GUNUNG MUNARA DAN 5 TANDA SAHABAT

Libur telah tiba, libur telah tiba, hore, hore, hore …

Siapa yang tak kenal dengan lagu libur telah tiba? Umumnya generasi 90-an kenal dengan lagu ini. Ya, lagu ini diibaratkan dengan datangnya hari libur. Sebenernya apa sih istimewanya hari libur?

Ketika liburan tiba, kita dapat melepas sejenak beban yang ada. Mendekatkan diri pada keluarga, kerabat, sahabat, bahkan kekasih atau gebetan. Anjas~ Nah, pada artikel kali ini, akan dibahas tentang liburan bersama sahabat. Sahabat, kenapa harus sahabat? Well, karena author baru saja jalan-jalan dengan sahabat author hihi … oke abaikan~

Momen liburan yang biasanya digunakan untuk melakukan perjalanan adalah momen libur sekolah, semesteran, pergantian tahun, libur nasional, ataupun weekend. Momen yang tepat untuk menciptakan sebuah kisah, menarik atau engga-nya tergantung sudut pandang yang melihat dan tentunya tergantung tempat yang akan disinggahi. Nah, pada kesempatan kali ini, setting yang diambil adalah Gunung Munara.

Hah, Gunung Munara? Di mana tuh?

Wisata Gunung Munara ini terletak di Kawasan Bogor, lebih tepatnya di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Dekat kan? Tentunya, bagi yang berlokasi di Wilayah Jabodetabek hehe. Ketinggian gunung ini 1119 MDPL. Tidak terlalu tinggi, bukan?

Kenapa Gunung Munara menjadi pilihan?

Well, alasannya sederhana, karena bisa mendaki tanpa nge-camp. Untuk menggapai puncak, bisa ditempuh dalam waktu yang kurang dari  puluhan jam. Menarik bukan?

Selain itu, dengan mendaki, kita akan mengetahui tanda-tanda bahwa sahabat kita benar-benar seorang sahabat. Apa saja tanda-tanda itu?

  1. Rela Kembali

Dia akan rela untuk kembali ke belakang jika kamu tertinggal atau belum terlihat keberadaannya. Dia melakukannya karena khawatir padamu. Khawatir jika kamu tak bisa melewati jalan yang tak semulus jalan raya.

  1. Saling Berbagi

Kamu haus dan minum kamu habis? Dia tidak akan pelit padamu, dia akan berbagi minumannya untukmu. Baik bukan?

  1. Rela Menunggu

Ketika kamu lelah dan butuh istirahat, dia tidak akan segan-segan untuk berhenti dan menunggumu. Tenang, dia tidak akan meninggalkanmu sendiri.

  1. Saling Membantu

Dia akan membantumu untuk sampai ke puncak. Membantumu mendaki jalan yang sulit kau pijaki. Membantumu mencari barang yang terjatuh di tengah-tengah perjalanan atau membantu dalam hal kecil sekalipun.

Waktu author mendaki menjelang malam, salah satu sahabat author terjatuh dan kehilangan kacamatanya. Nah, saat itulah semuanya pada membantu mencarinya. Indah bukan kalau saling membantu?

  1. Redam Egois

Nah, dari empat hal di atas, nantinya kamu akan tahu mana yang egois dan mana yang tidak. Kalau memang dia benar-benar sahabatmu, se-egois apapun dia, maka dia akan berusaha meredamnya.

Eh, tapi ingat, ada beberapa orang yang emang cuek. Tapi, cuek belum tentu tak peduli. Belum tentu juga dia tak bisa dianggap sahabat. So, bijaklah dalam menjalani hidup dan waspadalah dalam mencari kawan. Karena yang terlihat baik belum tentu baik dan begitupula sebaliknya. Dan ingatlah untuk selalu berpikir positif. Sampai jumpa di cerita-cerita author selanjutnya. Bye bye ~~

 

 

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply