Karena Aku adalah Manusia

Cintia Dwi Afifa, KMO Club 08 A

Kelompok 3

PJ : Kak Aufa

Hari demi hari, aku lalui begitu cepat. Hampa, kosong itulah yang aku rasakan selama ini. untuk apa aku hidup kalau hanya seperti ini ? Detik demi detik berlalu begitu cepat tanpa meninggalkan cerita. Cerita yang patut di ceritakan, pastinya bukan sekedar cerita cinta labil para remaja. Cerita yang kumaksud adalah, serangkai kisah dan kata yang bermakna bukan sekedar untukku, melainkan untuk ribuan manusia. Aku sering membiarkan detik demi detik waktuku, lewat begitu saja tanpa ku beri  warna yang indah. Ada semboyan yang selalu aku pegang kala itu, biarlah semua mengalir apa adanya. Karena kedangkalan caraku berfikir, aku membiarkan semua mengalir apa adanya, apa jadinya hidupku. Sampai suatu hari, aku  tertampar oleh sebuah judul buku  Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di Dunia ini Tak Ada Bedanya-Ahmad Rifa’i Rif’an.

Sering kumerenung, apa sebenarnya bakat diri ini ? orang bilang, semua orang pasti memiliki bakat/keahlian dalam dirinya. Namun, kurasa kepastian itu tidak berlaku untuk ku. Itu sebelum aku tersadar, bakat tidaklah dicari, bakat tidak akan ditemukan, kalau hanya dipikirkan. Namun, bakat ada karna di gali, tanam, pupuk dan di aplikaskan.  Aku telah melewatkan kurun waktu hampir dua puluh  tahun begitu saja, tanpa bekas. Aku terlalu santai berjalan ditengah orang berlarian. Dalam hatiku berkata, ah tenang.. di belakang masih banyak orang ! sampai aku tersadar, memang terlalu banyak manusia didunia ini. Sampai aku tersadar, banyak orang seusiaku bahkan jauh dibawahku telah menggendong puluhan prestasi. Sedangkan aku ? aku masih santai dengan ribuan angan, yang masih terlalu repot memikirkan ribuan impian, Aku yang masih terlalu sibuk merangkai langkah-langkah meraih mimpi. Tanpa memulainya. Aku ingin menjadi seperti ia, ia yang bermanfaat bagi sekitarnya. Ia yang dibutuhkan oleh sekitarnya. Ia yang di cari ketika hilang. Ia yang masih disebut ketika tiada. Ia yang meninggalkan sejarah di dunia yang fana ini, setelah ia pergi ke alam akhirat yang abadi.

………………………………………………..

Manusia pada hakikatnya dituntut untuk bermanfaat tidak hanya untuk dirinya atau keluarganya, ia dituntut bermanfaat bagi sekitarnya. Itu adalah hakikat manusia sejati. Bagiku, tulisan adalah sebuah langkah yang tepat untuk berbagi. Tulisan yang bagaimana ? yang bagaimanapun yang mengandung nilai-nilai positif. Apalah arti sebuah kisah inspiratif tanpa kata ? ia akan mudah terlupakan, hilang di telan usia. Dengan bentuk tulisan kisah itu akan hidup lebih lama, menyebar lebih luas, dan tertanam dalam pikiran lebih dalam. Menulis dan membaca adalah satu. 2 hal yang tak bisa dipisahkan, karena membaca tanpa menulis adalah sia-sia dan menulis tanpa membaca adalah hampa. Membaca adalah jendela dunia, dari membaca kita akan lebih mengenal dunia, mendapat pengetahuan yang belum kita dapatkan sebelumnya, dan sebaik- baik ilmu adalah yang ia tularkan.

Rate this article!
Karena Aku adalah Manusia,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: