Kendala Penulis Pemula dan Cara Mengatasinya

Awal seorang memiliki niat ingin menjadi seorang penulis, maka orang tersebut berusaha terjun dalam dunia tulis menulis. Terbayang dibenaknya bahwa menulis itu mudah, selancar berbicara dan tidak perlu banyak aturan. Namun kenyataannya ketika ingin praktek membuat sebuah karya selalu mentok dideretan huruf abjad. Pernahkah Anda mengalaminya?

Jika Anda pernah mengalami keadaan seperti ini maka yang perlu Anda lakukan adalah mengenali apa saja kendala dalam menulis. Apa yang membuat Anda merasa sulit merajut kata?

  • Sulit Merangkai kata, lakukan cara ini

Jika kendala menulis yang Anda alami karena masalah kosakata maka perbanyaklah membaca.

Hubungan antara menulis dan membaca ini sangat erat kaitannya. Menulis ibarat mengasah semua imajinasi dan mengeksekusi ide, sedangkan membaca sebagai media menambah pengetahuan dan wawasan.

  • Tidak Tahu Teknik Menulis, Ikuti Kelas Kepenulisan¬†

Cara lain yang dapat Anda lakukan agar dapat menulis dengan mudah yaitu mengikuti pelatihan menulis baik secara offline maupun online. Keduanya memiliki nilai plus minusnya. Namun jika Anda tetap ingin belajar maka Anda harus serius dan fokus. Niatkan yang kuat ketika sedang menuntut ilmu dalam teknik kepenulisan. Apa yang membuat Anda sulit bisa Anda Konsultasikan pula ke mentor. Biasanya mentor kepenulisan sudah memahami semua kendala yang dialami penulis pemula dan akan memberikan solusi agar Anda dapat memulai menulis dengan lancar.

  • Semangat Menulis Naik Turun

Salah satu yang membuat penulis pemula tidak pernah menyelesaikan tulisannya adalah motivasi menulis yang sering sekali naik turun. Masih merasa bahwa tulisan yang dibuatnya ini mau kemana, kebingungan yang bersarang menjadi serangan balik padanya. Sehingga naskah tak kunjung selesai. Terkadang hanya menatap layar laptop selama berjam-jam tanpa ada rangkaian kalimat yang dihasilkan.

  • Ketakutan dan kurang percaya diri

Pernah tidak mau nulis aja takut? takut salah, takut jelek, takut dibaca orang, takut-takut yang akhirnya menjadi penyakit akut penulis pemula. Sehingga membunuh potensi diri untuk memulai berkarya, dan berlanjut dengan penyakit krisis percaya diri. Ketidakpercayaan diri ini menjadikannya ketakukan dalam merajut kata. Sehingga akhirnya tidak ada tulisan yang dibuat, sedangkan hati kecil menjerit “kok, nulis aja susah sih”.

Buang segala ketakutan itu, percayalah jika Anda awali niat menulis dengan baik, maka Anda akan mendapatkan feedback yang baik pula. Tidak perlu mendengarkan suara bising dan kritikan yang membuat Anda kembali kehilangan percaya diri dan menjadi takut menulis, belajar itu proses. Tidak ada yang instan. Manusia adalah makhluk pembelajar. Belum ada bayi yang terlahir langsung jago dibidangnya. Semua butuh proses panjang hingga ia bisa dikatakan expert dibidangnya.

  • Management Waktu

Ini yang selalu diteriakkan para penulis pemula. Berdalih menjadi manusia paling sibuk seduia. Padahal para penulis terkenal sekalipun tidak ada yang hidupnya santai, mereka juga berjuang ditengah kepadatan jadwalnya untuk tetap berkarya. Bagi para penulis pemula yang masih belum dapat memanage waktu dengan baik bisa lakukan cara membuat agenda harian, lalu setelah dicatat semua aktivitas harian mana yang bisa dipangkas karena dirasa kurang produktiv diganti dengan jadwal menulis rutin. Yuk dari sekarang buatlah jadwal harian dan jika Anda berani menantang diri sendiri untuk membuat target dalam menulis entah itu menulis artikel atau naskah. Yakinkan Anda adalah penulis yang berproses bukan penulis instan dengan segala kemudahannya. Karya Anda yang terbit adalah bukti dari usaha kerja keras dan doa Anda.

Salam Menulis

Ernawati Lilys

Divisi Media KMO

author

Author: