Kenapa Harus Menulis?

KENAPA HARUS MENULIS ?

Kenapa harus menulis?, sebuah pertanyaan yang kelihatannya sederhana tetapi sarat makna. Perlu merenung berhari-hari untuk benar-benar mendapatkan jawabannya. Karena memang setiap orang pasti punya beragam jawaban mulai dari yang sederhana seperti hobby sampai ke yang ngejlimet seperti menulis untuk merubah peradaban bangsa or dunia. Buat saya, dulu ketika kecil….menulis adalah cara saya meluapkan emosi, ketika sedih,ketika merasa sendiri,ketika merasa tersakiti, ketika merasa dunia tidak adil pada diri saya pribadi atau terhadap ibu saya.

Dulu saya menulis ketika saya protes dan tidak mau sekolah lagi setelah 3 hari sekolah di kelas 1 (karena bosen disuruh bikin bulet buletan dan pager pageran). Saya juga menulis ketika marah pada bapak, pada keadaan dan ketika benci itu mulai tertanam. Menginjak smp, bahan tulisan saya bertambah karena mengalami cinta monyet (hihihi), dan mungkin beberapa pertengkaran kecil dengan sahabat-sahabat dan teman-teman saya. SMA, tulisan saya lebih ke makalah tugas sekolah, jurnal praktikum,resume pelajaran. Kuliah, saya mulai mencoba membuat karya tulis ilmiah untuk dilombakan, gak menang sich tapi gak apa-apa, at least saya sudah mencoba.

Zaman kuliah juga saya mulai membaca banyak ragam tulisan, mulai novel,komik,sejarah islam,feminisme,komunisme,fiksi ilmiah dan masih banyak lagi. Saya mulai menggemari para penulis yang sangat handal merangkai kata dan dapat membawa pembaca terhanyut oleh tulisannya, sebut saja Helvy Tiana Rossa, Asma Nadia, Pipit Senja,Andrea Hirata,Nazwa El Sadawi, J.K. Rowling. Helvy Tiana Rossa dengan Mas Gagahnya mulai menyapa saya ketika SMA, sungguh sebuah bacaan yang baik tentang persaudaraan sedarah dan se iman…dimana kakak laki-laki menjadi contoh untuk adik perempuannya, bahasa yang sangat apik dan menarik membuat saya tidak bosan menunggu episode lanjutannya di majalah Annida. Asma Nadia, adik Helvy ini adalah penulis favorit saya, hampir semua buku dan novelnya saya beli dan saya baca, bahkan saking bersemangatnya novel rumah tanpa jendela ada 2 ternyata di lemari saya (artinya saya beli buku yang sama 2 x hihihi), Asma pintar mengaduk emosi pembaca dengan bahasanya yang puitis dan sistematis, saya suka sekali dan someday saya ingin menjadi Asma.

Pipit Senja, seorang ibu yang sangat struggle melawan penyakitnya dan tetep bisa berkarya dengan produktif
Andrea Hirata, semua novelnya membuat semangat saya menjadi pemimpi semakin besar, saya yakin mimpi-mimpi saya bisa saya bumikan dengan langkah-langkah kecil yang saya mulai.

Nazwa El Sadawi, seorang dokter yang mengangkat isu feminis menjadi tulisan, feminisme seorang nazwa tidak seperti stigma yang selama ini lekat pada kata feminis (stigma negatif), nazwa membuka cara pandang saya tentang feminisme yang sesungguhnya.

Yang terakhir J.K. Rowling, seorang wanita yang penuh imajinasi, imajinasi yang jarang orang pikirkan
Sehingga bisa menjadi karena yang fenomenal dan mendunia, menjadi buku yang bukan lagi trilogi atau tetralogi tapi lebih dari itu dan tidak pernah membosankan untuk dibaca….1 kata amazing buat penulis yang 1 ini.

Saya ingin seperti mereka, saya ingin pembaca tahu apa yang saya alami dan saya rasakan, saya ingin mempengaruhi pembaca, saya ingin pembaca larut dalam tulisan saya, saya ingin menjadi kenangan yang indah di hati pembaca.

Dan yang terakhir alasan saya untuk menulis adalah anak-anak saya. Saya ingin ada di setiap hari-hari mereka tetapi tetap bisa produktif, saya ingin bisa bekerja dari rumah, saya ingin berhenti bekerja seperti sekarang dan menjadi full time mom and part time writer. Bismillah.

Jakarta,14 Desember 2016
Arkhi Roslia Yuvie

Rate this article!
Kenapa Harus Menulis?,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: