Kata-kata Beracun (Toxic Word) Yang Pantang Diucapkan Orangtua

Rino seharian ini murung di sekolah. Kemarin nilai ulangannya jelek.Sampai rumah, ibunya bukan memberi semangat pada Rino. Dia malah dikatain sebagai anak bodoh karena selalu mendapat nilai jelek. Rino sedih, padahal dia bukan anak malas. Dia selalu belajar tapi entah kenapa dia sulit memahami pelajaran.

Dibilang anak bodoh, membuat Rino semakin berkecil hati. Dia merasa mungkin dia benar-benar bodoh sehingga tidak mungkin mendapat nilai yang bagus. Dia merasa percuma saja belajar dan berusaha keras karena bagaimanapun dia ternyata anak yang bodoh.

Coba pertahatikan efek kata-kata ibunya Rino yang mengatakan dia anak “ bodoh”. Secara perlahan-lahan kata yang berulang diucapkan ibunya Rino akan merasuki pikiran Rino sehingga dia sendiri merasa seperti itu dan bukan tidak mungkin dia akan menjadi anak yang benar-benar “bodoh”. Karena apa? Karena dia sendiri sudah tidak ada keinginan untuk memperbaiki dirinya sendiri , tidak ada lagi semangat yang bisa membangkitkan dirinya.

Jadi bagi para orangtua, berhati-hatilah dengan kata-kata yang anda ucapkan. Bila sebagian orang menganggap perkataan orang tua adalah doa, itu benar adanya. Apalagi bila yang dikatakan adalah perkataan yang bersifat beracun ( Toxic Word ) . Apa saja contoh kalimat yang pantang diucapkan orangtua?

  • Dasar kamu anak durhaka! Suatu saat pasti kamu akan masuk penjara!
  • Kamu memang anak tidak berguna! Begitu saja tidak bisa!
  • Ibu tidak akan pernah memaafkan kamu! Pergi sana jauh-jauh!
  • Dasar anak bodoh! Mau gimana juga kamu pasti tidak akan bisa!
  • Pantas saja nilai ulanganmu jelek, kamu kan anak yang malas!

Itu hanya sebagian contoh kata-kata “menyeramkan” dan “mematikan” untuk diucapkan pada seorang anak!. Rino akan menjadi anak “bodoh” untuk selamanya karena semangat berjuangnya sudah “mati” , begitu juga dengan anak-anak lain yang selalu mendapat ucapan kata-kata negatif dari orangtua nya.

Begitu dahsyatnya efek kata-kata negatif yang diucapkan oleh orang tua kepada anaknya. Coba perhatikan kasus Rino diatas. Andai saja ibunya Rino melihat kalau Rino adalah anak yang tidak malas, tetapi nilainya selalu jelek. Seharusnya dia beranggapan Rino ada masalah dengan metode belajarnya atau dengan konsentrasi belajarnya. Seharusnya kata positif yang bisa diucapkan ibunya Rino seperti ini “ Waah ibu senang selama ini kamu rajin belajar. ulangan selanjutnya kamu pasti mendapat nilai yang lebih bagus dari ini kalau kamu lebih giat lagi belajar. Ibu akan membantu kalau ada yang kurang paham, ya?.

Yakinlah, pemilihan kata-kata sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak-anak kita. Doakanlah selalu kebaikan untuk anak-anak kita. Dukunglah dan berikanlah mereka motivasi yang baik. Ucapkanlah selalu kata-kata positif pada anak-anak demi masa depan mereka yang lebih baik.    

Salam,

Tita Dewi Utara

KMO 07

Sarapan Kata ke 24

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply