Etika Terhadap Allah Swt.

Man Robbuka? Siapa Tuhanmu? Sebelum kita mengenali diri dan lingkungan kita, marilah kita kenali terlebih dahulu Sang Pencipta kita. Dialah Allah Subhanallahu wa ta’ala. Dialah Allah yang mempunyai 99 nama dan sifat sebagaimana tersebut di Asma’ul Husna.
Maka sebagai makhluk ciptaan-Nya, sudah sepantasnya bagi kita untuk bersikap tunduk, patuh dan beretika yang baik kepada-Nya. Sebetulnya Allah Swt. tidak membutuhkan semua etika dan kebaikan kita karena Dia sendiri adalah Sang Maha Baik dan Maha Suci. Namun justru semua etika dan sikap baik kita kepada-Nyalah yang akhirnya akan berbalik kepada kita, membawa pengaruh positif pada kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat.
Lalu dengan cara bagaimanakah etika yang harus kita lakukan terhadap Allah Swt.? Secara garis besarnya sebagai berikut:
1. Hanya beribadah dan menyembah kepada-Nya serta tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain.
2. Mentaati semua peraturan dan perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-Nya.
3. Mengimani-Nya, semua Kitab Suci-Nya, Malaikat-Nya, Rasul dan Nabi-Nya, Takdir dan Qadar-Nya dan Hari Akhir yang merupakan ketentuan-Nya (Rukun Iman).
4. Rajin membaca, mempelajari, mentadabur, menjaga dan mengamalkan ayat-ayat yang terdapat dalam Al Qur’anul Karim sebagai Kitab Suci-Nya.
5. Melaksanakan Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji sebagai perintah-Nya dan untuk menegakkan ajaranNya (Rukun Islam).
6. Menyayangi dan merawat semua makhluk ciptaan-Nya dengan cara yang telah dituntunkan oleh-Nya.
7. Memelihara dan menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar kita sebagai karunia-Nya kepada kita.
8. Selalu bersyukur kepada-Nya, terutama ketika mendapatkan kenikmatan dari-Nya.
9. Selalu beristighfar, memohon ampun kepada-Nya ketika melakukan kesalahan/dosa.
10. Selalu bersabar saat mendapatkan cobaan dan tidak menyalahkan Allah Swt. Tapi berdoa untuk memohon pertolongan-Nya.
11. Selalu mengiringi setiap ikhtiar dengan doa dan tawakkal kepada-Nya.
12. Banyak berdzikir untuk mengingat-Nya.
Menurut indeks tematik yang saya kutip dari Tarjamah Tafsiriyah kitab Al Qur’anul Karim oleh Al Ustadz Muhammad Thalib, etika/akhlak kepada Allah Swt. adalah sebagai berikut:
1. Mengharap ridha-Nya (Al-Baqarah/2 : 207)
2. Loyal kepada Allah Swt. (Al-Maidah/5 : 55)
3. Takut dan harap kepada Allah Swt. (Al-Anbiya’/21 : 89-90)
4. Mengharap rahmat dan takut kepada Akhirat (Az-Zumar/39 : 9)
5. Segera bertaubat kepada Allah Swt. (Ali Imran/3 : 133)
6. Mengucap “Innalillaahi…” bila tertimpa musibah (Al-Baqarah/2: runkan-157)
7. Berkata “insya Allah” bila akan melakukan sesuatu esok hari (Al-Kahfi/18 : 23-24)
8. Mengimani apa saja yang Allah Swt. turunkan kepada rasul-Nya (Ali Imran/3: 7)
9. Memohon ilmu kepada Allah Swt. (Thaha/20 : 114)
10. Beramal karena iman kepada Allah Swt. ( An-Nahl/16 : 97)
11. Memenuhi janji kepada Allah Swt. (Al-Ahzab/33 : 23)
12. Tawakal kepada Allah Swt. (Ali Imran/3 : 159)
13. Berjuang di jalan Allah Swt. (Al-Maidah/5 : 54)
14. Menghadapi ujian Allah Swt. dengan sabar (Ali Imran/3 : 186)
15. Mensyukuri nikmat Allah Swt. (Al-Baqarah/2 : 152)
16. Takwa kepada Allah Swt. sepenuh kemampuan (At-Taghabun/64 : 16)
17. Menghargai ciptaan Allah Swt. (Ar-Rum/30 : 8)
18. Mohon pertolongan kepada Allah Swt. (Al-Fatihah/1 : 5)
19. Tidak menyekutukan Allah Swt.(An-Nisaa’/4 : 36)
20.Tidak mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an (Al-Mukmin/40 : 4)
21. Tidak menolak aturan-aturan Allah Swt. (Al-Ankabut/29 : 47)
22. Percaya akan kembali kepada Allah Swt. (Al’raaf/7 : 125)
23. Memohon rahmat dan belas kasih Allah Swt. (Al-A’raaf/7 : 149)
24. Tidak mengejar kesenangan dunia dengan berbuat dosa kepada Allah Swt. (Ali Imran/3 : 77)
25. Mempercayai adanya nasib baik dan buruk datang dari Allah Swt. sebagai ujian (Al-A’raaf/7 : 168)
26. Tidak melalaikan amanat Allah Swt. (Al-A’raaf/7 : 172)
27. Mengimani adanya ganjaran pada hari akhirat dari Allah Swt. (Al-A’raaf/7 : 170)
28. Mempercayai bahwa hanya Allah Swt. yang tahu hal ghaib (Al-A’raaf/7 : 187-188)
29.Tidak berteman dengan golongan yang dimurkai Allah Swt. (Al-Mumtahanah/60 : 13)
30. Menjauhi tempat yang menyebabkan lupa kepada Allah Swt. (Al-Furqan/25 : 72)
Dari 30 etika terhadap Allah Swt. tersebut, saya akan coba menjelaskannya sesuai dengan kemampuan saya sebagai berikut:
1. Mengharap ridha-Nya:
Dalam melakukan suatu kegiatan, tugas atau pekerjaan, biasanya kita mempunyai keinginan/ harapan agar mendapatkan suatu imbalan, balasan yang baik atau pujian dari orang lain. Semua itu sah-sah saja sepanjang tidak berlebihan. Tapi alangkah lebih bernilai-Nya bila tujuan utamanya adalah dalam rangka mengharap keridhaan-Nya. Karena tak hanya hal yang sifatnya duniawi saja yang nanti akan kita peroleh. Namun ridha/cinta Allah Swt. juga akan tercurah pada kita. Sehingga semua yang kita peroleh tadi akan diberkahi oleh-Nya.
2. Loyal kepada Allah Swt. :
Bila kita mampu loyal/setia kepada suami/istri kita, majikan kita atau sahabat kita.. Maka sebagai hamba dan makhluk ciptaan Allah Swt. sudah seharusnyalah kita lebih loyal kepada-Nya. Sehingga saat kita dihadapkan pada dua pilihan antara mengutamakan hal yang sifatnya duniawi ataukah ibadah kepada-Nya? Maka kita harus mulai membiasakan untuk lebih mengutamakan ibadah kepada-Nya sebagai bentuk loyalitas kita kepada-Nya.
3. Takut dan harap kepada Allah Swt. :
Maksudnya adalah bahwa dalam setiap usaha yang kita lakukan dalam rangka memperjuangkan harapan dan cita-cita, hendaknya kita memiliki rasa takut bila tak tercapai sehingga kita selalu berharap akan pertolongan-Nya dengan melalui doa yang selalu kita panjatkan pada-Nya.
4. Mengharap rahmat dan takut kepada Akhirat:
Setiap langkah dalam kehidupan yang kita jalani ini hendaknya kita niatkan untuk mendapatkan rahmat-Nya di dunia ini. Selain itu berhati-hatilah dalam melangkah agar dapat tercapai kebahagiaan/keselamatan di akhirat.
5. Segera bertaubat kepada Allah Swt. :
Saat kita salah melangkah dan khilaf hingga melakukan perbuatan dosa, hendaknya kita segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Swt.
6. Mengucap “Innalillaahi…” bila tertimpa musibah:
Apabila musibah atau sesuatu hal yang tidak kita inginkan menimpa kita, maka ucapkanlah: “Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun”.
Ucapan tersebut sebagai bentuk keikhlasan kita atas kejadian yang sedang menimpa kita dan keyakinan bahwa semua yang kita miliki ini tak lain hanyalah milik Allah Swt. sehingga kita harus pasrah kepada-Nya saat harus dikembalikan kepada-Nya.
7. Berkata “insya Allah” bila akan melakukan sesuatu esok hari:
Karena kita tak dapat memperkirakan hal yang belum terjadi maupun masa depan kita, maka sebaiknya bila kita akan merencanakan sesuatu, katakanlah: “Insya Allah” yang artinya jika Allah menghendakinya. Maksudnya bahwa kita sepenuhnya menyerahkan semua rencana kita itu pada kehendak-Nya karena hanya Dia yang tahu mana yang terbaik untuk kita.
8. Mengimani apa saja yang Allah Swt. turunkan kepada rasul-Nya:
Rasul dan Nabi adalah utusan dan sosok pilihan Allah Swt. yang dapat menjadi perantara-Nya dalam menyampaikan perintah dan larangan-Nya kepada umat manusia. Maka kita harus mengimani semua pesan dan ajaran yang mereka sampaikan kepada kita.
9. Memohon ilmu kepada Allah Swt.:
Di dunia ini ada ilmu yang baik, namun ada juga ilmu yang jahat. Maksud ilmu yang baik adalah ilmu yang membawa manfaat positif, sesuai dengan ajaran Allah Swt. dan diperoleh dari dan dengan cara yang diridhai Allah Swt. Nah, kita harus banyak memohon kepada Allah Swt. agar dikaruniai ilmu semacam itu. Sedangkan ilmu yang jahat adalah ilmu yang dapat merugikan/mencelakakan manusia, bertentangan dengan ajaran Allah Swt. dan diperoleh dari dan dengan cara yang dimurkai oleh Allah Swt. Kita harus mohon perlindungan-Nya agar dijauhkan dari ilmu semacam itu.
10. Beramal karena iman kepada Allah Swt.:
Saat iman kita semakin menguat, maka dorongan untuk beramal shaleh akan semakin besar. Maka perkuatlah selalu keimanan kita kepada-Nya agar tabungan amal shaleh kita semakin banyak.
11. Memenuhi janji kepada Allah Swt. :
Ketika seseorang sedang berjuang dan berdoa agar usahanya tak sia-sia dan harapannya dapat terkabulkan, acapkali ada yang bernadzar dan berjanji kepada Allah Swt. akan melakukan suatu amalan bila harapannya itu terpenuhi. Maka ketika harapannya benar-benar telah tercapai, ia harus memenuhi janji/nadzarnya tersebut.
12. Tawakal kepada Allah Swt.:
Sebagai manusia, kita hanya mampu berdoa dan berikhtiar demi mencapai semua yang kita inginkan. Selebihnya, kita harus bertawakal kepada Allah Swt. Berpasrah kepada-Nya. Apabila dikabulkan oleh-Nya, berarti itu yang terbaik untuk kita menurut-Nya. Namun bila tidak dikabulkan, maka itu bukan yang terbaik untuk kita menurut-Nya.
13. Berjuang di jalan Allah Swt.:
Berjuang atau yang sering disebut berjihad di jalan Allah Swt. tak selalu dengan cara berperang dan mengangkat senjata. Karena mencari ilmu dan bekerja mencari nafkah untuk keluarga bila diniatkan dalam rangka meraih ridha-Nya pun juga termasuk berjihad. Dan jihad yang terbesar adalah melawan hawa nafsu.
14. Menghadapi ujian Allah Swt. dengan sabar:
Dalam menjalani kehidupan ada kalanya kita harus menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan. Sebagai bentuk kepasrahan dan keikhlasan kita kepada-Nya, hendaklah kita banyak bersabar. Dengan semua kesabaran itu, dari jalan yang tak kita sangka, Allah Swt. akan memberikan pertolongan kepada kita.
15. Mensyukuri nikmat Allah Swt.
Saat kita mendapatkan banyak kelimpahan nikmat dan karunia dari Allah Swt. hendaklah kita banyak bersyukur kepada-Nya. Karena dengan banyak bersyukur, Allah Swt. akan menambah kenikmatan kita. Tapi bila kita mengingkari nikmat-Nya, Allah Swt. akan mencabutnya dan memberi siksa dan kesusahan dalam kehidupan.
16. Takwa kepada Allah Swt. sepenuh kemampuan:
Takwa berarti memelihara diri dan keimanan kita dengan cara menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan seorang muslim itu berproses. Maka kita jangan merasa pesimis karena Allah Swt. Maha Bijaksana. Yang terpenting, kita harus istiqamah dalam setiap proses menuju ketakwaan.
17. Menghargai ciptaan Allah Swt.:
Bumi tempat kita berpijak dan seisinya ini semuanya adalah ciptaan Allah Swt. Sebagai hamba-Nya, kita harus menghargai semua ciptaan-Nya itu dengan cara merawat, mengelola, menjaga dan jangan pernah mencelanya. Agar kita dapat mewariskannya pada anak cucu keturunan kita dengan kondisi yang tetap baik.
18. Mohon pertolongan kepada Allah Swt.:
Tiada yang mampu membantu dan menolong kita dengan sepenuh pertolongan kecuali Allah Swt. Dan pertolongan-Nya pun sering datang tak terduga. Maka mohonlah selalu pertolongan-Nya kapanpun dan di manapun.
19. Tidak menyekutukan Allah Swt. :
Syirik adalah menyekutukan Allah Swt. dengan yang lainnya. Bisa berupa makhluk-Nya atau kepentingan yang sifatnya duniawi. Sedangkan syirik adalah dosa paling besar. Maka jauhilah perbuatan syirik tersebut.
20. Tidak mengingkari ayat-ayat Al-Qur’an:
Semua ayat yang terkandung di dalam Al Qur’an sejak diturunkan hingga nanti hari Akhir sudah dijamin keasliannya oleh Allah Swt. Maka janganlah kita mengingkari semua ayat-ayat tersebut.
21. Tidak menolak aturan-aturan Allah Swt.:
Sesungguhnya Allah Swt. memberikan aturan-aturan yang berbentuk perintah dan larangan-Nya adalah untuk menjaga kehidupan manusia agar harmonis, bahagia dan selamat baik di dunia maupun di akhirat. Maka siapapun yang menolak aturan-aturan-Nya, berarti ia menolak keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhiratnya.
22. Percaya akan kembali kepada Allah Swt.:
Hanya orang yang beriman kepada Allah Swt. sajalah yang percaya bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara dan ada saatnya nanti ia akan kembali kepada Allah Swt. Yakinilah bahwa Allah Swt. yang telah menciptakan/ memberikan ruh pada kita, suatu saat tentu akan mengambil ruh kita kembali.
23. Memohon rahmat dan belas kasih Allah Swt. :
Allah Swt itu Maha Pengasih dan Penyayang. Maka saat kita memulai setiap langkah kita dengan menyebut: “Bismillahirrahmaanirrahiim” yang artinya dengan “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”, tak hanya niat kita yang diluruskan. Namun juga keyakinan kita akan rahmat dan kasih sayang-Nya akan semakin bertambah.
24. Tidak mengejar kesenangan dunia dengan berbuat dosa kepada Allah Swt.:
Kehidupan dunia ini memang penuh dengan kesenangan dan godaan. Bila keimanan tak diperkuat, maka mudah sekali seseorang tergelincir dalam dosa. Apalagi saat seseorang terlalu bernafsu dalam mengejar kesenangan duniawi, maka godaan setan akan semakin kuat sehingga dapat membuatnya lalai akan perintah dan larangan Allah Swt. Pada saat itulah ia akan terjatuh dalam dosa. Maka sadarilah bahwa kesenangan duniawi itu bersifat sementara dan semu. Supaya kita tak mudah tergoda untuk selalu mengejarnya hingga berbuat dosa.
25. Mempercayai adanya nasib baik dan buruk datang dari Allah Swt. sebagai ujian:
Setiap manusia telah ditetapkan takdirnya masing-masing oleh Allah Swt. Namun kita juga harus meyakini akan adanya kekuatan ikhtiar yang diiringi dengan doa. Namun Allah Swt. memberikan nasib yang baik dan buruk itu juga sebagai ujian untuk melihat sejauh mana keimanan kita. Sejauh mana kita mampu bersabar, senantiasa berdoa dan bersyukur.
26. Tidak melalaikan amanat Allah:
Anak, harta, jabatan dan kekuasaan adalah contoh dari amanat Allah Swt. yang harus kita jaga dan pelihara agar selalu berada di jalan-Nya. Maka jangan pernah kita melalaikannya.
27. Mengimani adanya ganjaran pada hari akhirat dari Allah Swt. :
Allah Swt. menciptakan manusia dengan membekali pedoman hidup berupa Al Qur’an dan Al Hadits. Tujuannya agar manusia tidak tersesat dan jatuh dalam dosa serta mengalami kesengsaraan dalam hidupnya baik di dunia maupun di akhirat nanti. Karena kehidupan yang sesungguhnya dan bersifat kekal adalah kehidupan di akhirat. Maka persiapkanlah agar di akhirat nanti kita masuk dalam surga-Nya dan dijauhkan dari neraka.
28. Mempercayai bahwa hanya Allah Swt. yang tahu hal ghaib:
Ada sebagian orang yang mungkin dianggap mempunyai kemampuan melihat hal yang ghaib. Padahal dalam kondisi semacam itu diduga karena adanya keterlibatan jin. Dengan adanya kemampuan semacam itu, dikhawatirkan malah dapat memperlemah keimanan seseorang karena merasa dapat melihat hal yang ghaib dan dalat meramal masa depan. Maka sebaiknya kita meyakini bahwa hanya Allah semata yang Maha Tahu akan hal-hal ghaib. Agar aqidah kita selalu terjaga.
29. Tidak berteman dengan golongan yang dimurkai Allah Swt.:
Dalam kehidupan bermasyarakat ini, ada berbagai macam golongan dan kelompok masyarakat dengan berbagai karakter, sifat dan kebiasaannya. Di antara mereka ada yang suka melakukan perbuatan maksiat. Padahal perbuatan tersebut sangat dimurkai oleh Allah Swt. Agar kita tidak terbawa pengaruh, sebaiknya hindarilah pertemanan dengan mereka.
30. Menjauhi tempat yang menyebabkan lupa kepada Allah Swt. :
Semua tempat di penjuru dunia ini adalah tempat yang dirahmati oleh Allah Swt. Kecuali tempat yang dapat melalaikan kita dari Allah Swt. Seperti tempat yang digunakan untuk berbuat kemaksiatan. Oleh karena itu jangan pernah sekalipun kita memasuki tempat tersebut.
Dengan selalu menjaga etika yang baik terhadap Allah Swt. , yakinlah bahwa Dia akan mengembalikan semua kebaikan itu kepada kita hingga kehidupan yang baiklah yang akan membawa kita pada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin ya rabbal’aalamiin..

Rate this article!
Etika Terhadap Allah Swt.,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply