KECEWA? SEDIH? SALAH SIAPA?

Kemarin saya sempat ngobrol dengan seorang teman via chat WA. Anaknya tidak lolos SBMPTN. Awalnya dia merasa ikhlas dengan kondisi itu. Dia bilang itu pasti yang terbaik untuk anaknya dan semua orang yang terlibat termasuk dirinya.

Tapi ketika dia melihat banyak postingan di timeline FBnya tentang rasa syukur mereka karena sang anak lolos SBMPTN, muncul juga sedikit rasa sedih dan kecewa. Walaupun kemudian dia mengakhir chatnya dengan emoticon tertawa dan kata-kata: ah dasar ya hati manusia yang belum pintar, begini nih jadinya…

Apa maksudnya?

Apa sih sesungguhnya yang menyebabkan kita merasa kecewa dan sedih?

Ternyata kehadiran rasa rugi. Untuk kasus ini bisa jadi rugi karena perlu mengeluarkan uang lebih banyak untuk menyekolahkan anak dengan kualitas diharapkan. Atau bahkan karena tidak mampu menyekolahkan anak di tempat itu. Tempat kuliah swasta memang banyak. Namun untuk masuk ke tempat dengan kualitas negeri membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.

Atau jangan-jangan merasa rugi karena kehilangan rasa bangga atas keberhasilan anak kita. Kita jadi tidak bisa memperlihatkannya kepada dunia.

Kenapa ya rasa rugi itu mendatangi kita?

Karena kita belum sepenuhnya yakin akan kebaikan Allah. Belum yakin kalau Allah itu tak mungkin menyengsarakan kita, manusia, yang sangat disayanginya. Apa yang Dia berikan pastilah terbaik untuk kita, untuk masa depan kita.

Jika sedih dan kecewa itu masih saja hadir, siapakah yang patut disalahkan? Apakah mereka yang memposting kegembiraan dan rasa syukurnya?

Bukan. Melainkan kita sendiri. Hati kita. Yang masih belum peka, belum pintar melihat kebaikan Allah dalam setiap pemberian-Nya.

Ah, yang bener? Kata siapa itu?

Tentu saja kata Allah melalui Alquran dan Hadis. Dua hal yang jika kita pegang erat akan membuat kita senantiasa bahagia. Gak ada lagi sedih dan kecewa.

Jadi, janganlah berhenti untuk membuat hati ini pintar. Teruslah berproses, bertafakur menanamkan berbagai kebenaran dari Alquran dan Hadis di hati kita.

#selfreminder
#kemampuanhati
#tafakur
#bahagia
#enlightenedheart

Rate this article!