Kenapa teman-teman harus nulis

Kenapa teman-teman harus nulis

Cucu Siti Hasanah, A.Ma

KMO 8A (Kelompok VI)

Nulis…nulis…nulis…

Yup…itulah kata yang harus aku bedah, hingga aku tahu apa yang ada di dalamnya. Ooh, rupanya aku baru bisa memegangnya, lalu….?Yaa…aku harus bisa mengupasnya mulai dari permukaan hingga dasarnya yang nanti kan kutemukan apa yang selama ini kucari, yaitu kamu…..Nulis alias menulis.

Menulis akan kumulai dari mana ya? Entahlah… sekarang aku baru dalam proses memegang sambil mencoba proses untuk mengupas kulitnya, walau yang kurasa ‘kenyal-kenyal  alot’ alias butuh alat yang lebih tajam agar bisa mengupas dengan cepat hingga tahu apa itu isinya.

Sreet..sreet..sret. Alhamdulillah walau masih cukup jauh untuk menuju isi, aku sudah mulai bisa mengupas kulit permukaannya walau cukup lambat kurasa. Namun sedikitnya aku sudah mulai terbuka bagaimana cara menuju arahnya.

Menulis oooh menulis…ternyata aku mulai bisa menemukanmu sedikit demi sedikit walau masih tertatih-tatih untuk menggapainya. Namun aku harus tetap semangat!!!Aku bisa!!! Aku harus mau mencoba!!!

Yaaaa…itulah kata yang dianggap salah satu kunci untuk mendobrak pintu yang menghalangiku menuju tujuanmu yaitu aku harus bisa menulis hingga menjadi penulis bahkan sampai menjadi penulis handal…Aamiin.

Menulis oh menulis, ternyata walau baru satu kunci kutemukan, tak terasa jalan yang kurasakan terasa cukup mudah, yaitu salah satunya terungkapnya tetesan huruf menjadi sebuah kata hingga terkumpul menjadi sebuah paragraf sampai sebuah deskripsi yang semoga menjadi sebuah deskripsi tulisan yang bermanfaat.

Dengan menulis, ternyata terungkaplah perasaan-perasaanku untuk menuangkannya dalam sebuah deretan huruf hingga sampai sebuah tulisan karyaku yang walaupun baru dengan satu kunci yaitu rasa percaya diri (PD) ku yang terungkap dengan aku harus bisa dan mau mencoba. Perkara hasil urusan belakangan. Toh kuncinya pun baru satu. Masih banyak kunci-kunci yang harus kutemukan dan kucari agar bisa terkuak apa yang menjadi tujuanku yaitu bedah kata menulis.

Menulis bagiku merupakan jalan yang kususuri mengikuti jejak-jejak para penulis hebat yang telah menginspirasiku. Asma nadia salah satunya, merupakan salah seorang penulis luar bisaa yang karya-karyanya tidak hanya menjadi sebuah best seller dilihat dari sudut pandang penerbitan, tapi mampu mengubah jutaan wanita Indonesia. Catatan Hati Seorang Istri, Assalamu’alaikum Beijing, merupakan dua diantara sekian banyak karya beliau yang sangat fenomenal.

Menulis bagiku bukan hanya sekedar merangkai kata, menggores pena, tapi merupakan media bagiku untuk menunjukkan siapa diriku. Apa mauku. Mau kemana aku. Menulis merupakan sebuah perjalanan kehidupan. Perjalanan dari tidak bisa menjadi bisa, tidak ada menjadi ada. Setiap kata demi kata adalah lembar demi lembar kisah hidupku. Potongan demi potongan fragmen diriku. Cintaku pada suamiku, seperti itulah cintaku pada dunia menulis. Selalu bertambah dan semakin bertambah. Walaupun setiap hari demi harinya aku senantiasa harus belajar, bagaimana mencintai yang sebenarnya.  Tapi aku yakin, aku pasti bisa!

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply