Fakta Menulis Membuat Panjang Umur

Dalam ilmu bahasa ada sebuah skill yang dapat dilatih yaitu skill menulis. Skill ini merupakan skill yang dinilai paling sulit oleh para pembelajar. Sebagai faktor yang menjadikannya sulit adalah masih sedikitnya motivasi untuk menulis. Mereka masih tidak terlalu membutuhkan menulis. Mereka hanya ingin membaca saja. Saat diberikan beberapa tugas yaitu misalnya menulis dan membaca maka cenderung mereka lebih memilih tugas membaca daripada menulis.

Memang, membaca lebih mudah dikerjakan karena teksnya sudah ada dan siswa hanya diminta untuk mencocokkan antara soal dengan teks saja. Berbeda dengan menulis, siswa harus mengeksplor pengetahuannya dan dituangkan ke dalam tulisan. Tentu ini lebih tinggi tingkatannya daripada membaca. Oleh karenanya, sangat perlu pembiasaan bagi mereka untuk menulis.

Baca: Kemampuan Menulis Bukan Faktor Keturunan

Akan tetapi, memunculkan minat menulis tidak mudah. Tidak mudahnya selain minimnya pengetahuan juga karena kemauan mereka yang masih sangat minim. Maka sebagai pengajar semestinya memberikan motivasi kepada mereka agar minimal mau menulis terlebih dahulu. Seperti membuat catatan harian yang berkesan, sangat membantu membiasakan mereka menulis. Sampaikan juga manfaat dari menulis itu sendiri. Sehingga saat menulis, mereka akan bersemangat.

Sampaikan juga tentang biografi para ulama dan ilmuan yang sudah menulis banyak kitab dan sampai sekarang kitabnya menjadi referensi di berbagai belahan dunia. Seperti karangan Ibnu Siena, Ibnu Katsir, Imam Syafi’i, Ibnu Taimiya, Bukhari, dan semisalnya. Sampaikan bahwa menulis mereka merupakan investasi bagi para generasinya. Sehingga walaupun penulisnya sudah tiada tetapi ilmunya dipakai oleh umat dan nilai pahalanya senantiasa mengalir tanpa henti.

Baca selengkapnya Fakta Menulis Membuat Panjang Umur

 

Rate this article!
author

Author: 

One Response

  1. author

    Rusdi El Umar2 years ago

    Panjang umur maksudnya hasil karya mereka yang berupa buku atau kitab akan tetap abadi sepanjang sejarah, dan dimanfaatkan sebagai rujukan oleh generasi berikutnya. Ataukah juga dapat dimaknai sebagai “panjang umur” secara tekstual?

    Reply

Leave a Reply