KESENANGAN YANG MENGHANCURKAN

KESENANGAN YANG MENGHANCURKAN
BISMILLAH…

Kehidupan yang penuh dengan gemerlapan dan hiruk-pikuk kesibukan manusia, yang membuat manusia lupa akan dirinya sendiri.Sebenarnya apakah tujuan sebenarnya berada didunia ini, ataukah hanya sekedar memenuhi pemenuhan sehari-hari kita saja.Gemerlapnya dunia memang sangat menggiurkan,apalagi membuat kita merasa nyaman dan senang berada disitu. Kita tidak sadar ingin berada disitu, dan tidak mau lepas dari keadaan yang kelihatannya membuat kita nyaman tetapi malah menghancurkan diri kita sendiri. Kesenangan membuat kita sering lupa dan lalai,kesenangan hanya menjanjikan kesenangan sesaat saja. Habis itu kita akan merasa menyesal selamanya,sesung guhnya keadaan kita didunia itu hanyalah sementara.Kehadiran kita didunia adalah untuk mengenal dan mengabdi sepenuhnya pada ALLOH SWT,kematian akan datang tiba-tiba dan memisahkan mereka.Yang ketika itu tidak berarti lagi harta banyak,anak-anak yang menawan,istri cantik dan segala popularitas.

Mereka yang sadar dengan tujuan ini tak akan tergiur dengan kesenangan sesaat yang menghancurkan diri kita sendiri,kita akan selalu menyibukkan diri dengan beramal untuk bekal akhe rat kelak.Setiap hari yang dilaluinya adalah melakukan segala kebaikan setiap saat yang dijalani adalah hal positif saja. Alloh SWT berfirman:
“ Ketahuilah sebenarnya kehidupan dunia adalah permainan dan sesuatu yang melalaikan,perhiasan dan bermegah-megahan.Diantara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak,seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani,kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.Dan akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh SWT serta keridhoannya, Dan kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu”(QS Al-Hadid(57):20)
Sesungguhnya kesenangan dunia digunakan juga sebagai perangkap iblis untuk menjerumuskan manusia,dan tipu muslihatnya sangat halus sekali. Bila kesenangan yang kita lakukan itu kita inginkan berulang-ulang dan itu mengikat pikiran dan hati kita. Maka secara tidak sengaja kita sudah terjebak oleh rayuan iblis laknatulloh,misalnya kita mempunyai hp dengan segala fasilitasnya membuat kita lupa dan enggan untuk melakukan ibadah, atau menonton TV membuat kita kecanduan dengan salah satu acara kesayangan kita, sampai kita lupa dengan tanggung jawab kita pada Alloh SWT. Kita melihat fakta dilapangan bahwa kebanyakan manusia terperdaya akan hal itu, menikmati kesenangan sesaat yang mengikat pikiran dan hati kita.

Kesenangan adalah bersifat relatif saja, teruslah untuk waspada terhadap diri agar tidak terperosok dalam jurang hitam yang bisa menghancurkan diri kita sendiri. Ketertarikan pada dunia adalah bukan tujuan,tapi merupakan sarana menuju kesempurnaan kita untuk selalu belajar mendewasakan diri kita supaya menjadi jiwa-jiwa yang diridhoiNya. Dan dunia adalah sebagai modal dan ladang kita untuk selalu memberikan pelayanan pada suruh mahluk hidup. Semoga kedepan selalu eling dan waspada akan gerak dalam kehidupan ini menuju hidup kekal nan abadi suatu hari nanti amiin
Writter
Teratai

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply