Etika terhadap Hewan dan Tumbuhan

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. yang paling sempurna, hidup di dunia ini bersama makhluk ciptaan-Nya yang lain yaitu hewan dan tumbuhan.
Hewan dan tumbuhan diciptakan oleh Allah Swt. untuk melengkapi kehidupan dan kebutuhan manusia di dunia ini. Karena manusia dapat mengambil manfaat/kegunaan dari hewan dan tumbuhan.
Sebagai contoh dari hewan,  manusia dapat mengambil dagingnya untuk dimakan (semua binatang yang halal dimakan), dimanfaatkan tenaganya untuk sarana transportasi (kuda, unta, sapi), membantu dalam mengolah sawah (kerbau), diambil bulunya untuk dibuat sulak, bantal, benang wol (ayam, angsa, domba), diambil kulitnya untuk dibuat kerupuk rambak, diolah menjadi jaket dan tas (sapi, ular), dan lain-lain.
Sedangkan dari tumbuhan, manusia dapat mengambil manfaat dari akar, batang, tangkai, daun, bunga, buah dan bijinya. Baik itu untuk dimakan (aneka buah dan sayur), sebagai obat herbal (apotik hidup), maupun digunakan untuk membuat rangka rumah, furniture, dan hiasan rumah (batang pohon, daun dan bunga).
Meskipun demikian, manusia tidak boleh sembarangan dalam memperlakukan hewan dan tumbuhan. Karenanya ada beberapa etika yang akan memberi gambaran bagaimana seharusnya kita memperlakukan hewan dan tumbuhan
»» Etika terhadap Hewan:
 
1. Bila kita memeliharanya, berilah makanan dan minuman yang cukup serta teratur. Bila perlu beri vitamin untuk menjaga kesehatannya.
2. Secara berkala bersihkan badannya dan kandangnya, serta bawalah ke dokter hewan bila sakit.
3. Sesekali lepaskan dari kandangnya agar dapat bergerak leluasa sehingga menyehatkannya.
4. Tidak boleh memukul dan menendangnya (menyiksanya). Tapi perlakukanlah dengan baik dan penuh kasih sayang.
5. Ketika akan menyembelih, sembelihlah dengan cara yang sesuai syariat Islam dan dengan pisau yang tajam agar tak menyakitinya.
6. Bila ada hewan yang mati, kuburlah dengan cara yang baik.
7. Jagalah keseimbangan ekosistem dan kelestariannya dengan mencegah perburuan hewan secara liar dan ilegal (terutama untuk hewan-hewan yang sudah hampir punah).
»» Etika terhadap Tumbuhan:
 
1. Setiap pagi dan sore siramilah dengan air yang cukup agar tidak kering, layu dan mati.
2. Sesekali berilah pupuk agar tumbuh subur dan sehat.
3. Basmilah hama dan penyakit yang menyerangnya.
4. Tidak melakukan penebangan hutan secara liar dan membabi buta karena dapat mengganggu kelestarian lingkungan hidup.
5. Tidak boleh merusak, baik dengan menginjak-injak secara sembarangan maupun mencabutinya secara liar.
Dengan kita beretika yang baik terhadap hewan dan tumbuhan, berarti kita telah menyayangi semua makhluk ciptaan Allah Swt. Rasa sayang kita terhadap makhluk ciptaan-Nya akan membuat Allah Swt. juga akan semakin menyayangi kita.
Seperti yang disebutkan pada hadits dari Sufyan bin ‘Uyainah yang merupakan hadis yang pertama kepadanya selesai mata rantai ‘hadis pertama’ (at-Tasalsul bil-Awwaliyyah). Sufyan bin ‘Uyainah dari ‘Amr bin Dinar dari Abu Qabus Maula Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash, katanya:
Rasulullah Saw. bersabda:
“Orang-orang yang pengasih akan dikasihi oleh Sang Maha Pengasih Tabaaraka Wata’aala. Kasihilah mereka yang di bumi, maka akan mengasihimu mereka yang di langit.”
As-Sakhawiy mengatakan, hadits ini dikeluarkan oleh al-Bukhariy di ‘al-Kina’ dan ‘al-Adab al-Mufrad oleh al-Humaidiy dan Ahmad di Musnad keduanya; oleh al-Baihaqiy di ‘Syu’ab al-Iman’; oleh Abu Daud di Sunannya dan at-Turmudziy di ‘Jami’nya dan berkata: “Ini hadits hasan dan shahih”; juga oleh al-Hakim di ‘Mustadrak’nya dan beliau menshahihkannya…”
Etika yang baik terhadap hewan dan tumbuhan juga menunjukkan bahwa kita telah mensyukuri semua pemberian Allah Swt. dengan adanya makhluk ciptaan Allah Swt. tersebut.
Bila kita senantiasa bersyukur, maka Allah Swt. akan menambah kenikmatan untuk kita. Tapi bila kita mengingkarinya, maka Allah Swt. dapat menimpakan azab dengan mencabut semua kenikmatan-Nya.
Na’udzu billaahi min dzaalik..
Allah Swt. berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)
* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-iddotcom

Rate this article!
Tags:
author

Author: