Etika dalam Bekerja dan Berbisnis

Dalam kehidupannya, manusia tak lepas dari kebutuhan hidupnya sehari-sehari. Secara garis besarnya, kebutuhan terbagi menjadi tiga macam, yaitu: kebutuhan primer, sekunder dan tersier.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut seorang suami/ayah bekerja mencari nafkah sebagai wujud tanggung jawabnya terhadap keluarganya.
Tapi kini seorang istri/ibu juga banyak yang bekerja untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh sesuai pendidikan/keilmuannya. Selain itu juga untuk membantu suami dalam menambah penghasilan keluarganya.
Dalam hal ini yang saya maksud dengan bekerja di sini bisa bekerja di perusahaan, kantor, di sekolah atau di pabrik. Sedangkan berbisnis adalah mempunyai usaha sendiri.
Agar terjalin hubungan yang baik antara pekerja/karyawan/karyawati, pemilik/pimpinan perusahaan dan relasi bisnisnya ada beberapa etika yang harus dipatuhi, seperti contoh berikut ini:
»» Etika dalam Bekerja:
 
1. Disiplin waktu dalam bekerja. Baik saat jam masuk maupun jam pulang bekerja.
2. Menjaga kebersihan dan kerapian tempat bekerja.
3. Jujur dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya, serta bekerja dengan rapi dan teliti.
4. Tidak menyalahgunakan fasilitas dan harta di tempat ia bekerja untuk kepentingan pribadi.
5. Menjaga hubungan baik antar karyawan/karyawati/pekerja dengan ucapan dan sikap yang sopan serta tak melanggar hukum pemerintahan dan agama.
6. Menjaga nama baik tempat ia bekerja dengan sikap dan cara berbicara yang sopan serta tak melanggar hukum pemerintahan dan agama.
7. Bila bermaksud tak berangkat bekerja karena sedang sakit atau ada keperluan penting, hendaknya meminta izin terlebih dahulu kepada pimpinan tempat ia bekerja atau perwakilannya.
8. Ketika mendapat undangan rapat hendaknya hadir dan usahakan tepat waktu.
9. Bila ada hal-hal yang kurang berkenan lebih baik langsung dibicarakan baik-baik dengan pimpinan. Hindari dari memfitnah, mengadu domba dan menghasut siapapun dalam bekerja.
10. Bila ada ide dan saran untuk perbaikan/ kemajuan tempat ia bekerja, lebih baik sampaikan langsung pada pimpinan atau saat rapat.
11. Bila akan berhenti bekerja atau pindah ke tempat lain hendaknya memberitahu pimpinan minimal 1 bulan sebelumnya (jangan mendadak) Agar tidak menyulitkan pimpinan dalam mencari penggantinya.
»» Etika dalam Berbisnis: 
1. Lakukan bisnis yang legal secara hukum pemerintah dan halal secara hukum Islam. Upayakan bisnis tersebut bermanfaat untuk masyarakat.
2. Menjalankan bisnis dengan prinsip kejujuran dan keterbukaan.
3. Menjalin hubungan baik dengan relasi/rekan bisnis dengan sikap dan cara bicara yang baik.
4. Memberikan layanan yang baik dan profesional kepada relasi/rekan bisnisnya agar bisnis yang dijalankannya dapat memberi kepuasan dan kepercayaan oleh mereka (mengutamakan kepuasan rekan/relasi bisnisnya).
5. Hindari hal-hal yang dapat membuat kekecewaan/kerugian para rekan/relasi bisnis.
6. Bila melakukan kerjasama dalam bisnis, lakukan secara adil dalam bagi hasil dan tidak berbuat curang.
7. Bila terjadi hal-hal yang kurang berkenan, bermusyawarahlah secara bijaksana.
8. Sesekali diadakan acara gathering, misal wisata bersama atau buka puasa bersama dengan para relasi bisnis untuk menjaga hubungan baik dan keakraban dengan mereka.
9. Bila ada relasi/rekan bisnis yang sakit atau melahirkan, kunjungi dan doakan yang sakit.
10. Saat hari Raya dapat saling mengirimkan parcel kepada rekan/relasi bisnis sebagai bentuk perhatian.
11. Berinovasi dan mengeluarkan ide-ide cemerlang untuk memajukan bisnis.
Demikianlah beberapa contoh etika dalam bekerja dan berbisnis. Yuk kita mulai belajar dan berproses menjadi karyawan/karyawati, pimpinan/pemilik usaha, rekan/relasi bisnis yang baik dengan menerapkan etika-etika sebagaimana yang telah saya sebutkan tadi di atas. Agar bekerja dan berbisnispun dapat menjadi sarana bersosialisasi yang baik dan diridhai Allah Swt.

Rate this article!
Tags:
author

Author: