Ketika Anak Berbohong

Menurut Statisticsbrain.com, 60 persen orang-orang berbohong setidaknya sekali dalam 10 menit percakapan. Bisa jadi orang-orang tersebut berbohong untuk menghindari konfrontasi, menyelamatkan diri, mendapatkan apa yang diinginkan atau hanya ingin terlihat baik.

Sebagai orangtua, tentu kita ingin agar anak kita menjadi anak yang jujur. Itu sebabnya, orangtua akan selalu berusaha menjadi tauladan yang jujur.

Namun, bagaimana jika anak kedapatan berbohong? Apakah orangtua boleh langsung marah? Atau mencari tahu terlebih dulu, kenapa anak berbohong?

Fitrah anak-anak adalah bersih. Mereka belum mengetahui konsep benar dan salah. Maka, menjadi tugas kita untuk mendidik anak.

Bohong bagaimana yang biasanya dilakukan anak? Dan seperti apa tindakan yang harus dilakukan? Berikut ini adalah 5 hal mengenai tipe anak yang berbohong.

1. Berimajinasi
Anak-anak memang memiliki imajinasi tinggi, tapi kerapkali mereka tidak bisa membedakan mana yang nyata atau mana yang khayalan. Mereka biasanya akan merasa hebat atau merasa lebih baik, jika cerita mereka ditambah-tambahkan.

Anak dengan imajinasi luar biasa, akan bisa menjadi pendongeng yang baik. Sebagai orangtua, tentu kita tidak ingin mematikan imajinasi anak bukan?

Yang dapat kita lakukan adalah tetap antusias terhadap cerita anak, puji bahwa ceritanya menarik dan anak berbakat sebagai pendongeng. Tapi tetap beritahu anak, mana yang nyata dan mana yang khayalan.

2. Menghindari Konfrontasi
Anak cenderung menghindari hukuman. Mereka akan berkelit atau berbohong agar tidak dihukum.

Jika ini biasa dilakukan anak, silakan dicek kembali pola asuh yang diterapkan ke anak. Ayah Bunda bisa menjelaskan ke anak mengenai pemahaman konsekuensi.

3. Pura-pura
Setipe dengan si imajinasi tinggi, hanya bedanya anak yang suka sekali berpura-pura ini untuk menghindari sesuatu yang tidak disukainya. Misal, pura-pura sakit saat pelajaran yang tidak dia sukai.

Jika anak dalam fase ini, sebagai orangtua kita harus mencari tahu apakah ada yang mengintimidasi anak, atau hal yang mencetuskan rasa takut pada anak.

4. Ingin menyenangkan orang lain
Anak dengan tipe ini, senang jika orang lain senang sampai rela berbohong.

Dalam pengasuhan anak, ketika anak berbuat kesalahan, sebaiknya tidak langsung berkata ini tidak baik. Katakan kepada anak, semua orang berbuat kesalahan. Kita bisa belajar dari kesalahan. Biarkan anak tahu, bahwa kita menyayangi mereka tanpa syarat dan bantu anak untuk memperbaiki kesalahannya.

5. Tidak mau kalah
Dalam keseharian anak, seringkali mereka mengobrol dengan teman sebaya bukan?

Anak yang tidak mau kalah, cenderung melebih-lebihkan ketika bercerita. Misal, teman anak bercerita kalau dia baru dibelikan sepeda. Maka, anak tidak mau kalah bercerita bahwa dia pun baru dibelikan sepeda. Berbohong seperti ini, bukan hanya tidak jujur. Akibat lebih jauh, anak bisa kurang disukai oleh teman-temannya.

Yang bisa orangtua lakukan untuk hal ini adalah membantu anak untuk mengembangkan rasa percaya diri anak dan fokus terhadap kelebihan anak. Orangtua juga sebaiknya tidak membanding-bandingkan anak dengan yang lain.

Momen Ramadhan ini sungguh tepat sekali untuk menerangkan pada anak arti kejujuran. Orangtua bisa memulai dari diri sendiri dan mencontohkannya kepada anak.

(Ayas Ayuningtias)

#SahurKata #KMO12

Rate this article!
Ketika Anak Berbohong,5 / 5 ( 1votes )
Tags: