Etika Dalam Bersikap

Sebelum saya membahas tentang etika dalam bersikap, yuk kita cari tahu dulu, apa sih yang dimaksud dengan sikap? Ada beberapa definisi dari sikap menurut para ahli sebagai berikut:
* Sikap sebagai suatu pola perilaku, tendensi atau kesiapan antisipatif, predisposisi untuk menyesuaikan diri dalam situasi sosial atau secara sederhana sikap adalah respon terhadap stimuli sosial yang telah terkondisikan (La Piere dalam Azwar : 2003).
* Sikap adalah predisposisi atau kecenderungan yang relatif stabil dan berlangsung terus-menerus untuk bertingkah laku atau bereaksi
dengan cara tertentu terhadap orang lain, objek, lembaga, atau persoalan tertentu. Dilihat dari sudut pandang yang berbeda, sikap merupakan kecenderungan untuk bereaksi terhadap orang, lembaga, atau peristiwa, baik secara positif maupun negative (Chaplin dalam Ali & Asrori : 2008).
* Sikap merupakan sesuatu
kesiapan mental dan saraf yang tersusun melalui pengalaman respon individu terhadap semua objek atau situasi yang berhubungan dengan objek itu (Allport dalam Djaali : 2008).
* Sikap merupakan kecenderungan yang relatif menetap untuk bereaksi dengan cara baik atau buruk terhadap orang atau objek tertentu (Bruno dalam Muhibbin Syah : 2003).
(Sumber: http://wwwdotkumpulandefinisidotcom/2015/06/pengertian-dan-definisi-sikap-menurut-para-ahlidothtml)
Dari semua definisi tersebut, pengertian sederhana yang bisa saya simpulkan dari sikap adalah sebuah perilaku yang merupakan perpaduan dari pengalaman, karakter dan kebiasaan seseorang dalam merespon orang lain atau suatu keadaan.
Mengenai hal etika dalam bersikap, di sini saya akan lebih memfokuskannya tentang bagaimana berperilaku yang baik (good attitude) terhadap orang lain atau dalam suatu keadaan.
Rasulullah Saw. dalam tugasnya sebagai utusan Allah Swt. yang menyampaikan wahyu-Nya kepada umatnya, salah satu misi utamanya adalah sebagai penyempurna akhlak/etika yang baik bagi umatnya.
Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadits:
إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ.
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”
HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 273 (Shahiihul Adabil Mufrad no. 207), Ahmad (II/381), dan al-Hakim (II/613), dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 45).
(Sumber: https://almanhajdotordotid/1299-ahlus-sunnah-wal-jamaah-mengajak-manusia-kepada-akhlak-yang-mulia-dan-amal-amal-yang-baikdothtml)
Setelah pada artikel sebelumnya saya hanya khusus mengulas tentang bagaimana seharusnya etika dalam berbicara, kini saya akan membahas etika dalam bersikap secara lebih luas.
Manusia adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sehingga ada beberapa macam etika yang harus diterapkan dalam kehidupan melalui sikapnya sehari-hari. Semua itu tak lain adalah agar dapat membentuk keindahan dalam pribadinya dan menciptakan keharmonisan dalam bermasyarakat.
Apa sajakah macam etika dalam bersikap tersebut? Yuk, kita simak yang berikut ini:
1. Etika untuk diri sendiri
2. Etika terhadap orangtua
3. Etika terhadap guru
4. Etika terhadap anak
5. Etika terhadap keluarga/saudara
6. Etika terhadap sahabat/teman
7. Etika terhadap tetangga
8. Etika terhadap lawan jenis
9. Etika terhadap pemeluk agama lain
10. Etika dalam bertamu dan menerima tamu
11. Etika dalam bekerja dan berbisnis
12. Etika terhadap hewan dan tumbuhan
13. Etika di media sosial
Semua etika dalam bersikap tersebut nanti akan saya bahas satu demi satu secara lebih terperinci dan berurutan pada artikel-artikel selanjutnya.
Jadi.., ikuti terus ya artikel saya..  😉 Jangan sampai ada yang terlewatkan..
Semoga bermanfaat.. Aamiin…

Rate this article!
Etika Dalam Bersikap,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: