Etika dalam Bertamu dan Menerima Tamu

Ada yang bilang bahwa kedatangan tamu itu rejeki. Ada juga yang mengatakan tamu itu raja. Dari pendapat orang tentang tamu tersebut, dapat kita lihat keutamaan dari tamu. Karena ada unsur silaturahim di dalamnya. Baik dengan cara bertamu atau menerima tamu.
Sedangkan dengan bersilaturahim, akan diberi kelapangan rejeki dan dipanjangkan umurnya. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits berikut ini:
Dari Abu Hurairah, Rasul Saw. bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.”
(HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)
Agar hikmah positif dari silaturrahim tersebut dapat kita rasakan, ada beberapa etika yang harus kita perhatikan dalam bertamu dan menerima tamu. Yuk kita simak.. 😉
»» Etika dalam Bertamu:
1. Sebelum bertamu, lebih baik kita menghubungi orang yang akan kita kunjungi terlebih dahulu. Tanyakan kepadanya kapan mempunyai waktu yang tepat untuk menerima.kunjungan kita.
2. Ketuklah pintu/pencet bel di rumahnya saat kita sudah tiba di depan rumahnya. Bila sudah 3 kali diketuk/dibel tapi belum juga dibukakan pintu rumahnya, lebih baik tidak kita lanjutkan. Barangkali sedang beristirahat.
3. Ketika tuan rumah sudah membukakan pintu rumahnya, ucapkan salam dengan baik.
4. Masuklah ke rumahnya dan duduklah di kursi ruang tamu setelah dipersilakan oleh tuan rumahnya dengan sopan.
5. Bila tujuan bertamu untuk urusan/keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan atau bisnis, sampaikan langsung sesuai tujuannya.
6. Bila tujuan bertamu untuk sekedar berkunjung dalam rangka menjalin keakraban antar saudara/keluarga/teman, bicarakanlah hal-hal yang baik, tidak menggunjing dan memfitnah orang lain.
7. Saat disajikan minuman atau makanan oleh tuan rumah, sebaiknya kita mengambil/menikmatinya setelah dipersilakan olehnya.
8. Jangan melakukan hal-hal yang melanggar privasi tuan rumah, seperti masuk ke kamar atau ruangan lain, membuka-buka lemari/laci di ruangannya tanpa seizinnya, mengintip aktifitas anggota keluarganya, dan lain-lain.
9. Sebaiknya tidak terlalu bertamu karena kita harus mempertimbangkan barangkali tuan rumah akan beristirahat, atau akan pergi, atau sedang sibuk.
10. Saat akan meninggalkan tempat, sebaiknya kita berpamitan terlebih dahulu dengan menyampaikan terima kasih dan megucapkan salam kepada tuan rumah.
»» Etika dalam Menerima Tamu:
1. Ketika ada relasi kerja/teman/saudara/ keluarga yang menghubungi kita untuk berkunjung ke rumah, sambutlah rencananya tersebut dengan baik. Lalu sediakan waktu yang tepat untuk menerima kedatangannya.
2. Saat ada tamu yang sudah kita kenal mengetuk pintu/membunyikan bel rumah kita, segeralah membuka pintu rumah dan jangan membiarkan mereka terlalu lama menunggu di luar rumah.
3. Saat tamu mengucap salam, balaslah salamnya dengan baik.
4. Sambutlah tamu dengan ramah dan persilakan masuk rumah dan duduk di tempat yang telah kita persiapkan.
5. Saat menerima tamu yang menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan/bisnis, bicarakanlah sesuai dengan tujuan tersebut.
6. Saat menerima tamu dari kalangan saudara/keluarga/teman, sambutlah pembicaraannya dengan hangat dan akrab, tapi tetap sopan. Kendalikan ucapan dan sikap kita dari pembicaraan dan perilaku yang tak perlu/tak pantas.
7. Sajikan minuman dan makanan yang cukup dan pantas untuk tamu, lalu segera persilakan mereka untuk mengambil/menikmatinya.
8. Jaga privasi dan kehormatan kita sebagai tuan rumah dengan tidak mengizinkan tamu sembarangan memasuki/membuka atau melihat-lihat area pribadi/ keluarga kita.
9. Kita dapat memberikan isyarat secara halus ketika tamu terlalu lama berkunjung di rumah kita sedangkan kita akan pergi/ada keperluan/akan istirahat.
10. Antarlah tamu sampai ke depan rumah setelah berpamitan pulang dan balaslah ucapan salamnya dengan baik.
Demikianlah beberapa etika dalam bertamu dan menerima tamu yang harus kita biasakan. Supaya kita dapat menjadi tamu dan tuan rumah yang baik.. 🙂

Rate this article!
Tags:
author

Author: