Kenapa ‘Harus’ Menulis?

Kenapa kita harus menuju arah tujuan, kenapa kita harus belajar, kenapa kita harus membaca, kenapa kita harus menyanyi dan seterusnya. Tentu sama dengan pernyataan sikap atau pengakuan kita atas keharusan menulis.

Huruf demi huruf, kata demi kata terangkai menjadi kalimat yang mengandung pesan. Tak ubahnya panca indera masing-masing cara tersendiri dalam menyampaikan pesan. Himbauan, ajakan, atau informasi merupakan bentuk atau sifat sebuah pesan.   Siapa yang harus menerima pesan adalah tujuan akhir dan reaksi adalah harapan yang bermakna.

Semua orang sejatinya memiliki pesan dan harus disampaikan. Paling tidak tersimpan dalam ingatan sendiri. Tulisan adalah salah satu cara sekaligus media pengingat atau catatan yang mana kapanpun bisa dibaca oleh siapapun.

Situasi dan kondisi diri serta lingkungan, bisa menjadi pesan yang niscaya bermanfaat bagi kita jika dituangkan dalam bentuk tulisan. Keterbatasan lisan dalam berpesan akan disempurnakan dengan tulisan.
Kita bisa berkata-kata tanpa batas jika dituangkan dalam tulisan. Membaca kejadian di sekitar kita, kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan juga bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan.

Seyogyanya kita senantiasa berusaha untuk menulis. Semua orang memiliki kesempatan untuk menulis. Maanfaatnya akan dirasakan banyak orang, terlepas dari dampak negatif yang tentunya bisa timbul juga.

Contoh sederhana penulisan pesan dalam menulis gagasan atau pikiran yang dituangkan dalam ‘sosial media’. Hal yang demikian merupakan pesan pribadi ataupun pesan yang terbaca dari lingkungan sekitar. Akan begitu cepat pesan tersampaikan dan terbaca oleh pembaca. Reaksi pasti akan timbul dan bisa merubah situasi dan kondisi yang terjadi.

Banyak upaya yang bisa dilakukan jika ingin merubah kondisi dan suasana. ¬†Tentu salah satunya adalah menulis. Menulis menjadi wajib manakala segala sesuatunya perlu diketahui bahkan menjadi dasar acuan ‘pengambil keputusan’. Demikian juga tulisan yang sarat akan ilmu, sain, dan teknologi. Informasi menjadi penting jika ditulis dan disampaikan secara apik, jujur, dan bermanfaat. Tidak sekedar sebagai bacaan, namun mampu merubah pola pikir ‘pembaca’.

Mengawali dalam kegiatan menulis, tentu banyak ‘alasan’ yang menghambat, seperti kurang semangat, menjadikan tertundanya dalam menyelesaikan sebuah artikel misalnya. Upaya mencoba, tanpa menunda, kondisi ‘sulit’ akan berubah menjadi ‘mudah’ dan semakin mudah. Terinspirasi dari artikel yang menyebutkan bahwa kegiatan menulis membuat awet muda, tidaklah salah. Menulis itu berawal dari pengamatan, membaca, dan berpikir kritis, selanjutnya dituangkan dalam bentuk tulisan, ternyata membuat otak aktif bekerja. Terjadi pembakaran kalori seperti halnya berolah raga. Maka terjadi regenerasi sel atau peremajaan. Dari sisi kesehatan, manfaat menulis tentu perlu analisa lebih banyak lagi.

Menulis menjadi penting manakala dilakukan penuh keikhlasan, jujur, dan dihayati betul dalam sikap empati. Merubah peradaban, menciptakan toleransi, penuh keberpihakan pada kebenaran serta keadilan menjadi tujuan akhir yang harus dikedepankan juga dalam menulis. Wallhu’alam bishawab.

 

Rate this article!

2 Responses

  1. author

    siti rokhilah2 years ago

    Keren, mas.
    Lanjutkan! Semangat yaa..

    Reply
    • author
      Author

      Hery Budiyanto2 years ago

      Ok mba, thanks yaa supportnya…

      Reply

Leave a Reply