Hei Pengecut!!! Ambil Kesempatan Atau Lepaskan (2)

Secara istilah sifat pengecut itu adalah sikap mental seseorang jika berhadapan dengan suatu hal atau tindakan, dia sadar dan tahu tindakan apa yang harus dilakukan namun tidak berani berbuat karena takut menerima resiko. Harus diakui ketika seorang laki – laki tidak bisa mengambil sebuah keputusan terbesar dalam hidupnya dan pada akhirnya membuat kekecewaan pada seorang wanita, disitulah dirinya termasuk seorang pengecut. Dimana ketika harus segera mengambil keputusan malah menunda – nunda dengan berbagai alasan yang sebenarnya tidak masuk akal. Lelaki yang selalu dipenuhi keraguan.

Lelaki itu menjadi terpuji ketika tertanam keberanian dalam dirinya dan menjadi tercela dengan sifat pengecutnya. Lelaki pengecut itu memiliki sejuta ketakutan di dalam dirinya, entah itu takut kelaparan, takut di PHK, takut menjadi miskin, takut dihina oleh orang lain dan mungkin termasuk saya ketika  bilang takut menikah dengan sebuah alasan apakah aku sanggup untuk menghidupi istriku nanti? Padahal Allah sudah menjamin untuk menolong bagi orang yang menikah. Ketakutan yang ada di dalam diri inilah yang membuat suatu hal itu menjadi menggantung, tidak diambil dan juga tidak dilepaskan yang pada akhirnya membuat wanitanya menderita.

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang – orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui”. (An Nuur: 32). Tidak cukupkah janji Allah ini untuk menyakinkan dan menghilangkan sifat pengecut dalam diri ini?

Ayolah man hari gini masih jadi pengecut. Tidak bisakah menjadi sesosok laki – laki yang emejing di hadapan wanitamu dengan keberanian untuk mengatakan aku  menghargaimu maka aku akan mengambil kesempatan untuk mengajaknya menikah atau maaf bukan aku tak menghargaimu tetapi mungkin ini yang terbaik untuk melepaskanmu dengan ikhlas. Yuk belajar lebih menghormati seorang wanita, apalagi seorang wanita yang telah mengandung dan membesarkan kita dengan kasih sayangnya. Seorang wanita terdahsyat dalam hidup kita, seorang wanita yang tidak pernah meminta balasan dan imbalan sedikitpun dari kita. Seorang wanita yang ketika berdoa untuk anaknya sungguh serasa Allah tidak memiliki alasan untuk tidak mengabulkanya. Seorang wanita yang tidak bisa diungkapkan dengan kata – kata atas apa yang telah diberikan kepada anak – anaknya, dimana sayangnya berkah begitupun dengan marahnya juga berkah. Seorang wanita yang bernama IBU, IBU dan IBU. Peluklah dan sayangilah beliau ketika masih bersama kita karena ketika sosok itu sudah tiada maka engkau akan merasakan betapa sakitnya arti dari sebuah kehilangan seorang yang bernama IBU. LOVE YOU MY MOTHER.

 

author

Author: 

Leave a Reply