HIKMAH: MUTIARA DALAM LAUTAN MOMENTUM

Pasti ini terasa begitu menyakitkan

Saat kau kehilangan sesuatu yang kau sayang

Bilakah kau tahu mungkin itu yang terbaik

Ada rahasia terindah yang diinginkannya

 

Kuhanya ingin agar engkau bisa terima

Memaknai yang terjadi dengan tulus hati

Meski kuakui tak mudah untuk terima

Segala yang tlah menjadi ketetapannya

 

Leraikanlah gundah, tabahkanlah hati

Dan yakinilah semua itu rencana dariNya

 

Sudahlah lupakan segala yang membuatmu merana

Hanya kan membuat dirimu dihantui gelisah

Biarkanlah semua kan berlalu dengan apa adanya

Karena di balik yang terjadi pasti ada hikmahnya untuk kita

(Nasyid: Tashiru-Hikmah)

 

Saat itu menjelang kelulusan SMA, Allah mengambil haknya dari keluarga kami. Orang yang selama ini menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga, diambil olehNya (semoga Allah merahmatinya). Saat itu kami benar-benar tidak siap secara psikis dan finansial. Namun, semua telah terjadi dan tidak bisa diulang kembali. Sudah bukan saatnya untuk menyesali ketidaksiapan kami, live must go on, hidup harus terus berlanjut, itu yang lebih kami pikirkan saat itu.

Sampai saat ini saya berpikir bahwa momentum saat itu benar-benar telah menyiapkan banyak hal dalam hidup kami. Banyak hal yang telah kami lalui setelah kepahitan itu. Banyak mutiara hikmah satu persatu menunjukkan dirinya untuk kami ambil. Allah menjadikan kami lebih mandiri, lebih taat kepada Ilahi, lebih kuat menjalani kepahitan lain, lebih erat persaudaraannya, lebih optimis dalam kehidupan, dan banyak lagi hikmah lain yang kami temukan.

Sama halnya ketika berada dalam dilema berat. Saat itu saya sedang mengabdikan diri mengajar quran di kota kecil Kepulauan Riau, di tengah pengabdian itu saya mendapat tawaran beasiswa dari luar negeri. Saya bingung, saat itu masih sangat ingin melanjutkan studi, tapi di satu sisi menjadi dekat dengan Quran bukanlah hal yang main-main, tidak semua bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Saya mencari jawaban kebingungan ini dengan banyak jalan, saya meminta pendapat orangtua, sahabat dan pastinya minta pendapatNya. Saya selalu percaya, bahwa melibatkan Allah dalam segala urusan kita itu mendatangkan keberkahan. Saya selalu mendokan hal ini dalam tiap shalat. Sampai suatu hari Allah menjawab doa saya melalui perkataan teman saya. “Apa yang lebih baik daripada suatu hal yang membuat kita semakin dekat dengan Allah?” Jawabannya sudah jelas. Aku memang bermimpi untuk melanjutkan studi gratis, apalagi tawaran ini datang dari negeri seberang. Namun, aku pasti merugi kalo tidak memilihNya. Dan jawaban lain kutemukan beberapa bulan setelah menolak tawaran S-2 itu, mendapat panggilan untuk mondok dan bisa intens dengan quran selama kurang lebih 3 bulan. Ya, momentum itu menyiapkan untuk menerima segala ketentuannya dan menunggu kejutannya. Maka nikmatNya yang mana lagi yang pantas aku dustakan?

Kita tidak akan pernah bisa menebak rencana apa yang tengah Allah siapkan pada diri kita. Seringnya Allah memberikan suatu kondisi yang sangat berat untuk kita jalani. Kadang kondisi itu justru hal yang selalu kita hindari, tetapi kita tak bisa menolaknya. Sebenarnya apa yang Allah rencanakan? Jangan asal menuduh dulu ya! Allah melakukannya untuk menyiapkan kita menjalani hidup yang lebih pahit.

Hikmah selalu menjadi hadiah indah bagi siapapun yang berhasil menemukannya lewat berbagai kejadian dalam hidupnya. Ada sebuah quote dari Anis Matta yang luar biasa menurut saya “Momentum itu tidak datang disaat kita siap, justru momentumlah yang akan menyiapkan kita.” Selamat menemukan mutiara hikmah di lautan momentum. Wallahu’alam.

Rate this article!
Tags:

Leave a Reply