Kekuatan Doa

Dulu, aku pernah melintasi sebuah gedung berkaca. Tidak tinggi tapi elegan.

Banyak orang bilang, gedung itu adalah gedung perkuliahan. Aku berpikir, ingin sekali merasakan bekerja di sana dengan atmosfer belajar yang begitu kental.

Allah mengabulkan keinginanku 9 tahun setelah aku melewati gedung itu pertama kali.

Dari cerita diatas kita tahu bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang baik bagi umatnya. Dikabulkannya doaku ketika aku sudah siap untuk menerimanya.

Sebagai Ibu, sudah tentu kita pasti ingin mendoakan yang terbaik untuk anak.

Salah seorang teman berkata, doakanlah yang baik untuk anakmu bahkan ketika kamu marah.

Jadi, alih-alih mengatakan, “Duh, kamu rewel banget. Mau jadi apa kamu kalau rewel terus. Nyusahin aja.”

Lebih baik mengatakan, “Masya Allah anak sholeh. Bunda doain kamu jadi anak yang bermanfaat untuk agama. Yuk, sudahi dulu nangisnya.”

Kenyataannya? Terkadang lupa. Marah ya marah saja. Pakai teriakan atau cubitan lagi. Lalu saat anak tidur di malam hari, kita sesenggukan menangis menatap wajah anak.

Kalau kemarin saya bicara tentang latihan mengontrol amarah dan meniadakan teriakan, hari ini saya mau bicara mengenai kekuatan doa.

Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam bersabda dalam hadist:
“Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi: (1) Doanya orang yang teraniaya, (2) doanya orang musafir, dan (3) doanya ayah ibu untuk anaknya.” (HR. Ahmad, Bukhari).

Masya Allah, betapa mulianya doa orangtua di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bu, ingatkah cerita mengenai Malin Kundang dimana dia Ibunya menjadikan Malin sebagai batu, akhirnya terkabul.

Makna dari kisah tersebut adalah bahwa doa orangtua begitu makbul. Maka hendaklah orangtua juga mendoakan anak yang baik-baik.

Ketika anak menyulut amarah, peluklah mereka. Doakan yang baik agar Allah melunakkan hati anak dan melapangkan hati kita agar tidak terjebak dalam amarah.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Ridha Rabb terletak pada ridha kedua orang tua dan murka-Nya terletak pada kemurkaan keduanya.”

(Riwayat Ath Thabarani, dishahihkan oleh Al Hafidz As Suyuthi)

Maka, tahanlah mulut dan amarah. Bimbinglah mereka agar mereka juga mampu untuk mendoakan kita. Ingatlah, ridha anak terletak di tangan kita.

Sudahkah Ibu mendoakan yang terbaik untuk anak hari ini?

(Ayas Ayuningtias)
#SahurKata #KMO20

Rate this article!
Kekuatan Doa,5 / 5 ( 1votes )
Tags: