Kenapa Harus Menulis?

Oleh Azizah Noor Qolam
(Alisa Septiyani Azizah)

Menulis adalah salah satu hobi sekaligus cita-citaku. Sejak masih menggunakan seragam merah putih buku dan pena sudah menjadi teman sejatiku. Entah darimana keinginan menjadi seorang penulis terpatri di dalam jiwaku. Bagiku menulis tidak hanya sebagai media untuk meluapkan perasaan, tapi juga sebagai sarana dakwah. Melalui tulisan kita bisa mengubah pola pikir manusia. Seperti halnya buku “Cinta Laki-laki Biasa” karyanya Bunda Asma Nadia. Buku yang sudah diadaptasi menjadi sebuah film ini. Mampu membuat para pemuda yang sudah bertahun-tahun pacaran, akhirnya mengajak untuk ta’arufan. Malah sampai ada yang langsung mengajak menikah.

Begitu dahsyatnya sebuah tulisan bisa mengubah seseorang yang tadinya bersikap jelek menjadi baik. Yang tadinya biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Kemajuan teknologi pun sudah semakin canggih, banyak para penulis yang menulis hal-hal yang tidak berguna dan mungkin ingin menghancurkan akhlak generasi pemuda bangsa untuk menjadi sosok yang tidak baik. Kenapa aku ingin menjadi seorang penulis? Karena aku ingin mengubah peradaban bangsa kearah yang lebih baik. Dan juga ingin mengikuti jejak Ibnu Taimiyah yang melalui tulisnya bisa mengelilingi dunia dan menguak sejarang peradaban Islam diberbagai negara.

Sampai sekarang aku masih berjuang untuk bisa menjadi seorang penulis. Meski kegagalan terus saja mengikuti. Namun aku tak akan menyerah untuk menggapai semua mimpiku. Aku ingin menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban bangsa. Dan juga ingin membanggakan dan membuktikan bahwa seorang penulis bukanlah profesi yang tidak ada masa depannya. Bagiku menulis adalah sebuah dunia yang indah. Tak harus menjadi sarjana dulu untuk menjadi seorang penulis. Karena menulis bukan dilihat dari pangkat dan gelar. Tapi penulis dilihat dari seberapa luas wawasan yang dia miliki. Maka tidak aneh jika, buku dan pena adalah sahabat sejati yang tidak bisa dipisahkan. Meski dengan apapun juga.

Jika saja tidak hadist-hadist Imam Bukhari dan Muslim tidak ada yang menulisnya. Maka detik ini pun tidak kita tak akan bisa membaca karya-karya beliau sampai sekarang. Jika saja Utsman bin Affan tidak berinisiatif untuk menuliskan wahyu-wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Rasulullah SAW menjadi sebuah mushaf Al-Quran. Maka mungkin Wahyu Rasul SAW sudah lenyap ditelan masa. Karena semakin berkurangnya para penghapal Al-Quran disebabkan gugurnya mereka dalam peristiwa-peristiwa perang. Aku merasa kesal, bila ada seseorang yang meremehkan seorang penulis. Sebab mereka tidak tau, seberapa berharganya seorang penulis bagi kelangsungan peradaban dunia. Melalui tulisan juga kita bisa memberikan sugesti positif dan negatif bagi pembaca.

Bahkan bisa memotivasi mereka untuk berubah kearah yang lebih baik. Jika buku yang mereka baca memiliki pengaruh yang positif.

Itulah alasan-alasanku kenapa aku ingin menulis/ menjadi penulis? Sampai sekarang pun aku masih terus berusaha agar karyaku bisa terlahir dan bisa menginspirasi banyak orang.

Garut, 14 Desember 2016

Rate this article!
Kenapa Harus Menulis?,5 / 5 ( 1votes )

Leave a Reply