KEKUATAN PUJIAN BAGI SISWA

Pernah dipuji? Bagaimana rasanya? Menyenangkan bukan? Semua orang yang dipuji pasti sangat senang. Apalagi jika pujian itu dilontarkan oleh orang yang menyayangi kita, misalnya suami, anak atau orang tua. Bahkan bila dilontarkan oleh orang yang tidak kenal, rasanya pun tetap menyenangkan. Bila pujian itu tidak benar orang dipuji tetap akan senang. Apalagi jika pujian itu betul-betul diucapkan dengan dengan tulus.
Nah, Bisakah sebuah pujian merubah karakter seorang siswa? Kita lihat ilustrasi berikut:
Alif adalah seorang siswa di SMP, dia aktif di kepramukaan. Suatu hari dia diminta memimpin teman-temannya. Dia bisa melalukan itu dengan baik. Pembina pramukanya sangat puas dengan hasil kerjanya. Pembina pramuka menyampaikan pujian terhadap Alif di depan teman-temannya yang lain. Alif tersipu ketika dipuji. Dia merasa dihargai dan memiliki kebanggaan itu. Ketika dia diamanahkan tugas berikutnya dia akan berusaha melakukan itu dengan baik.
Untuk siswa yang beranjak remaja, pujian yang diberikan bertujuan untuk menghargai apa yang telah dikerjakan. Siswa usia ini senang dihargai, senang bila eksistensinya sudah diakui. Pengakuan atas dirinya membantu dia untuk memperbaiki diri. Jadi kata-kata pujian yang diucapkan membantu dia melihat bahwa beginilah dirinya.
Esensi dari pujian adalah pengghargaan. Orang yang dipuji diakui eksistensinya sebagai manusia. Rasa dihargai inilah yang masuk ke dalam alam bawah sadar dan kemudian bisa mempengaruhi tingkah laku manusia.
Itu tentu berbeda jika pujian ditujukan untuk siswa tingkat dasar. Untuk siswa tingkat dasar pujian harus sering diucapkan berulang-ulang. Pujian di sini sifatnya sebagai motivasi. Contoh misalnya: bila ada siswa yang belum rapi, maka guru memuji satu orang yang sudah duduk rapi untuk memotivasi siswa lain agar ikut rapi bersama.
Kemudian untuk sebuah perbuatan baik yang dilakukan harus diucapkan apa yang membuat kita memuji si anak. Misalnya jika si anak telah membuang sampah pada tempatnya, maka pujian yang diucapkan adalah “Terima kasih nak, kamu rajin sekali karena telah membuang sampah pada tempatnya.”
Mengapa kita harus menyebut perbuatan baik yang telah dilakukannya? Ini agar siswa mengetahui bahwa apa yang telah dia lakukan adalah sebuah perbuatan yang baik sehingga guru menyenangi perbuatan tersebut dan si anak mendapat pujian untuk apa yang telah dilakukannnya. Ini adalah sebuah pujian yang memberi motivasi pada si anak agar kelak dia mau mengulangi perbuatannnya kembali.
Untuk memberikan pujian ada syaratnya. Pertama, berpikiran positif pada siapa saja. Kedua, kita harus bisa menghargai sekecil apapun usaha yang orang lakukan. Tanamkan dalam hati bahwa semua siswa kita sedang berproses menuju ke yang baik . Jika kita memiliki rasa positif dan penghargaan yang baik, maka sekecil apapun usaha yang orang lain kerjakan, maka kita akan senang dan mau memuji.
Nah mulai sekarang rajin-rajinlah memuji siswa kita, dan lihatlah perubahan positif pada mereka.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply