Etika Terhadap Guru

Guru adalah pengganti orangtua kita di sekolah atau di tempat belajar manapun. Karena yang dimaksud dengan guru di sini bisa guru sekolah, guru les, guru ngaji, dosen, ustadz/ustadzah.
Bila orangtua mengasuh dan membimbing kita di rumah sejak lahir, maka guru membimbing kita sejak memasuki usia sekolah. Tugas guru adalah membantu tugas orangtua dalam memberikan bimbingan belajar dan pemahaman akan ilmu pengetahuan, ilmu agama, IT, ketrampilan (seni), olah raga dan budi pekerti.
Maka peran dan jasa guru dalam membentuk karakter dan kesuksesan seorang juga tak bisa kita kesampingkan. Beberapa peran dan jasa guru terhadap anak didiknya di antaranya:
1. Mengenalkan metode belajar yang termudah sehingga murid menjadi lebih cepat memahami materi yang diajarkannya.
2. Membuka wawasan murid tentang berbagai ilmu pengetahuan/ilmu agama yang belum diajarkan oleh orangtua.
3. Mengasah kreatifitas dengan mengajarkan ketrampilan di bidang seni lukis/musik/tari, dan IT.
4. Melatih kemampuan dalam berbagai jenis cabang olah raga.
5. Mengajarkan sopan santun, kejujuran, ketertiban, kedisiplinan, kerapian, kebersihan dan ketelitian dengan disusunnya jadwal pelajaran, peraturan sekolah, jadwal piket kebersihan, upacara bendera, dan evaluasi belajar.
6. Membiasakan kerjasama dan kerukunan antar murid dengan membentuk tugas kelompok.
7. Melatih ketangguhan mental dan menumbuhkan rasa percaya diri dengan mengikutsertakan murid dalam beberapa kegiatan lomba, pentas seni, pameran kreatifitas, pekan olah raga, olimpiade dan lain-lain.
Dengan melihat akan besarnya peran dan jasa guru terhadap kita tersebut, maka sudah sepantasnyalah bila kita menghormati guru dengan beretika yang baik terhadap mereka.
Berikut ini adalah beberapa etika yang harus kita lakukan terhadap guru:
1. Saat berjumpa mengucapkan salam, mencium tangan dan selalu  menjaga sikap dengan baik.
2. Tidak datang terlambat saat akan belajar, khususnya bila belajarnya secara privat sehingga tidak membuat guru menunggu terlalu lama.
Imam Ibnu Jama’ah rahimahullah mengatakan, “Hendaklah seorang penuntut ilmu datang lebih awal ke tempat belajar daripada gurunya, tidak terlambat hingga gurunya dan para jama’ah yang hadir telah duduk. Hendaklah beradab ketika menghadiri pelajaran, yaitu menghadirinya dengan penampilan yang paling baik dan bersih. Dan hendaklah ia menahan diri dari tidur, mengantuk, tertawa dan selainnya.

(Tadzkiratus Saami’ halaman 300-302 secara ringkas) *)
3. Mengenakan pakaian yang rapi, bersih dan sopan saat belajar.
4. Menyimak pelajaran dengan baik saat guru menjelaskan. Jadi jangan mengobrol atau melakukan kegiatan yang bisa mengganggu suasana belajar.
5. Bila ada pelajaran yang kurang dipahami, lebih baik segera ditanyakan saat guru selesai menjelaskan materi (tidak memotong penjelasan guru).
6. Bila ada tugas atau PR, jangan lupa untuk segera diselesaikan dan diserahkan kepada guru, agar tidak terlambat dari tanggal yang telah ditentukan.
7. Saat evaluasi belajar, lebih baik dipersiapkan baik-baik dengan belajar yang rajin dan jangan menyontek atau mencari bocoran soal/jawaban.
8. Meraih prestasi di beberapa kegiatan lomba/olimpiade yang sesuai dengan minat dan bakat sehingga dapat membawa nama baik guru dan sekolah.
9. Membuat kreatifitas, penelitian dan karya ilmiah/penemuan baru yang bisa membanggakan guru dan sekolah.
10. Menjaga kebersihan ruangan kelas dan lingkungan sekolah dengan tidak mencorat coret meja, kursi atau dinding sekolah serta tidak membuang sampah sembarangan.
11. Mentaati peraturan kelas/sekolah dan tidak melakukan pelanggaran.
12. Tidak melawan dan membantah saat ditegur oleh guru ketika melakukan kesalahan. Tapi sebaiknya meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahannya
13. Bila ingin mengajukan usulan, protes atau kritik dan saran terhadap guru, sampaikanlah dengan cara yang baik dan santun.
14. Bila ada guru yang sedang menghadapi permasalahan pribadi/ keluarganya, hindarkanlah untuk mengumbar masalah/aibnya. Sebaliknya jagalah nama baiknya dan berusaha memberi pertolongan semampunya.
15. Siap untuk membantu meringankan pekerjaan guru. Bisa dengan cara membantu menuliskan materi pelajaran di papan tulis atau menghapuskannya. Bisa juga dengan membantu membawakan tas/ buku.
16. Saat perpisahan sekolah atau hari ulang tahun guru, berikanlah surprise atau kado yang bisa menyenangkan hati guru.
17. Bila terjadi kesalahpahaman antara guru dan murid, hendaknya dibicarakan dengan baik-baik dan diselesaikan secara bijaksana.
18. Bila akan memanggil guru, panggilah dengan panggilan yang sopan dan bahasa yang baik.
19. Selalu mengingatkan orangtua dalam membayar SPP sekolah dan jasa mengajar guru (bila belajar privat).
20. Bila berhalangan tidak masuk sekolah atau les karena sedang sakit atau ada keperluan lain, hendaknya menghubungi guru untuk menyampaikan ijin terlebih dahulu.
21. Jagalah nama baik guru dan sekolah dengan tidak melakukan tindakan asusila, tawuran, merokok, mengkonsumsi narkoba dan miras, membolos pada saat jam belajar, terlibat geng motor dan melakukan pelanggaran hukum.
Demikianlah beberapa etika terhadap guru yang bila kita terapkan akan menciptakan keharmonisan antara guru dan murid. Sehingga dengan adanya keridhaan guru dalam mengajar dapat memberikan berkah ilmu terhadap muridnya.
———————–
Referensi:
*) Buku “Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga” , penulis: Yazid bin Abdul Qadir Jawas, penerbit: Pustaka At Taqwa, hal: 157
Rate this article!
Etika Terhadap Guru,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply