Jodoh Rahasia Allah Subhanahu Wata’ala 2

Jodoh Rahasia Allah Swt 2

Untuk mendapatkan jodoh, setiap manusia menghadapi tingkat kesulitan yang tidak sama. Ada orang yang secara usia masih muda tapi karena jodohnya sudah datang, ia segera menikah. Sebaliknya ada orang yang umurnya untuk menikah sudah datang, tapi belum juga menikah lantaran kesiapan mentalnya yang belum matang. Lebih dari itu, sebab Allah Ta’ala belum menghendaki ia mendapatkan jodohnya.

Terkadang ada yang sudah menjalani hubungan (pacaran) bertahun-tahun, tiba-tiba putus karena alasan remeh. Tadinya, mereka seolah yakin akan berjodoh, bahkan sudah merancang tanggal sekian, bulan sekian dan di tahun sekian mereka akan menikah. Ternyata, hubungan yang sudah cukup lama dibina itu berantakan hanya karena masalah-masalah yang sangat sepele.

Sebaliknya, ada orang yang tak pernah menjalin hubungan (pacaran), tidak pernah mengenal sebelumnya, bahkan keduanya terpisah jauh, tapi dengan izin dan ridha Allah Ta’ala, mereka kemudian menjadi suami isteri. Inilah rahasia Ilahi dan atas kuasa-Nya jua mereka bisa menikah serta hidup berumah tangga dengan bahagia.

Jodoh adalah urusan Allah, maka jika seseorang tak kunjung mendapatkan jodoh juga disebabkan Allah Ta’ala masih menahan jodohnya. Secara syariat, jodoh seseorang terlambat bisa jadi karena ia terhalang oleh dosa-dosa yang dilakukannya. Di antara dosa yang menjadi penghalang turunnya jodoh diantaranya syirik. Syirik merupakan perbuatan menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan selain-Nya. Banyak orang bisa jadi tidak menyadari saat ia berusaha untuk mendapatkan jodoh justeru mengarah pada syirik. Misalnya meminta jodoh dengan mendatangi orang pintar alias dukun, tukang ramal, atau ia sengaja memakai jimat tertentu. Padahal, perbuatan tersebut dilarang oleh Allah Swt. Maka semakin jauh pula jodohnya sebab Allah tidak meridhai hidupnya yang menyimpang dari tauhid.

Kemudian terkadang kenapa kita berpikir kenapa tak kunjung datang, taka ada seorangpun yang berniat kepadaku dan lain sebagainya. Terkadang kitalah yang kurang yakin dan bersangka buruk kepada Allah. Andai sekarang kita sudah berumur 45 tahun, jangan merendahkan keyakinan sendiri dengan berkata: “Aku sudah berumur 45 tahun, mana mungkin dapat yang berumur 26 tahun.” Dan lain sebagainya. Bagi Allah Swt taka da yang tak mungkin. Mungkin bagi Allah tidak mungkin bagi kita. Kesibukan yang kita lakukan sampai melupakan apa yang disunnahkan oleh Rasul sehingga kita lupa umur semakin meningkat ke arah umur 45 tahun, 50 tahun dan terus bertambah Tidak mustahil bagi Allah kita mendapatkan seorang pendamping  yang umurnya 25 tahun. Sebaiknya kita tidak menjadi kapal  yang bersauh tanpa destinasi. Oleh karena itu, kita jangan berburuk sangka pada Allah Swt bahwa Dia tidak akan temukan jodoh kita walau sudah berusia 39 tahun. Sekali lagi – yakin.

Penting adanya pencapaian yang ingin dicapai, seperti menggunakan konsep Stepping Stone, yaitu susunan batu yang semakin menaik. Tiap langkah ada pencapaian yang semakin meningkat. Seperti dalam sebuah hadis: “Sesungguhnya orang yang paling berjaya adalah orang yang hari ini lebih baik daripada semalam, dan orang yang gagal adalah orang yang hari ini lebih teruk daripada semalam, manakala orang yang terpedaya adalah orang yang hari ini sama dengan hari semalam.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Kita harus berhuznudzan kepada Allah, karena Allah tidak akan mengingkari janjinya. Jika Allah belum mengambulkan doa kita, kita jangan putus asa bahkan berpikiran yang kurang baik. Karena Allah pasti mengabulkan segala doa- doa kita hanya saja Allah menunggu waktu yang tepat dan pada momen yang tepat pula. Teruslah meminta dan berdoa karena hanya dengan doa kita dapat berkomunikasi dengan Allah Swt.

 

 

 

 

 

 

 

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply