KAMI PAHLAWAN DEVISA

” Belajar Bersama Di PT (part 3)”

Selamat pagi sahabat Ku semua. Sekarang lanjut ceritanya kemarin. Lanjut ceritanya sebut saja mak Yati. Dia sudah berusia 30 tahun waktu ditempat penampungan dulu.

Dia berasal dari desa Banjarnegara. Jauh sekali jarak rumahnya menuju tempat penampungan sekitar 4 jam perjalanan yang harus ditempuh. Dia rela meninggalkan keluarga nya untuk mencari nafkah dinegri jiran.

Orang nya agak gemuk badannya. Tinggi 145cm dan menggunakan kaca mata dan berkulit putih badannya. Dia termasuk orang yang ramah dan sabar. Waktu pertama Kali bertemu denganku dia selalu menyapa duluan kepadaku.

Setiap pagi selalu mengajak sarapan bareng. Bersama teman-teman yang lain, sambil makan pun kita bercerita tentang pekerjaan, kegiatan belajar dll. Terasa akrab dan berasa seperti keluarga sendiri.

Saya datang di PT, mak Yati sudah tinggal disana selama 5 bulan. Dia sudah membuat paspor tinggal menunggu visa turun. Karena memang setiap orang waktu untuk menunggu visa tidak sama. Ada yang cepat, dan bahkan ada yang lama sekali. Termasuk mak Yati ini. Rata-rata di PT dimana kami tinggal untuk numpang proses, berkisar 2 sampai 3 bulan sudah mendapatkan visa dan bisa terbang untuk bekerja.

Banyak teman-teman mak Yati yang sudah terbang, beliau merasa iri, sedih, tidak percaya diri. Mengapa? Karena dia yang paling lama tinggal di PT Dan sudah hampir 8 bulan pun juga belum mendapatkan job kerja, jadi visa pun juga belum ada. Banyak teman-teman yang baru datang berusaha menghibur diri nya.

Setiap pagi saat jam belajar dimulai, dia pun juga selalu mengikuti pelajaran di kelas. Apalagi waktu ada ujian dia tidak pernah absent untuk mengikuti pelajaran. Tapi terkadang yang membuat guru nya marah, jika saat pelajaran sedang berlangsung mak Yati pasti ngantuk di kelas. Pelajaran yang diberikan oleh guru pun juga tidak bisa diserap dengan maksimal. Terkadang mak Yati sampai ketiduran pulas di kelas. Kami pun juga tidak mau mengganggu dia. Biar guru yang memberi peringatan nanti. Dari pada mak Yati tersinggung terhadap kita semua.

Hampir setiap hari mak Yati tidur dikelas. Bahkan terkadang banyak ditertawakan oleh teman-teman. Pernah waktu ujian lisan dikelas, yang lain sibuk menghafalkan bahasa, dia tidur sampe ngorok dan akhirnya gurunya pun marah. Sampe akhirnya dia dihukum berhitung  1 sampai 100 dalam bahasa Cantonese .

Bersambung….

#sarapankatakmo14___8A

#1000penulismuda

#kmoindonesia

Rate this article!
KAMI PAHLAWAN DEVISA,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: