Ketika Jodohku Datang Terlambat 2

Semua orang pasti memiliki kriteria tersendiri terhadap pemilihan jodohnya (ya hampir mirip pilpreslah), emang persamaannya dimana? Nih ya, kalau pilpres itu memilih kepala negara, nah kalau ini mau milih kepala rumah tangga. Memilih kepala rumah tangga juga termasuk persoalan yang berat. Emang berat dimananya? Cuma mau mimpin istri sama anak – anaknya aja dibilang berat.

Kalau dibilang mudah untuk memimpin sebuah rumah tangga, kenapa saat ini masih banyak terjadi KDRT? Anak – anak yang ditelantarkan oleh orang tua, istri yang tidak taat suami, banyaknya kasus perceraian dan lain sebagainya. Kalau ada yang mau kasih masukan atau ada yang pernah mengalami kegagalan dalam rumah tangga    boleh untuk share, agar bisa menjadi bahan pelajaran  buat yang belum menikah, termasuk saya (promosilah sedikit, siapa tahu abis ini ada yang mau diajak menikah).

Allah Swt berfirman dalam surat An Nisa ayat 34 : “ Kaum laki- laki itu adalah pemimpim kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki – laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka menginfakkan sebagian harta mereka “ Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa laki – laki itu adalah pemimpin wanita. Oleh karena itu Allah telah memberikan berbagai kemampuan kepada laki – laki sebagai bekal untuk menjadi pemimpin. Entah itu dari segi postur tubuh yang kuat, laki – laki yang lebih mengedepankan logika dalam menyelesaikan berbagai problematika rumah tangga yang cukup rumit nah berbeda dengan wanita yang penuh dengan kelembutan, biasanya sering membawa perasaan dalam menyelesaikan masalah atau biasanya lebih sering nangis kalau lagi ada sesuatu dan hal fitrah seorang wanita yaitu mengandung dan menyusui sehingga sangat tidak relevan jika seorang wanita dibebani menjadi seorang pemimpin, walaupun pada kenyataannya banyak juga wanita yang menjadi pemimpin. Tetapi secara kodratnya laki – lakilah yang menjadi seorang pemimpin.

Perlu digarisbawahi bahwa menjadi seorang pemimpin bukan berarti bisa berlaku seenaknya terhadap istri ataupun anak – anaknya. Itulah sebabnya kenapa seorang lelaki harus memiliki landasan agama yang kuat dalam menjalankan kepemimpinannya. Berdasarkan landasan agama ini, maka akan terjadilah kepemimpinan yang bertanggung jawab dalam hal mengurus, mendidik dan menjaga segala sesuatu yang ada di dalam rumah tangganya kelak. Bertanggung jawablah dalam rumah tanggamu karena tanpa istrimu kita (laki – laki) tidak akan pernah menjadi seorang pemimpin dalam rumah tangga.

Ketika apa yang kita inginkan belum terkabul, cukup kembalikan pada diri kita. Aku mencintaimu dan aku ingin menikahimu tetapi hanya jawaban maaf (ditolak) yang diterima. Tanyakan pada diri sendiri, sudah siapkah menjadi pemimpin??? Seorang pemimpin yang bukan hanya untuk 5 – 10 tahun saja tetapi seorang pemimpin sampai datang ajal menjemput dan semoga hanya sekali untuk seumur hidup!!!

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply