Episode 8. Karena Sebuah Laptop

Kemajuan teknologi dan informasi sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Banyak perubahan-perubahan yang terjadi dalam hal belajar dan mengajar. Salah satu media yang yang sangat berperan dalam menyebarkan informasi pendidikan adalah internet.
Dampak positif dalam penggunaan internet adalah :
1. Informasi yang dibutuhkan semakin cepat dan mudah diakses.
2. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang.
3. Memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau yang berbasis teleconference (murid dan guru tidak berada dalam satu ruangan).
4. Sistem administrasi lebih mudah dan lancer.

Untuk mencapai dunia internet kita harus menggunakan beberapa media, seperti handphone, komputer dan laptop. Dan laptop lebih banyak diminati karena bisa dibawa kemana-mana dan begitu banyak kegunaannya. Tidak diherankan lagi kalau laptop seperti sudah menjadi kebutuhan primer.
Oleh karena itu sejak anak-anak masih kecil, kami sudah membelikan mereka laptop untuk mengenalkan cara penggunaan laptop sedini mungkin. Sebab kalau kita tidak mengikuti perkembangan teknologi, anak-anak akan ketinggalan informasi.
Saat puteraku masuk SMA dan tinggal di asrama sekolah, kami membelikan dia sebuah laptop karena para siswa diwajibkan mempunyai laptop untuk menunjang pembelajaran mereka. Banyak sekali tugas-tugas sekolah yang mengharuskan menggunakan media laptop jadi mau tidak mau kita harus menyiapkannya demi kelancaran pendidikannya.
Kita semua tahu bagaimana dengan kehidupan asrama yang dihuni oleh berbagai macam anak, yang datang dari berbagai daerah dan suku. Tentu tidaklah sama cara berpikir, sifat dan perilakunya. Jadi kita harus bisa mengimbangi dan harus berhati-hati baik dalam bicara, bertindak dan menjaga barang-barang milik kita.
Puteraku termasuk anak yang kurang berhati-hati (semberono) dalam menjaga barang miliknya. Beberapa kali dia harus kehilangan barang-barang berharga yang tentunya sudah kami beli dengan susah payah untuk menunjang semua aktivitasnya di sekolah. Yang terakhir dia kehilangan laptopnya, itu baru kami ketahui setelah dia menggantinya dengan yang baru. Dan apa yang dilakukannya untuk bertanggung jawab atas kehilangan laptop tersebut juga usahanya untuk mengganti laptop tersebut.
Dengan perkembangan zaman yang semakin modern, semakin luas dan semakin canggih pola pikir manusia. Untuk menaikkan tingkat kegengsian hingga menjadi terkenal, bermacam cara dilakukan orang. Salah satunya adalah ajang pemilihan seperti abang dan none, bujang dan gadis, putera puteri kampus dan lain sebagainya. Lomba-lomba seperti itu sudah merambah hingga ke daerah-daerah.
Begitu juga dengan daerah Kabupaten tempat puteraku menimba ilmu, setiap tahun disana selalu mengadakan pemilihan bujang dan gadis. Pesertanya dari kalangan mahasiswa, pelajar dan warga umum di sekitar daerah tersebut. Saat akan diadakannya ajang tersebut puteraku ditawari oleh sebuah instansi pemerintah daerah di sana untuk mengikuti acara tersebut sebagai wakil dari instansi tersebut.
Puteraku menerima tawaran tersebut, mulailah dia mempersiapkan segala sesuatu untuk lomba tersebut. Alasan dia mengikuti lomba itu karena hadiahnya yang menggiurkan. Puteraku bertekad dan berjuang untuk memenangkan lomba tersebut. Setelah melalui tahap demi tahap babak penyeleksian, puteraku berhasil masuk grand final.
Kemudian dia menelponku, memberitahu tentang keikutsertaannya dalam lomba tersebut hingga masuk grand final.
“ Mama, Mas ikut lomba bujang gadis disini.”katanya dari seberang sana
“Apa ???” jawabku dengan nada kaget
Sebab aku tahu puteraku itu tidak punya rasa percaya diri, pemalu, cuek dan tidak bisa mengurus badannya dengan baik.
“Iya ma, dan Mas masuk grand final.”katanya lagi
“Doakan ya ma, Mas bisa menang.”
“Aamiin…Insya’Allah.” Jawabku
Sebenarnya aku ingin sekali menyaksikan acara grand final tersebut tapi puteraku melarangnya. Selain jauh di luar kota, dia juga merasa tidak percaya diri untuk memenangkan lomba tersebut. Pesaingnya adalah para mahasiswa yang usia, ilmu dan pengalaman jauh lebih matang dari dia.
Alhamdulillah…kalau memang Allah sudah menghendaki dan sudah menjadi rezeki kita, akhirnya puteraku memenangkan lomba tersebut dengan menyandang gelar Bujang I Bende Seguguk (nama ajang tersebut). Selain mendapat piala dan bermacam hadiah, puteraku juga mendapat ikatan dinas selama I tahun sebagai duta daerah tersebut.
Setelah malam kemenangan, esoknya dia menelponku.
“Assalamu”alaikum ma.”
“Wa’alaikumussalam.”
“Mama…Mas menang.”
“Alhamdulillah.”jawabku dengan nada haru
“Ma, kalau tahu Mas mau menang, mama mas suruh datang.”katanya dengan nada penyesalan.
“Sudalah, ini sudah terjadi yang penting Mas sudah berhasil.”jawabku
“Iya ma.”jawab puteraku dengan nada lesu

Puteraku menceritakan kalau dia sendiri yang tidak didampingi oleh keluarganya. Semua peserta yang memenangkan katagori lainnya, bergembira bersama keluarganya. Sebenarnya aku sangat sedih tapi aku tidak mau memperlihatkan kesedihanku padanya.
Dengan uang hasil kemenangannya itulah dia membeli laptop baru sebagai pengganti laptopnya yang hilang. Itulah bentuk tanggung jawab yang mulai tertanam dalam diri puteraku.
Biarkanlah putera-puteri kita mencari identitasnya, kita sebagai orang tua cukup mengawasi, mengarahkan dan memberi nasihat agar mereka tidak salah langkah.

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply