FATAHILLAH, PEMBEBAS JAKARTA Bagian 2

#2 Gold, Glory, and Gospel

 

Jadi ayah siaga ini harap-harap cemas juga, padahal sudah anak ke empat. Tapi yang ini agak berbeda rasanya, apakah karena kondisi yang sedang carut marut saat ini hingga membuat semuanya jadi terbawa-bawa. Sebelum kita lanjutkan tentang sosok Fadhilah Khan sebagai tokoh utama dalam tulisan ini, sebaiknya kita perlu tahu juga tentang latar belakang masuknya bangsa Portugis ke Nusantara.

 

Berhasil direbutnya Konstantinopel (Istambul sekarang) oleh Sultan Muhammad Al Fatih pada tahun 1453 mempengaruhi situasi perdagangan bangsa-bangsa Eropa. Pertama berkaitan dengan kebutuhan rempah-rempah, pada saat itu Konstantinopel merupakan pasar rempah-rempah bagi bangsa Eropa yang akhirnya di kuasai oleh orang-orang Turki Utsmani. Rempah-rempah ini sangat penting bagi orang-orang Eropa sebagai penghangat tubuh di saat musim dingin.

 

Terputusnya pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa mengakibatkan keinginan yang kuat orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah. Dalam perkembangannya mereka tidak hanya berdagang, tetapi juga menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Adanya semboyan imperialisme kuno yang diiringi dengan semangat kekalahan perang salib juga menimbulkan semboyan 3G; Gold (mencari kekayaan), Glory (mencari kejayaan), Gospel (menyebarkan agama Nasrani). Semboyan tersebut yang menjadi tujuan penjelajahan samudera dan juga terinspirasi dari kisah perjalanan Marcopolo pada 1254 – 1324.

 

Gold, Glory, and Gospel merupakan semboyan baru yang orang-orang Eropa munculkan untuk menimbulkan lagi semangat yang hampir hilang karena kekalahan-kekalahan perang yang mereka alami di timur tengah dan beberapa wilayah Eropa terutama kekalahan perang salib dan runtuhnya tembok konstantinopel. Inilah yang membangkitkan semangat kembali. Gold sebagai simbol kekayaan dan merupakan tujuan utama mereka melakukan penjelajahan samudera, tidak hanya melakukan perdagangan tapi juga mereka melakukan penguasaan penuh terhadap wilayah-wilayah sumber penghasil rempah-rempah. Glory (kejayaan) yang diartikan sebagai perluasan wilayah dengan kekuatan militer atau dengan kata lain melakukan penjajahan di wilayah tersebut. Gospel (penyebaran agama), Portugis merupakan negara dengan agama Nasrani yang kuat, maka dari itu misi pelayaran Portugis ke daerah-daerah singgahan atau jajahan baru juga disertai misi penyebaran agama, sehingga penjelajahan ini didukung penuh oleh pihak gereja terutama Vatikan sebagai induk yang menaungi agama Nasrani.

 

Pelayaran pertama Portugis dilakukan oleh Bartholomeus Diaz tahun 1487. Ekspedisi ini menyusuri pantai barat Afrika, kemudian mengitari Tanjung Harapan, akhirnya dia harus kembali ke Portugis karena dihadang topan dan sebagian awaknya memberontak. 10 tahun kemudian rintisan pelayaran Bartholomeus Diaz dilanjutkan oleh Vasco da Gama. Pelayaran selama 2 tahun cukup memuaskan Vasco da Gama, mereka kembali ke Portugis dengan membawa contoh barang dari India. Melihat hasil yang di bawa Vasco da Gama membuat Raja Manuel mengirmkan kembali 13 kapal untuk menyiapkan pos perdagangan di India.

 

Armada Portugis yang dipimpin oleh Pedro Alvares Cabral ditugaskan untuk menguasai jalur perdagangan di Samudera Hindia. Jalur perdagangan di Samudera Hindia yang sudah dikuasai pelaut Muslim berabad-abad lamanya ini ingin diambil oleh Portugis. Pelaut Muslim tidak mau begitu saja memberikan dengan sukarela, pertempuran pun tak bisa dihindari lagi yang akhirnya di pertempuran itu diraih oleh Bangsa Portugis. Pelabuhan-pelabuhan strategis muslim akhirnya direbut. Atas kemenangan tersebut Raja Manuel menunjuk Alfonso de Albuquerque sebagai Gubernur India tahun 1509 – 1515. Dominasi Muslim di Asia Selatan berakhir, setelah Alfonso de Albuquerque menaklukan pelabuhan Kalikut, Ormuz, Goa dan juga Malaka.

 

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ …….. ١٢٠

Artinya : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. ….” (QS. Al-Baqarah [2] : 120)

 

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: