tahun” hehee. Kedua putriku sudah tumbuh besar. Mereka kuliah di ITB Bandung dan kost di sana, sementara mamanya tetap tinggal di Jakarta.

Dua tahun belakangan ini,  aku bekerja di bidang komunikasi publik. Pekerjaan yang menangani kegiatan-kegiatan publik yang berhubungan dengan kebudayaan. Seperti membuat program publik, namanya Love or Lost. Dengan sasaran anak-anak muda, agar mereka mau mencintai Warisan Dunia. Juga melakukan penulisan kajian revitalisasi museum, penulisan panel-panel museum juga pameran. Bahkan harus sering bepergian keluar kota. Terutama ke tempat-tempat yang ada benda-benda peninggalan budayanya. Bagai ditarik kembali oleh mesin waktu, aku terlempar ke masa laluku lagi, saat kuliah di Arkeologi dulu. Menyenangkan sekali…

Namun, alangkah sayangnya jika pengalaman yang kumiliki, perjalanan yang kulakukan, berhenti hanya pada diriku saja. Aku ingin berbagi dengan orang lain, lewat tulisan dan juga foto. Sehingga mereka bisa tahu ‘dunia lain’ di luar kehidupan sehari-hari mereka. Namun aku merasa kemampuan menulisku amatlah minim. Banyak hal yang ingin kucurahkan, tapi sulit untuk menuangkannya ke dalam satu bentuk tulisan yang menarik. Karena itu aku harus belajar menulis lagi.

Alhamdulillah, ada Kelas Menulis Online, yang bisa membantuku untuk belajar menulis. Dan dilakukan tanpa harus datang ke kelas. Para mentornya menyenangkan. Mereka masih muda, imut-imut dan cantik. Dan ada yang ganteng juga lhooo. Harapanku,  semoga aku bisa membuat tulisan yang bagus dan bermanfaat. Bisa menjadi inspirasi, referensi dan motivasi bagi yang membacanya.  Ku yakin, “suatu ketulusan akan menjadi  jiwa sebuah tulisan .

 

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply