KEKAYAAN ANAK ADALAH KECERDASAN ANAK

Pernah memasukkan anak pada suatu lembaga kursus dengan harapan anak mempunyai prestasi tertentu? Pastikan anda tidak salah dalam melihat kecerdasan anak, karena jika salah bukannya prestasi yang didapatkan oleh anak tetapi depresi.

Pada diri seorang anak tidak hanya ada satu kercerdasan tetapi bisa terdapat beberapa kecerdasan, namun biasanya ada satu kecerdasan yang menonjol. Kita mengetahui ada banyak jenis kecerdasan yang sering disebut multipel intelegent, menurut teori Gardner  terdiri dari sembilan jenis kecerdasan, diantaranya : kecerdasan linguistik, kecerdasan logis, kecerdasan spasial,  kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan naturalis, kecerdasan eksistensial.

Kecerdasan linguistik kemampuan mengenai menyusun pikiran dan mengungkapkan dengan berbicara, membaca dan menulis, kecerdasn ini dimiliki oleh para orator, pengacara. Kecerdasan logis mengutamakan kemampuan mengenai berpikir logis, ilmuah, pola, bilangan. Kecerdasan ini dimiliki oleh para ilmuan, filusuf. Kecerdasan spasial kemampuan melihat secara detail melalui gambar. Kecerdasan ini dimiliki oleh para arsitek, navigator. Kecerdasan musikal kemampuan menyimpan nada dan irama dalam memori. Kecerdasan ini tentu dimiliki oleh para musisi. Kecerdasan kinestetik kemampuan menggunakan anggota tubuh untuk segala kebutuhan. Kecerdasan ini dimiliki oleh para penari, atlet. Kecerdasan intrapersonal kemampuan untuk mengenali diri sendiri, biasanya dimiliki oleh para filusuf. Kecerdasan interpersonal kemampuan untuk berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya, biasanya dimiliki oleh para sosiolog, psikolog. Kecerdasan naturalis kemampuan mengenali lingkungan dan alam, biasanya dimiliki oleh arkeolog, pecinta lingkungan. Kecerdasan eksistensial kemampuan merasakan pengalaman ruhani atas keyakinan kepada Tuhan. Biasanya dimiliki oleh ruhaniawan atau tokoh agama.

Sebagai orang tua terkadang merasa bingung kecerdasa apa yang dimiliki oleh anak, sehingga orang tua bisa mengarahkan terutama untuk masa depan karirnya. Kecerdasan sangat erat kaitannya dengan bakat dan minat anak, karena kecerdasan yang dimiliki akan mempengaruhi pada kemampuan dan keinginan anak.

Semua kecerdasan ini dimiliki oleh anak namun tidak semua kecerdasan ini muncul pada diri anak, hanya beberapa kecerdasan saja atau bahkan hanya satu yang muncul pada diri anak. Bisa jadi seorang anak kuat pada kecerdasan tertentu dan lemah dalam kecerdasan yang lain. Berbagai kecerdasan ini diketahui bukan untuk membeda-bedakan anak tetapi untuk lebih memahami kecerdasan yang dimiliki anak agar orang tua tidak salah mengerti mengenai keinginan anak.

Salah satu cara yang  bisa dilakukan untuk mengenal kecerdasan anak adalah lihat kegemaran dan kebiasaan mereka. Misalnya anak suka curat-coret dan melamun berarti kecerdasan apasialnya yang muncul. Anak suka memelihara hewandan membawanya kemana-mana berarti kecerdasan naturalisnya yang muncul. Anak tidak suka ngobrol dan kurang berteman berarti kecerdasan intrapersonalnya yang muncul. Anak cukup mau mengerti, berbagi berarti kecerdasan intrapersonalnya yang muncul. Anak tidak mau diam dan senang berbuat aktif berarti kecerdasan kinestetiknya yang muncul. Anak suka menyela pembicaraan berarti kecerdasan linguistiknya yang muncul.

Setelah mengetahui berbagai kecerdasan segeralah ibu-ibu sekalian mengamati kira-kira kecerdasan apa yang muncul pada diri anak ibu sekalian agar ibu dapat lebih memahami anak.

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply