IZINKAN AKU MENJADI ANAK DURHAKA PART 1

Semua orang pasti mendambakan sebuah keluarga yang bahagia, menjadi tempat sandaraan saat kesedihan melanda. Berbagi tawa seakan kehidupan ini sangatlah indah untuk dilalui bersama. Rasa sayang tak ingin lepas dan menjauh dari lingkungan yang begitu nyaman. Cerita harian tak lepas dari perbincangan kami.

Rasa kecintaan,kehangatan,kasih sayang, dan kenyaman membuat aku harus berpaling. Bukan aku tidak mencintai keluargaku tapi aku hanya ingin memilih apa yang aku harus pilih dan yakini, aku mencintaimu ayah, aku mencintaimu ibu, tapi hatiku memilih ingin menjadi kekasih-Nya. Karena aku dan keluarga bukanlah seorang muslim. Saat ku terdiam dan ku renungi. Hati kecil ini bergemuruh ingin rasanya ku memeluk-Nya untuk mengungkapkan betapa aku mencintai-Nya.

Berawal dari rasa cinta pada pandangan pertama, itulah yang aku alami pada saat itu. Cinta pada pandangan pertama yang tertuju pada surat Cinta yang tersimpan diatas lemari yang tak terpakai dan berdebu, tak disangka ternyata isinya sangat menyejukan hati, mendamaikan jiwa. Ku baca surat cinta tersebut seolah ada yang berbisik lembut dengan lirih memanggil “yaa siiin” walau aku tak tahu apa maksud isinya membuat penasaran dan mencoba untuk membaca kembali kelanjutan kalimat indah tersebut.

“Demi Al-qur’an yang penuh Hikmah” ku terdiam sesat dan bertanya dalam hati, apa ini yang disebut Al-Qur’an yang membuat hatiku bergetar dengan membawa ketentraman kedalam jiwa. Kembaliku membacanya “Sungguh, Muhammad itu seorang Rosul. yang berada diatas jalan yang lurus. Membawa Wahyu yang diturunkan Alloh yang Maha Perkasa, Maha Penyayang” terenyuh hati saat membaca surat cinta tersebut seolah tulisan-tulisannya memberikan pencerahan terhadap bathin yang gersang dan tandus. Ingin rasanya bertemu dengan Muhammad seorang utusan alloh yang akan menyelamatkan keimananku dari kesesatan dunia yang fana.

Kalimat demi kalimat ku baca dengan air mata yang mengurai dipipi, hingga pada kalimat yang membuatku jatuh cinta dengan lembut serta pelukan yang hangat menyelimuti hati “dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” Bersimpuhlah tubuhku dengan tangisan yang menjadi-jadi, sambil memeluk surat cinta dengan erat. Sambil berkata dalam hati.

“Yaa tuhan yang menciptakan alam semesta beserta seisinya. Bimbinglah hamba untuk menjadi golongan umat-Mu yang Engkau Ridhoi. Izinkanlah aku menjadi salahsatu kekasih-Mu agar bisa bersanding di surga yang engkau janjikan kelak” tanpa henti ku terus menangis dengan memohon petunjuk-Nya.

Tak lama kemudian, suara adzan mengumandang “Alloohu Akbar.. Alloohu Akbar” dengan penasaran aku mencari asal muasal suara tersebut, terdengar kembali suara adzan “Alloohu Akbar.. Alloohu Akbar” ternyata suara yangku dengar berasal dari masjid di komplek tak jauh dari rumahku. teringat masjid tersebut, tanpa fikir panjang membuat aku ingin berlari ke masjid untuk bertanya kepada jama’ah disana bagaimana aku bisa menjadi golongan umat Muhammad. Bersambung ke cerita selanjutnya izinkan aku menjadi anak durhaka Part 2

Tags:
author

Author: