Kekuatan Emak-Emak

Kekuatan seorang wanita dewasa itu berkali lipat jika dia sudah berumah tangga. Tak percaya? Mari kita buktikan di sini! The power of Emak (Kekuatan Emak), begitu saya sering menyebut kekuatan yang tanpa batas itu. Tak pernah habis oleh waktu. Pelbagai pekerjaan menumpuk juga tak mengisutkan angan, ketulusan, dan baktinya kepada pasangan.
Kekuatan membangun madrasah untuk anak-anak melalui pengetahuan yang harus dilahapnya terlebih dahulu, sementara pekerjaan rumah tangga tetap harus berjalan seperti biasa. Belum lagi ketika harus membantu keuangan keluarga. Udah kebayang kan capeknya? Mungkin karena itu Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada Emak lebih banyak daripada yang lainnya. Sebagaimana Rasulullah pernah menyebutkan “ibu, ibu, ibu, baru ayah” ketika ada seseorang yang bertanya kepada siapa dia harus berbakti pertama kali (HR.Bukhari no. 5971 dan Muslim no 2548). Hadits tersebut telah membuktikan bahwa kekuatan emak memang diakui sangat berpengaruh di dalam kehidupan berumah tangga.
Lihat saja, orang yang bangun pertama kali untuk mempersiapkan segala keperluan keluarga dan terakhir tidur setelah semua urusan selesai. Nah, masih ingat juga kan ketika kamu sakit, meskipun hanya demam? Siapa yang bolak-balik mengurus ini-itu, bahkan juga menggadaikan tidurnya demi mengurus anggota keluarga? Saya terkadang bingung dengan kekuatan para emak, entah menemukan di mana, sehingga tetap bertahan berjuang.
Belum lagi urusan uang dengan tetek bengek pembagian kebutuhan hidup. Apakah uang cukup sampai akhir bulan, biaya sekolah anak sudah kah terbayar, alokasi untuk tagihan biaya listrik apakah masih ada, kalau uang tidak cukup apa yang harus dilakukan? Pemikiran-pemikiran mengenai akuntansi rumah tangga akan berjalan. Semua itu untuk keluarga, beliau tidak akan sungkan menghilankan jatah keperluan pribadinya untuk kepentingan anggota keluarga yang lain.
Terkadang saya heran, kenapa emak bisa setangguh itu. Bukan apa-apa dibandingkan saya yang masih muda, sedikit-sedikit mengeluh di hadapan beliau ketika disuruh bantuin secuil dari pekerjaannya yang menumpuk. Padahal mereka tidak mengeluh ketika mengerjakan seabrek pekerjaan rumah, menyiapkan kebutuhan anggota keluarga, bahkan pergi bekerja. Ah, apakah memang begitu emak-emak, selalu menyembunyikan kelemahannya di mata anggota keluarga lainnya?
Satu hal lagi yang saya rasa adalah keajaiban dari kekuatan Emak. Emak dapat membaca pikiran kamu secara cepat. Namun, terkadang hanya menyembunyikannya, pura-pura tidak tahu. Kamu berbohong, beliau bisa menerka, meskipun kamu menyembunyikan dengan rapat. Karena beliau terlalu paham sampai di luar kepala tingkah laku kita. Apalagi lagi kalau anaknya lagi jatuh cinta, paham banget malah. Oke skip, skip. Lanjutkan bahasan yang lainnya. Hehehe.
Kecerewetan emak memang di ambang batas, tetapi kamu tetap rindu. Aneh bukan? Yup, karena beliau kamu merasa di zona nyaman. Pelukan yang mampu menenangkan dirimu akan memberi kekuatan baru. Percaya atau tidak, kekuatan doanya pun mampu menembus langit ke tujuh. Doa yang menemani kamu pergi berkelana.
Emak memang ibu rumah tangga, tapi jangan ragukan kemampuan mereka. Perjuangan untuk mengembangkan diri di sela-sela kesibukan lebih kuat dibandingkan para kawula muda. Adakah yang begitu? Banyak. Saya terkadang bingung dengan kekuatan mereka, didapat dari manakah? Atau Allah yang diam-diam memberikan kekuatan agar tidak menjadi beban bagi mereka?

Rate this article!
Kekuatan Emak-Emak,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: