Hinakah Bila Seorang Wanita Menawarkan Diri Untuk Dinikahi?

Gejolak  cinta tidak hanya terdapat pada diri seorang lelaki, wanitapun mengalami hal yang sama. Apalagi di zaman yang serba canggih ini setiap gerak – gerik mudah untuk diamati, terutama dari sosial media. Bagi seorang wanita, menunggu kehadiran seorang lelaki untuk menemui kedua orang tuanya merupakan jalan yang terbaik tetapi ada kalanya waktu kedatangan ini tidak sesuai dengan keinginan. Ada tawaran pernikahan ketika masih di ultimatum orang tua untuk menyelesaikan kuliah tetapi ketika semua sudah siap, baik itu kuliah sudah selesai dan karir yang baik, jangankan tawaran pernikahan hembusan angin pernikahanpun tidak terdengar. Kemanakah para lelaki ini apakah sudah punah???

Malulah kayak gak punya harga diri aja, jawaban dari seorang wanita ketika ada yang memberikan saran untuk mengajukan dirinya kepada lelaki yang  sholeh. Memang cukup aneh buat sebagian besar orang, ketika ada seorang wanita datang untuk menawarkan diri, karena memang jarang terjadi padahal sebenarnya cukup sering terjadi. Selintas memang ada rasa kehinaan, kerendahan, takut dibilang tidak lakulah dan mungkin benar jawabannya seperti tidak punya harga diri.

Hal seperti ini sebenarnya sering terjadi tetapi kadang orang merasa gak sadar, seperti ketika ada dua orang tua yang bersahabat dekat, karena ketertarikan dengan anak lelakinya, maka orang tua wanita ini mempunyai inisiatif untuk menjodohkan mereka. Mungkin kita melihatnya suatu hal yang biasa – biasa saja, padahal dalam hal ini sudah termasuk proses penawaran wanita kepada lelaki melalui perantara orang tuannya.

Kebangetan kalau kita gak tahu siapa itu Siti Khadijah. Mungkin para wanita bisa belajar dari Siti Khadijah dalam hal menawarkan diri. Siti Khadijah tidak serta merta menawarkan dirinya pada Rasulullah, tetapi mencari informasi yang sejelas – jelasnya dan seakurat – akuratnya tentang siapa itu Muhammad apa yang dikerjakannya, bagimana sifat – sifatnya dan sebaginya. Informasi yang bukan cuma mengupas kulit luar dari seorang Muhammad tetapi lebih dari itu. Maka Siti Khadijah mengutus seorang Pelayan yang bernama Maisarah untuk bekerja pada Muhammad dan mengikuti perjalanan perdaganganya. Setelah memperoleh informasi yang rinci dan akurat apakah lantas Siti Khadijah mengajukan lamaran?

author

Author: