FATAHILLAH, PEMBEBAS JAKARTA Bagian 1

#1 Fadhilah Khan

 

Sambil menunggu kelahiran anak ke empat, aku coba menumbuhkan semangat menulis lagi. Dari pertama mendapat tugas menulis artikel selama 30 hari, aku baru mengirim 3 artikel yang seharusnya sudah 9 artikel. Motivasi menulis untuk peradaban ku munculkan lagi, perbaiki lagi niat awalnya, tepiskan jauh-jauh rasa malas. Harus memulai kembali, ku pilih Fatahillah sebagai awal kembali menuntaskan tantangan menulis selama 30 hari, semoga anak ke empat yang lahir ini bisa menjadi Fatahillah berikutnya, aamiin.

 

Fatahillah merupakan seorang ulama yang membebaskan Sunda Kelapa (nama dulu dari Jakarta) dari penjajah Portugis. Walau namanya banyak di abadikan di berbagai tempat dan bangunan, tak banyak yang mengetahui sosok sebenarnya Fatahillah, bahkan ada yang menganggap Fatahillah dan Sunan Gunung Jati merupakan orang yang sama, satu orang saja tapi sebenarnya orangnya berbeda. Anggapan itu bisa terjadi karena Fatahillah cukup lama tinggal di Cirebon, dan ikut juga mensyiarkan agama Islam bersama Sunan Gunung Jati, bahkan beliau sempat menjadi warga kehormatan di kerajaan Cirebon.

 

Nama asli Fatahillah sebenarnya adalah Fadhilah Khan, orang Portugis mengucapkannya dengan nama Falatehan. Fadhilah Khan dilahirkan di Samudera Pasai dari ibu bernama Syarifah Siti Musalimah dan Ayah seorang mufti kesultanan Pasai yang bernama Sayyid Kamil. Sebagai anak yang terlahir di lingkungan kesultanan Pasai, Fadhilah Khan memperoleh pendidikan kemiliteran terutama kemiliteran laut. Namun demikian, sebagai anak ulama besar, Fadhilah Khan juga memperoleh pendidikan ilmu-ilmu agama, dan saat mudanya Fadhilah juga sempat memperdalam ilmu agamanya di Mekah. Dari kedua jenis ilmu itulah, ilmu kemiliteran dan ilmu agama yang menempatkan Fadhilah dalam kedudukan terhormat, sebagai panglima tertinggi pasukan gabungan tiga kerajaan; Demak, Cirebon dan Banten.

 

Sekembalinya Fadhilah Khan dalam menuntut ilmu agama di Mekah, Fadhilah Khan tidak langsung pulang ke Pasai tapi singgah dulu ke tempat leluhurnya di Nasrabat India, di Nasrabat Fadhilah Khan mempelajari tekhnologi pembuatan senjata api dan meriam. Setelah itu Fadhilah Khan melanjutkan perjalanan ke Turki guna mempelajari strategi perang melawan bangsa Eropa. Ternyata bekal ilmu yang ada dari daerah asalnya Samudera Pasai tidaklah cukup puas bagi seorang Fadhilah Khan, jiwa pemuda ini sangat haus dengan ilmu, tidak hanya ilmu agama tapi juga ilmu tekhnologi dan strategi perang dipelajarinya. Dan pantaslah Fadhilah Khan mendapatkan kedudukan tertinggi sebagai Panglima Perang melawan penjajah Portugis.

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١

Artinya : Hai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah [58] : 11).

 

Kemuliaan dan kesuksesan hanya bisa diraih dengan Iman dan Ilmu.

 

Rate this article!
Tags:
author

Author: