jodoh pasti bertamu 2

Jodoh Pasti Bertamu 2

Ini adalah kisah bahwa jodoh memang telah diatur oleh sang pemilik kehidupan, jadi kenapa harus melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan hanya untuk menjemput jodoh kita? Kita patut bersyukur dengan sifat pemalu yang satu ini, karena dengan demikian hal tersebut membuat kita terjaga perilaku tidak sopan bahkan kurang ajar.

Ada hal yang yang tertanam dalam ruang keinginan dan rasa saya, bahwa suatu saat nanti saya khususnya teman- teman semua mendapatkan seorang pendamping dan calon imam yang sholeh,  dewasa yang mencintai kita dan sayapun begitu besar keinginannya untuk memperoleh calon pendamping yang ikhlas menerima kita apa adanya bukan ada apanya.

Masa-masa sekolah dan masa – masa ketika berada dipenjara suci, terlewat begitu saja tanpa ada satu cerita cinta yang terpatri dalam sejarah kehidupan saya, tapi bukan berarti saya sudah mati rasa terhadap “cinta”!, tetapi tidak disalurkan layaknya para remaja pada umumnya yang terjerembab dalam kisah cinta semu dan memabukkan.

Waktu berjalan hari berganti hari kulalui dengan mengikuti peraturan yang ada di pondok yaitu dilarang pacaran. Mungkin masa- masa seperti itu adalah waktu dimana layaknya muda mudi. Namun, sejak saya dipenjara suci saya belum dan bahkan saya tidak kenal satupun santri putra sampai saya menginjak kelas akhir dan lulus Aliyah. Tak saya pungkiri sempat terlintas dalam benak saya kenapa saya tidak sperti teman- teman saya kenal dan punya teman santri putera tapi saya malah hanya menjadi santri yang hanya diam dan takut untuk kenal bahkan berinteraksi dengan mereka.

Pada saat itu belum terlintas dalam benak saya untuk memikirkan soal jodoh. Ketika itu saya hanya fokus gimana caranya lulus dan dapat melanjutkan ke bangku kuliah. Tak bisa saya pungkiri adakalanya kegalauan melanda dalam diri saya dan galau masalah jodoh mengikuti sampai saya menginjakkan kaki ke bangku kuliah. Saya mencoba untuk berpikiran positif kepada Allah mengenai jodoh saya. Mungkin jodoh saya masih jauh, jodoh saya masih jauh disana dan lain sebagainya ketika itu. Doa selalu saya panjatkan dan tak lupa pula saya mencari dan sharching ke google mengenai jodoh. Ketika saya duduk di bangku kuliah saya sempat menyukai seseorang, mungkin itu sisi kekurangan saya saat itu yang tidak patut ditiru, itu adalah pengalaman pahit dan buruk bagi saya dan selama saya hidup karena telah mengijinkan diri saya untuk menyukai seseorang yang mungkin belum halal dan belum pantas untuk saya. Saya menyukainya layaknya seorang wanita pada umumnya. Namun dia memutuskan disaat Ujian Akir Semester. sungguh saya saat itu tidak pernah berfikir akan diperlakukan seperti itu olehnya. Sejak kejadian itu saya bertekat dan menutup hati. kejadian itu membuat diri saya pribadi bertekat tidak mencari pacar melainkan mencari seorang imam yang dapat mengantarkan saya ke syurga.

Patah hati pasti ada, saya hapus memori mengenai dirinya, saya curhat dan meminta arahan kepada kakak tingkat saya untuk menghilangkan rasa yang saya alami. Melupakan seseorang tidaklah mudah namun saya sejak kejadian itu bertekat untuk mengubur pengalaman saya dalam dalam walaupun saya tahu “ pengalaman adalah guru terbaik” memang benar segala apa yang kita alami pasti ada hikmanya, kita bisa mengambil ibroh atau hikmanya. Dari kejadian ini saya tahu Allah menegur saya dengan halus merangkul saya dengan kasihNya. Saat itu saya yakin dan saya catat dalam buku pribadi saya bahwa saya tidak ingin berhubungan ataupun pacaran. Kalaupun ada yang ingin berniat baik kepada saya, jika memang benar maka jangan jadikan saya sebagai pacar ataupun kekasih. Melainkan menjadi makmum untuknya, menemui orang tua saya dan niat ikhlas dan tulus untuk membimbing saya kedepannya,

Rasa galau masih ada walaupun tak seberapa, namun masih terasa. Saya tak sengaja menemukan sebuah video ceramah ustad Yusuf Mansur mengenai menjemput jodoh. Saya menyimak dan menyaksikan tausiyah beliau, Ustad YM berkata “jika belum dipertemukan dengan jodoh kita, jangan galau, banyak –banyaklah sodaqoh, puasa, dan lakukan shalat malam, jangan lupa berdoa” semua itu saya lakukan dengan hati ikhlas dan sabar walaupun Allah belum mengabulkan doa saya. Saya yakin Allah masih merahasiakan siapa jodoh saya karena “Jodoh Pasti Bertamu”.

 

 

 

 

 

Rate this article!
jodoh pasti bertamu 2,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: