Kenapa Saya Harus Menulis ?

Nama        : Regia

Kelompok : 08A (1)

Pj                : Aan Dann

Ada 2 hal mendasar yang melandasi kenapa saya ingin bisa menulis. Pertama, karena saya ingin menyalurkan emosi dan pikiran-pikiran saya dalam tulisan. Dan kedua, karena saya ingin tulisan saya memberikan manfaat bagi orang yang membacanya.

Dari kecil saya sangat senang membaca, dan pernah berangan angan untuk dapat menerbitkan buku sendiri. Tapi, menjadi penulis tidak pernah terpikir untuk dijadikan sebagai suatu cita-cita saat itu. Qadarullah, jalan kehidupan pun membawa saya menekuni bidang lain, dan kesibukan sekolah, bekerja, lalu menikah, membuat saya tidak terpikir sama sekali bagaimana caranya mewujudkan angan-angan tersebut.

Setelah memiliki anak, rutinitas membacakan buku sempat kembali memunculkan impian tersebut. “Kayaknya keren yaaa.. kalau cerita-cerita yang saya bacakan ke Rafa (anak saya) merupakan buah karya saya sendiri”, pikir saya saat itu. Sempat terpikir untuk memulainya dengan mencoba mengirimkan cerpen ke majalah Bobo, tapi lagi-lagi, hanya sebatas keinginan semata, tapi tanpa action yang nyata.

Sampai 3 tahun lalu saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan, saya mempunyai lebih banyak waktu untuk belajar. Saya berusaha mendatangi kajian-kajian ilmu untuk belajar lagi mengenai Islam, mengikuti seminar-seminar tentang parenting & rumah tangga sakinah, dan berusaha mencari pengetahuan lebih banyak tentang bagaimana menjadi istri & ibu yang lebih baik.

Di salah satu kajian parenting Ustad Bendri, beliau menjelaskan kalau salah satu keterampilan yang selayaknya dimiliki oleh seorang ibu agar dapat menjadi ibu yang sehat adalah skill menulis. Beliau memaparkan bahwa Imam Nawawi mengatakan, “Menulislah, sebab menulis itu menentramkan jiwa.” Maka ibu disarankan untuk membiasakan menulis dengan jujur, untuk membiarkan sampah emosi mengalir melalui tulisan dan bukan ke anak. Dan ini yang saya perlukan, saya harus menulis sebagai kebutuhan  “nyalem” saya, menyalurkan emosi saya.

Di satu kesempatan pun saya pernah membaca, kalau menulis adalah salah satu jalan mengikat ilmu. Sering kali saat menghadiri kajian ilmu, atau membaca sebuah buku yang bagus, saya ingin sekali berbagi pengetahuan yang saya dapatkan dengan orang lain.  Apalagi kalau mengingat kita tidak akan membawa apa-apa saat kematian menjemput, kecuali 3 perkara; doa anak yang soleh, sedekah jariah, dan ilmu yang bermanfaat. Saya berharap dengan menulis dan menerbitkan buku yang membawa manfaat bagi orang lain, insyaaAllah bisa menjadi salah satu tabungan saya untuk bekal di akhirat kelak.  Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah pun bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”, dan saya ingin menjadi salah satu manusia itu.

Bismillah, dengan niat lillahi ta’ala, semata mengharapkan semua yang saya lakukan sebagai bentuk ibadah, semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran untuk mewujudkan ikrar saya agar dapat menerbitkan buku. Tidak ada yang kebetulan terjadi di dunia, semuanya pasti terjadi atas izin Allah, termasuk kenapa saya bisa bergabung di KMO, insyaaAllah ini menjadi jalan belajar saya untuk bisa dan mahir menulis, aamiin.

Rate this article!
author

Author: